Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Cerita Rakyat

M Iqbal Al Machmudi
16/12/2025 19:46
Meningkatkan Minat Membaca Siswa Melalui Cerita Rakyat
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin (kedua dari kiri) saat kunjungan kerja di NTB.(MI/M IQBAL AL MAHMUDI)

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyoroti masih ada siswa SD, SMP, dan SMA yang belum bisa membaca. Menurutnya kondisi literasi tersebut perlu perhatian khusus. Sehingga ia menyusun rencana agar mengatasinya melalui cerita-cerita rakyat.

"Kondisi literasi ini masih perlu mendapatkan perhatian khusus, sehingga Badan Bahasa melakukan upaya meningkatkan sumber bacaan yang mudah diakses oleh siswa, yaitu penerjemahan cerita rakyat dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia," kata Hafidz kepada Media Indonesia, Selasa (16/12).

Cerita rakyat tersebut dengan penerjemahan cerita bertemakan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika. Dengan begitu diharapkan cerita-cerita rakyat dikemas dengan baik dan bisa menicu daya nalar dan daya kritis siswa, tidak berbawa mistis, namun lebih kepada sains.

Hafidz menyebut setiap tahun melalui Balai-Balai Bahasa di seluruh Indonesia, termasuk di NTB, melakukan penerjemahan cerita-cerita rakyat yang dilakukan melalui sayembara yang melibatkan berbagai pihak termasuk penulis, komunitas, masyarakat, pendidik, akademisi, untuk bisa ikut serta memproduksi, mengusulkan karyanya.

"Kita juga melakukan upaya melalui sayembara penulisan buku cerita anak yang diseberluaskan ke masyarakat, komunitas, pendidik, akademisi, dan penulis. Sehingga makin banyak variasi judul-judul cerita anak yang menarik. Sayembara kita lebih luas lagi dan jumlahnya lebih banyak lagi dan sifatnya terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia," jelasnya.

Di tahun 2025, setidaknya ada 200 judul sayembara yang menghasilkan judul-judul buku cerita anak. Sedangkan yang penerjemahan itu sesuai dengan kemampuan pembiayaan yang ada di masing-masing daerah

"Dan buku-buku itu diserahkan ke sekolah di wilayah kerja masing-masing. Nah, tentu di NTB salah satunya untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan siswa melalui buku-buku tersebut," pungkasnya. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya