Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

3 Jenis Sudut Pandang dalam Cerita: Orang Pertama, Kedua, dan Sudut Pandang Orang Ketiga (Lengkap + Contoh)

Irvan Sihombing
21/11/2025 12:15
3 Jenis Sudut Pandang dalam Cerita: Orang Pertama, Kedua, dan Sudut Pandang Orang Ketiga (Lengkap + Contoh)
Ilustrasi(Antara)

Ketika kamu membaca novel atau menulis cerita, pernah nggak sih memperhatikan “siapa” yang menceritakan kisah itu? Inilah yang disebut sudut pandang (point of view). Pemilihan sudut pandang sangat menentukan seberapa dekat pembaca dengan tokoh dan seberapa luas mereka bisa melihat cerita.

Ada tiga jenis sudut pandang utama dalam cerita. Yuk, kita bahas satu per satu supaya mudah dipahami!

1. Sudut Pandang Orang Pertama

Sudut pandang ini menggunakan kata “aku”, “saya”, atau “kami”. Kita hanya tahu apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dilihat oleh tokoh utama. Pembaca jadi merasa sangat dekat dengan si pencerita.

Contoh:
“Aku berlari secepat mungkin saat mendengar suara langkah di belakangku. Jantungku berdegup kencang. Apa dia sudah tahu rahasiaku?”

Kelebihan: pembaca ikut merasakan emosi tokoh.
Kekurangan: kita nggak tahu apa yang dipikirkan tokoh lain.

2. Sudut Pandang Orang Kedua

Jarang dipakai di novel panjang, tapi sering muncul di cerita interaktif atau puisi. Menggunakan kata “kamu” atau “anda”. Seolah-olah pembaca sendiri yang jadi tokoh utama.

Contoh:
“Kamu membuka pintu tua itu perlahan-lahan. Angin dingin langsung menyapa wajahmu. Di dalam gelap, kamu melihat bayangan bergerak.”

Kelebihan: membuat pembaca merasa “terlibat” langsung.
Kekurangan: sulit dipertahankan dalam cerita panjang.

3. Sudut Pandang Orang Ketiga (Paling Populer!)

Ini adalah jenis yang paling sering digunakan di novel-novel best-seller. Penulis menggunakan nama tokoh atau kata ganti “dia”, “ia”, “mereka”. Sudut pandang orang ketiga dibagi lagi menjadi tiga macam:

a. Sudut Pandang Orang Ketiga Mahatahu

Penulis tahu SEMUA pikiran dan perasaan semua tokoh.

Contoh:
“Rina tersenyum di depan Andi, tapi di dalam hatinya ia kesal. Andi sendiri tidak tahu apa-apa; pikirannya sibuk memikirkan pekerjaan besok.”

b. Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas

Hanya tahu pikiran dan perasaan SATU tokoh saja.

Contoh:
“Rina tersenyum di depan Andi, padahal hatinya sedang kesal. Andi tidak menyadari apa pun; ia hanya memikirkan rapat besok pagi.”

c. Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif

Penulis seperti kamera: hanya merekam apa yang terlihat dan terdengar, tidak masuk ke pikiran siapa pun.

Contoh:
“Rina tersenyum. Andi mengangguk dan melihat jam tangannya.”

Kenapa Sudut Pandang Orang Ketiga Paling Banyak Dipakai?

Sudut pandang orang ketiga memberikan kebebasan kepada penulis untuk menceritakan banyak tokoh, banyak tempat, dan banyak kejadian tanpa membingungkan pembaca. Makanya novel-novel terkenal seperti Harry Potter, Laskar Pelangi, atau novel fantasi kebanyakan memakai sudut pandang ini.

Kesimpulan

Pilih sudut pandang yang sesuai dengan cerita yang ingin kamu sampaikan:

  • Mau pembaca merasakan emosi kuat? → Orang pertama
  • Mau pembaca merasa “masuk” ke cerita? → Orang kedua
  • Mau cerita luas dan fleksibel? → Sudut pandang orang ketiga



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya