Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

10 Contoh Ceramah tentang Maulid Nabi Beserta Dalilnya - lengkap dan panjang

mediaindonesia.com
01/12/2025 12:34
10 Contoh Ceramah tentang Maulid Nabi Beserta Dalilnya - lengkap dan panjang
Ilustrasi: Seorang anak mengikuti tradisi "Baayun Maulud" bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw pada 12 Rabiul Awal di Banjarbaru, Kamis (3/10/2024).(Antara/Pemprov Kalsel)

Berikut ini 10 contoh ceramah tentang maulid nabi beserta dalilnya yang panjang, terstruktur, mudah dihafal, dan sangat cocok untuk pengajian akbar, acara sekolah, atau haul. Setiap tema bisa dibawakan 7–12 menit.

1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah Rahmat Terbesar bagi Alam Semesta

Assalamu’alaikum warahmatullah.

Hadirin yang berbahagia, coba kita bayangkan dunia sebelum Nabi lahir: kegelapan jahiliyah menyelimuti, bayi perempuan dikubur hidup-hidup, perang antarsuku bertahun-tahun hanya karena seekor unta, orang menyembah berhala dari kurma lalu memakannya ketika lapar. Kemudian pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah, lahirlah seorang bayi yang akan mengubah sejarah dunia selamanya.

Allah Ta’ala berfirman:
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةًۭ لِّلْعَٰلَمِينَ
Wa mā arsalnāka illā raḥmatan lil-‘ālamīn
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rahmat bagi orang beriman adalah surga, rahmat bagi orang kafir adalah ditangguhkannya azab di dunia dan diberi rezeki.” Ketika beliau lahir, tanda-tanda luar biasa terjadi: istana Kisra bergoyang dan 14 balkonnya runtuh, api yang disembah orang Majusi padam setelah seribu tahun terus menyala, Danau Sawa tenggelam ke bumi, sungai Tigris meluap. Semua itu pertanda bahwa rahmat terbesar telah tiba.

Maka pantaskah kita hanya diam di bulan kelahiran beliau? Tidak! Kita wajib bergembira.

2. Perintah Langsung Allah dan Malaikat Bersholawat

Allah berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Innallāha wa malā’ikatahu yuṣallūna ‘alan-nabiyy, yā ayyuhal-ladzīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā.
(QS. Al-Ahzab: 56)

Imam Suyuthi dalam tafsirnya menjelaskan: “Allah bersholawat artinya melimpahkan rahmat, malaikat bersholawat artinya memintakan ampunan, kita bersholawat artinya mendoakan.” Bayangkan, Allah yang Maha Kaya masih bersholawat kepada Nabi. Lalu kita yang fakir ini malah malas bersholawat? Ubay bin Ka’ab pernah bertanya, “Ya Rasulullah, aku ingin semua doaku menjadi sholawat untukmu.” Beliau menjawab: “Kalau begitu, cukup seluruh kesusahanmu dan diampuni dosamu.” (HR. Tirmidzi)

3. Tanda Iman Sempurna: Mencintai Nabi Melebihi Segalanya

Rasulullah bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Lā yu’minu aḥadukum ḥattā akūna aḥabba ilaihi min wālidihi wa waladihi wan-nāsi ajma‘īn.
(HR. Bukhari & Muslim)

Umar bin Khattab pernah berkata, “Ya Rasulullah, engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri.” Lalu Nabi menjawab, “Tidak, demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sampai aku lebih kau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka Umar berkata, “Sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Nabi pun bersabda, “Sekarang baru sempurna imanmu, ya Umar.”

Cinta itu bukan sekadar kata, tapi bukti: kalau Nabi melarang sesuatu, kita tinggalkan; kalau Nabi memerintahkan, kita kerjakan.

4. Kisah Abu Lahab yang Dirringankan Siksaannya Karena Gembira dengan Maulid Nabi

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Urwah bin Zubair: Ketika Nabi lahir, Thuwaibah (budak Abu Lahab) datang memberi kabar gembira. Abu Lahab sangat gembira hingga memerdekakan Thuwaibah. Setelah Abu Lahab wafat, ia diperlihatkan kepada Abbas dalam mimpi dalam keadaan sangat buruk. Abbas bertanya, “Apa yang kau dapati?” Abu Lahab menjawab, “Setelah kalian, aku tidak mendapat kebaikan kecuali setiap hari Senin aku diberi minum dari celah jari ini karena aku memerdekakan Thuwaibah ketika memberi kabar kelahiran Muhammad.”

Jika Abu Lahab yang kafir, yang disebut dalam Al-Qur’an “Tabat yada Abi Lahab”, saja mendapat keringanan siksa setiap Senin karena gembira dengan maulid Nabi, maka bagaimana dengan kita yang beriman, yang mengadakan majelis maulid, membaca Barzanji, bersedekah, dan memperbanyak sholawat? Pasti pahala kita jauh lebih besar!

5. Perintah Allah untuk Bergembira dengan Kedatangan Nabi

Allah berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا۟ هُوَ خَيْرٌۭ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Qul bi-faḍlillāhi wa bi-raḥmatihī fa-bi-dzālika fal-yafraḥū huwa khairun mimmā yajma‘ūn.
(QS. Yunus: 58)

Imam Thabari, Imam Baghawi, Imam Qurthubi, dan mayoritas mufassir mengatakan: “Faḍlullah” adalah Al-Qur’an, “raḥmat-Nya” adalah Nabi Muhammad SAW. Jadi Allah sendiri memerintahkan kita bergembira dengan diutusnya Nabi. Bentuk kegembiraan itu adalah majelis maulid, membaca sholawat, dan bersyukur.

6. Akhlak Nabi yang Agung – Teladan Terbaik Sepanjang Masa

Allah memuji:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍۢ
Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm.
(QS. Al-Qalam: 4)

Sayyidah Aisyah ditanya, “Bagaimana akhlak Rasulullah?” Beliau menjawab singkat: “Kāna khuluquhul Qur’ān” – akhlaknya adalah Al-Qur’an. Beliau tidak pernah membalas dendam untuk dirinya sendiri, memaafkan orang yang membuang kotoran di depan pintunya, tetap tersenyum ketika dilempari batu di Thaif, membagi makanan ketika kelaparan, dan selalu mendahulukan orang lain. Kalau kita ingin akhlak mulia, cukup tiru Nabi.

7. Hari Senin adalah Hari Kelahiran dan Hari Wahyu Turun

Rasulullah bersabda:
وُلِدْتُ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَأُنْزِلَ عَلَيَّ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ
Wulidtu yaumal-itsnain wa unzila ‘alayya al-Qur’ānu yaumal-its ̣nain.
(HR. Muslim)

Oleh karena itu beliau berpuasa setiap Senin. Ketika ditanya, beliau menjawab: “Aku ingin amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” Mari kita hidupkan sunnah puasa Senin-Kamis, terutama di bulan Rabiul Awal.

8. Nabi Adalah Teladan Terbaik dalam Segala Hal

Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ
Laqad kāna lakum fī rasūlillāhi uswatun ḥasanatun liman kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhir.
(QS. Al-Ahzab: 21)

Beliau tidur sebentar di awal malam lalu bangun tahajjud, makan secukupnya, memakai wewangian, memotong kuku hari Jumat, tersenyum kepada setiap orang yang dijumpai, dan mengunjungi orang sakit meskipun itu budak Yahudi. Semua itu sunnah yang mudah kita ikuti.

9. Keutamaan Bersholawat yang Luar Biasa

Rasulullah bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Man ṣallā ‘alayya ṣalātan wāḥidatan ṣallallāhu ‘alaihi ‘ashran.
(HR. Muslim)

Beliau juga bersabda: “Orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)

Maka jangan pernah bosan membaca sholawat, di rumah, di kendaraan, di kantor, sebelum tidur, setelah shalat – setiap saat.

10. Penutup Majelis Maulid dengan Doa Sholawat Ibrahimiyah

Marilah kita tutup majelis ini dengan doa yang diajarkan Rasulullah sendiri:
Allahumma sholli ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā shollaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīma, innaka ḥamīdun majīd.
Allahumma bārik ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīma, innaka ḥamīdun majīd.

Penutup

Semoga 10 contoh ceramah tentang maulid nabi beserta dalilnya yang panjang ini bermanfaat untuk kita semua. Mari jadikan Rabiul Awal ini bulan cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak sholawat, membaca sirah, dan memperbaiki akhlak.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya