Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketika kamu membaca novel atau menulis cerita, pernah nggak sih memperhatikan “siapa” yang menceritakan kisah itu? Inilah yang disebut sudut pandang (point of view). Pemilihan sudut pandang sangat menentukan seberapa dekat pembaca dengan tokoh dan seberapa luas mereka bisa melihat cerita.
Ada tiga jenis sudut pandang utama dalam cerita. Yuk, kita bahas satu per satu supaya mudah dipahami!
Sudut pandang ini menggunakan kata “aku”, “saya”, atau “kami”. Kita hanya tahu apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dilihat oleh tokoh utama. Pembaca jadi merasa sangat dekat dengan si pencerita.
Contoh:
“Aku berlari secepat mungkin saat mendengar suara langkah di belakangku. Jantungku berdegup kencang. Apa dia sudah tahu rahasiaku?”
Kelebihan: pembaca ikut merasakan emosi tokoh.
Kekurangan: kita nggak tahu apa yang dipikirkan tokoh lain.
Jarang dipakai di novel panjang, tapi sering muncul di cerita interaktif atau puisi. Menggunakan kata “kamu” atau “anda”. Seolah-olah pembaca sendiri yang jadi tokoh utama.
Contoh:
“Kamu membuka pintu tua itu perlahan-lahan. Angin dingin langsung menyapa wajahmu. Di dalam gelap, kamu melihat bayangan bergerak.”
Kelebihan: membuat pembaca merasa “terlibat” langsung.
Kekurangan: sulit dipertahankan dalam cerita panjang.
Ini adalah jenis yang paling sering digunakan di novel-novel best-seller. Penulis menggunakan nama tokoh atau kata ganti “dia”, “ia”, “mereka”. Sudut pandang orang ketiga dibagi lagi menjadi tiga macam:
Penulis tahu SEMUA pikiran dan perasaan semua tokoh.
Contoh:
“Rina tersenyum di depan Andi, tapi di dalam hatinya ia kesal. Andi sendiri tidak tahu apa-apa; pikirannya sibuk memikirkan pekerjaan besok.”
Hanya tahu pikiran dan perasaan SATU tokoh saja.
Contoh:
“Rina tersenyum di depan Andi, padahal hatinya sedang kesal. Andi tidak menyadari apa pun; ia hanya memikirkan rapat besok pagi.”
Penulis seperti kamera: hanya merekam apa yang terlihat dan terdengar, tidak masuk ke pikiran siapa pun.
Contoh:
“Rina tersenyum. Andi mengangguk dan melihat jam tangannya.”
Sudut pandang orang ketiga memberikan kebebasan kepada penulis untuk menceritakan banyak tokoh, banyak tempat, dan banyak kejadian tanpa membingungkan pembaca. Makanya novel-novel terkenal seperti Harry Potter, Laskar Pelangi, atau novel fantasi kebanyakan memakai sudut pandang ini.
Pilih sudut pandang yang sesuai dengan cerita yang ingin kamu sampaikan:
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved