Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
IBUPROFEN merupakan salah satu obat pereda nyeri, demam maupun peradangan. Ibuprofen termasuk dalam obat anti inflamasi nonsteroid (anti inflammatory drugs/ NSaIDs). Obat ini berperan dalam menghambat produksi zat prostaglandin yang menyebabkan muncul rasa nyeri dan peradangan.
Peneliti dari Universitas Airlangga, Dr. Alpha Fardah Athiyyah, menjelaskan bahwa ibuprofen banyak dikonsumsi masyakat karena dianggap memiliki efektivitas yang tinggi.
“Namun demikian, konsumsi ibuprofen menyebabkan efek samping terhadap lambung apabila tidak sesuai dengan dosis. Efek samping terjadi biasanya terjadi pada lambung antara lain peradangan, cacat epitel, atrofi oksintik, pendarahan, dan edema submukosa,” ungkapnya dilansir dari laman resmi Unair.
Penelitian sebelumnya menunjukkan pemberian ibuprofen dengan dosis 200 mg selama 7 hari menyebabkan terjadinya pendarahan lambung, erosi lambung dan ulkus lambung. Penelitian lain menunjukkan pemberian ibuprofen 800 mg selama 24 minggu dalam menginduksi perkembangan tukak lambung.
Belum ada penelitian yang membandingkan efek dosis minimal ibuprofen, oleh karena itu, penelutian ini bertujuan menentukan pengaruh pemberian dosis minimal ibuprofen (yaitu 200 dan 300 mg/kg BB) terhadap kerusakan mukosa lambung.
Penelitian yang dilakukan menggunakan tikus wistar jantan berusia 12 minggu dengan berat badan sekitar 200–250 gram. Sebanyak 32 ekor tikus secara acak diberikan dua variasi dosis ibuprofen, yaitu 200 mg/kg berat badan dan 300 mg/kg berat badan, yang diberikan secara oral dalam air steril.
Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan pada hari pertama, ketiga, kelima, dan ketujuh setelah pemberian obat. Hal tersebut digunakan untuk menilai tingkat kerusakan jaringan lambung secara mikroskopis.
Dalam penelitian yang dilakukan, penilaian kerusakan mukosa lambung didasarkan pada lima parameter utama yaitu peradangan, cacat epitel, atrofi oksintik, perdarahan, dan edema submukosa. Semua parameter tersebut dinilai menggunakan sistem Histological Activity Index (HAI) Roger yang dimodifikasi (2012).
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan efek samping pemberian ibuprofen dengan dosis 200 mg per kilogram berat badan menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung meliputi terjadinya peradangan, luka pada permukaan epitel, penipisan lapisan mukosa, perdarahan, serta pembengkakan pada jaringan submukosa.
Penelitian juga menunjukkan jika pemberian ibuprofen dinaikkan menjadi 300 mg per kilogram berat badan, semua efek samping menjadi semakin buruk. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemberian dosis ibuprofen yang semakin tinggi dapat menyebabkan tingkat kerusakan pada lambung yang semakin parah.
Mekanisme kerja ibuprofen dapat menghambat pembentukan prostaglandin. Dalam kondisi normal, peran prostaglandin adalah merangsang sel-sel mukosa lambung untuk menghasilkan lendir pelindung dan ion bikarbonat.
Kedua sel-sel mukosa berperan dalam perlindungan lambung agar dinding lambung tidak teriritasi oleh asam lambung. Namun apabila terjadi penekanan pada produksi prostaglandin, perlindungan alami lambung menjadi berkurang. Hal tersebut menyebabkan asam lambung menembus jaringan dan menyebabkan iritasi, luka, hingga perdarahan.
Ibuprofen dapat menghambat kerja dua enzim penting dalam tubuh, yaitu siklooksigenase-1 (COX-1) dan siklooksigenase-2 (COX-2). Kedua enzim tersebut berperan dalam membentuk prostaglandin. Enzim COX-1 juga berperan dalam melindungi mukosa lambung serta membantu proses pembekuan darah.
Apabila dua enzim tersebut terhambat dapat menyebabkan penurunan produksi mukus pelindung lambung, penurunan aliran darah di mukosa, dan terganggunya proses pembekuan darah.
Penelitian juga menunjukkan bahwa ibuprofen dapat menghambat pembentukan pembuluh darah baru di lapisan dalam lambung, yang disebut dengan proses angiogenesis.
Ketika angiogenesis terganggu, proses penyembuhan menjadi lambat. Di sisi lain, ibuprofen juga memicu perpindahan sel-sel kekebalan tubuh atau leukosit ke area luka.
Leukosit dapat memperburuk kerusakan karena menghasilkan zat oksidatif. Kondisi yang terjadi sering disebut dengan stres oksidatif dan menjadi salah satu faktor penting dalam proses terjadinya luka lambung akibat penggunaan ibuprofen.
Kesimpulan dari penelitian ini ialah ibuprofen memiliki manfaat dalam pengobatan nyeri dan peradangan, namun juga memiliki efek samping menyebabkan kerusakan mukosa lambung jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu yang lama.
Meskipun hasil penelitian memberikan gambaran dampak negatif atau efek samping dari penggunaan ibuprofen, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menganalisa pengaruh ibuprofen terhadap perubahan molekuler di jaringan lambung dengan jumlah hewan percobaan yang lebih banyak.
Hal tersebut dengan harapan memberikan hasil penelitian yang lebih akurat. Penelitian yang sudah dilakukan dapat dijadikan referensi dalam pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan efek samping ibuprofen.(H-2)
Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan berlebihan, tubuh akan melepaskan hormon kortisol, yang dapat merusak lapisan lambung menyebabkan gangguan pencernaan.
penggunaan minuman berkarbonasi untuk bezoar diduga dapat membantu memecah bahan berserat dalam fitobezoar lambung yang menyumbat
Kylian Mbappe absen di laga perdana Real Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al-Hilal, Kamis (19/6) dini hari WIB, yang berakhir imbang 1-1.
Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah memilih jenis kopi yang sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.
DALAM keseharian yang penuh dengan aktivitas, menjaga kesehatan lambung menjadi hal yang tak boleh diabaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved