Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

7 Cara Membangun Kedekatan dengan Anak Angkat, Terinspirasi Kisah Ahmad Dhani dan Mulan

Nike Amelia Sari
12/12/2025 15:32
7 Cara Membangun Kedekatan dengan Anak Angkat, Terinspirasi Kisah Ahmad Dhani dan Mulan
Cara Membangun Kedekatan dengan Anak Angkat.(Freepik)

KABAR bahagia datang dari pasangan musisi Ahmad Dhani dan Mulan Jameela yang mengadopsi seorang bayi perempuan. Melalui kanal YouTube Ahmad Dhani Dalam Berita, keduanya membagikan momen haru saat mengadopsi bayi yatim piatu sekaligus menggelar acara aqiqah di Solo, Jawa Tengah. Bayi tersebut disebut telah diadopsi sejak Juli 2025 dan diberi nama Siti Aminah.

Nah, seperti Ahmad Dhani dan Mulan yang mengadopsi anak, banyak orangtua angkat juga bertanya: bagaimana cara membangun kedekatan emosional dengan anak adopsi? Ikatan batin ini penting agar anak merasa aman, diterima, dan dicintai. Tapi perlu diingat, kedekatan tidak terbentuk instan, butuh komitmen, kesabaran, dan konsistensi.

Berikut cara membangun kedekatan dengan anak angkat yang bisa kamu lakukan.

1) Pahami Latar Belakang Anak (tanpa Menghakimi)

Sebelum dan selama proses pengasuhan, orangtua perlu memahami bahwa anak bisa membawa pengalaman masa lalu yang tidak mudah—termasuk perubahan pola asuh, lingkungan, hingga kemungkinan trauma.

Menurut psikolog Gracia Ivonika, M.Psi, orangtua perlu memahami latar belakang anak, misalnya ada tidaknya trauma atau kebiasaan tertentu dari tempat tinggal sebelumnya. Tujuannya agar orangtua punya gambaran karakter anak, menghindari pemicu ketidaknyamanan, dan mengantisipasi konflik.

Yang bisa kamu lakukan:

  • Catat hal yang membuat anak mudah cemas/rewel (misalnya suara keras, orang baru, rutinitas berubah).
  • Validasi emosi anak: “Kakak kaget ya? Nggak apa-apa, Mama di sini.”

2) Bangun Rasa Aman dan Nyaman lewat Respons yang Konsisten

Anak angkat, terutama balita, bisa lebih sering menangis, menuntut perhatian, atau sulit ditenangkan. Ini wajar dalam fase adaptasi.

Kuncinya: tunjukkan bahwa kamu hadir dan bisa diandalkan.

Contoh praktis:

  • Datang saat anak memanggil, meski hanya untuk menenangkan sebentar.
  • Buat rutinitas yang bisa ditebak (jam makan, mandi, tidur) supaya anak merasa stabil.

3) Quality Time Harian: Singkat tapi Utuh

Psikolog Gracia menyarankan orangtua membiasakan mengobrol santai bersama anak setiap hari (terutama saat anak memasuki usia sekolah). Tidak harus lama, yang penting tanpa distraksi.

Tips gampangnya:

  • 10-15 menit “waktu khusus” tanpa gadget.
  • Ajukan pertanyaan ringan: “Hari ini paling seru apa?” lalu dengar sampai selesai.

4) Perkuat Ikatan lewat Komunikasi yang Hangat (Termasuk Kontak Mata)

Selain isi komunikasi, cara berkomunikasi juga penting. Disebutkan bahwa kontak mata saat berbicara dapat membantu meningkatkan hormon oksitosin yang berperan dalam kedekatan emosional.

Yang perlu dijaga:

  • Nada suara lembut, tidak mengancam.
  • Posisi sejajar dengan anak (jongkok/duduk) saat berbicara.
  • Hindari kalimat yang membandingkan: “Harusnya kamu kayak kakak…”

5) Lakukan Aktivitas Bersama yang Memicu Rasa “Kita Tim”

Aktivitas bersama membantu anak merasa: aku bagian dari keluarga ini.

Ide aktivitas sederhana (sesuaikan usia):

  • Membaca buku sebelum tidur
  • Jalan santai sore hari
  • Main di taman / piknik mini
  • Masak menu simpel bareng (anak bantu aduk/ambil bahan)

Untuk anak yang masih kecil, psikolog Gracia juga menyarankan “ritual sayang” seperti pelukan, good night kiss, atau pamitan yang konsisten saat orangtua pergi.

6) Jangan Kejar Kedekatan Instan, Biarkan Proses Mengalir

Adaptasi adalah proses dua arah. Anak mungkin butuh waktu lebih lama untuk benar-benar percaya dan nyaman.

Tanda anak sedang berproses (dan ini normal):

  • Awalnya menolak digendong/dipeluk
  • Lebih diam atau justru meledak-ledak
  • Sulit tidur di tempat baru

Tetap konsisten menunjukkan kasih sayang tanpa memaksa: kedekatan yang sehat biasanya muncul dari rasa aman yang terus dibangun.

7) Kalau Sudah Ada Anak Kandung, Pastikan Semua Dapat Cinta yang Setara

Dalam keluarga yang sudah memiliki anak, penting menjaga agar tidak ada yang merasa “tersisih”. Kedekatan akan lebih mudah tumbuh jika rumah terasa adil dan hangat.

Langkah sederhana:

  • Buat momen 1-on-1 juga untuk anak lain.
  • Libatkan kakak/adik dalam aktivitas bersama (tanpa membebani peran pengasuhan).

Kesimpulan

Membangun kedekatan dengan anak adopsi bukan soal cepat atau tidak, tapi soal konsisten hadir, menciptakan rasa aman, dan memahami kebutuhan emosional anak. Dengan pendekatan yang sabar dan hangat, hubungan orangtua, anak angkat bisa tumbuh kuat dan sehat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya