Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Monyet Sedunia diperingati untuk merayakan segala tentang monyet, serta “segala hal yang berhubungan dengan primata,” termasuk lemur, tarsier, kera, dan primata non-manusia lainnya.
Ini merupakan hari yang penting untuk meningkatkan kesadaran tentang berbagai jenis monyet dan primata di seluruh dunia, serta masalah yang mereka hadapi dan bagaimana kita dapat membantu mereka.
Aktivis lingkungan dan aktivis hak hewan sangat vokal dan bersemangat tentang tanggal ini. Hal yang sama berlaku untuk institusi seni dan seniman visual.
Pendukung tanggal ini termasuk Smithsonian Institution, Metropolitan Museum of Art, Louvre Museum di Paris, National Portrait Gallery di London, National Geographic, Greenpeace, dan Jane Goodall.
Menurut berbagai sumber, belum jelas asal-usul Hari Monyet Sedunia. Pada tahun 2000, Casey Sorrow yang mahasiswa seni di Michigan State University, menulis “Hari Monyet” di kalender temannya sebagai lelucon.
Namun, mereka benar-benar merayakan hari tersebut bersama mahasiswa seni lainnya di MSU, dan Sorrow kemudian mulai berkolaborasi dengan mahasiswa MSU lainnya dalam komik strip Fetus-X, di mana hari libur tersebut disebutkan dan dipopulerkan.
Sejak itu, Hari Monyet semakin populer sebagai hari untuk merayakan primata (termasuk monyet, tetapi juga kera, lemur, dan tarsier).
Sorrow sendiri masih aktif mempromosikan hari libur ini dan perjuangan kesejahteraan primata. Selain situs web Monkey Day, ia juga mengelola blog “Monkeys in the News” yang membahas berita terkait primata di seluruh dunia dan merilis daftar sepuluh berita teratas tentang primata dari tahun sebelumnya setiap Monkey Day.
Sejak diperingati, Hari Monyet Sedunia benar-benar telah berkembang pesat. Kini, hari tersebut dirayakan di berbagai penjuru dunia. (H-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved