Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kisah Jamban Pendongkrak Elektabilitas hingga Liak Bali Karya Penulis Skenario Peserta SCENE

Iis Zatnika
09/12/2025 14:53

Sebanyak enam cerita karya para penulis skenario alumnus SCENE , program pelatihan produksi naskah skenario yang diselenggarakan   Kementerian Ekonomi Kreatif dipamerkan dalam SHOWCASCENE di Jakarta, Selasa (9/12). Karya mereka dipamerkan berupa naskah sinematik (lock script) dan sizzle reel, yaitu trailer profesional yang digunakan untuk pitching ke calon produser, platform Over-The-Top (OTT), maupun investor.

SHOWCASCENE menggabungkan karya terbaik alumnus SCENE 2020 hingga 2024. Sebelum dipamerkan, mereka mengikuti rangkaian kegiatan Alumni Bootcamp: Masterclass Pengembangan Audiovisual Naskah Serial, pembuatan sizzle reel, dan partisipasi dalam Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF Market) 2025.

“Indonesia kaya cerita, baik cerita legenda hingga karya para anak muda yang potensial dikembangkan di industri film, televisi, dan media digital, serta menjadi pilar kuat dalam perekonomian nasional. Namun, kami tidak hanya melatih talenta, tetapi juga menciptakan jembatan antara karya dan pasar, kami adakan kegiatan inkubasi dan akselerasi" kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
 
SCENE, kata Irene, ditargetkan sebagaia kegiatan memperkuat ekosistem storytelling nasional. "Kami berkolaborasi bersama Wahana Edukasi milik penulis dan sineas Salman Aristo. Pemilihan peserta dilakukan berdasarkan kualitas naskah dan kesiapan mereka untuk memasuki pasar industri kreatif nasional dan internasional."

Irene menjelaskan, enam penulis skenario itu sebelumnya menjalani masterclass intensif selama sepekan untuk mengasah naskah serial orisinal mereka agar mampu bersaing di pasar. Mereka adalah Amelya Juwitasari (Jawa Timur), I Kadek Prawira Nugraha (Bali), Danan Wahyu Sumirat (Kepulauan Riau), Dhanny Wijaya Setiawan (Jambi), Rinipta Swasti Simson (Jawa Barat), dan R. Deddy Hermawan (Jawa Barat).

Materi pelatihan mencakup tiga pilar utama: penulisan mendalam, produksi audiovisual, dan penguatan bisnis. Mereka mempelajari teknik cinematic storytelling, action & dialogue patterns, dan writing with cinematic awareness, memahami aspek produksi seperti visual editing, sound design, hingga perencanaan sizzle reel, serta memperkuat kemampuan negosiasi dan pitching modern agar mampu menjual naskah sebagai karya berbasis kekayaan intelektual (IP).

Danan Wahyu, dalam karyanya yang berjudul Jamban cantik menyajikan kisah seorang istri kepala desa yang berupaya mendongkrak elektabilitas sang suami melaui program jamban umum. "Namun, jamban cantik merah jambu justru kemudian menjadi sumber masalah," kata Danan. 

Sementara, karya berjudul Liak to Netherlands yang ditulis I Kadek Prawira mengangkat ceriita tentang Durma, 25, yang secara tidak sengaja membaca lontar yang mengubahnya menjadi Liak. Durma kemudian berusaha sembuh dan mencari penangkalnya hingga ke Belanda, siapa sangka di sana, ia malah bertemu Liak Belanda.

"Kita dapat amunisinya, bahkan dapat pelatihan tentang tata cara berhadapan dengan produser, hingga table manner-nya," kata Danan tentang program yang dijalaninya. (X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya