Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Salah satu momen paling dramatis dan penuh hikmah dalam sejarah kenabian terekam jelas dalam surat maryam ayat 30-35. Ayat-ayat ini mengisahkan peristiwa luar biasa ketika Nabi Isa AS, yang saat itu masih bayi dalam buaian, berbicara dengan lantang atas izin Allah SWT. Peristiwa ini bukan sekadar mukjizat, melainkan sebuah pembelaan suci terhadap ibundanya, Siti Maryam, yang kala itu sedang dicerca dan dituduh melakukan perbuatan keji oleh kaumnya.
Dalam narasi Al-Qur'an, Surat Maryam memberikan perspektif yang jernih mengenai posisi Nabi Isa AS dalam teologi Islam. Beliau mendeklarasikan dirinya sebagai hamba Allah, bukan anak Tuhan, serta menjelaskan misi kenabian yang diembannya. Berikut adalah bacaan lengkap, terjemahan, serta tafsir mendalam mengenai ayat-ayat tersebut.
Pada ayat 30 hingga 33, Allah SWT merekam perkataan pertama Nabi Isa AS. Ayat ini menjadi jawaban telak bagi kaum Bani Israil yang meragukan kesucian Maryam.
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (30) وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا (31) وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا (32) وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا (33)
Latin:
30. Qāla innī ‘abdullāh(i), ātāniyal-kitāba wa ja‘alanī nabiyyā(n).
31. Wa ja‘alanī mubārakan ainamā kuntu wa auṣānī biṣ-ṣalāti waz-zakāti mā dumtu ḥayyā(n).
32. Wa barram biwālidatī wa lam yaj‘alnī jabbāran syaqiyyā(n).
33. Was-salāmu ‘alayya yauma wulittu wa yauma amūtu wa yauma ub‘aṡu ḥayyā(n).
Artinya:
30. Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
31. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali."
Berdasarkan tafsir dari Kementerian Agama RI dan Ibnu Katsir, terdapat beberapa poin fundamental dalam ayat ini:
Setelah mengutip perkataan Nabi Isa, Allah SWT kemudian memberikan penegasan (firman langsung) mengenai hakikat Isa ibnu Maryam untuk meluruskan perselisihan yang terjadi di kalangan Ahli Kitab.
ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ (34) مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ (35)
Latin:
34. Żālika ‘Īsabnu Maryam(a), qaulal-ḥaqqil-lażī fīhi yamtarūn(a).
35. Mā kāna lillāhi ay yattakhiża miw waladin subḥānah(ū), iżā qaḍā amran fa innamā yaqūlu lahū kun fa yakūn(u).
Artinya:
34. Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.
35. Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
Pada bagian ini, Al-Qur'an memberikan garis demarkasi yang tegas mengenai akidah Islam terkait Nabi Isa AS:
Mempelajari surat Maryam ayat 30-35 memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam masa kini. Pertama, pentingnya menjaga prasangka baik dan tidak mudah menuduh orang lain tanpa bukti, sebagaimana Maryam yang suci dituduh berzina. Kedua, ayat ini mengajarkan kita untuk selalu menempatkan tauhid sebagai landasan utama; meyakini kekuasaan Allah yang tidak terbatas logika manusia.
Ketiga, perintah untuk berbakti kepada orang tua, khususnya ibu, adalah syariat lintas zaman yang wajib dijalankan oleh setiap mukmin agar terhindar dari sifat sombong dan celaka. Bagi Anda yang ingin mendalami lebih lanjut surah ini, Anda dapat membaca teks lengkapnya di laman Surat Maryam pada layanan Al-Qur'an Online Media Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved