Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dicari, Sosok Perekat Kohesi Sosial dalam Penghargaan Harmony in Diversity Award

Iis Zatnika
20/11/2025 16:05
Dicari, Sosok Perekat Kohesi Sosial dalam Penghargaan Harmony in Diversity Award
Harmony in Diversity Award melibatkan perwakilan tokoh-tokoh Asia Tenggara, termasuk Mantan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi sebagai dewan juri. Retno hadir dalam dalam acara sosialisasi di Jakarta, (17/11).(MI/Iis Zatnika)

Southeast Asian Social Cohesion Radar pada 2025 merilis hasil studi regional oleh S. Rajaratnam School of International Studies yang menunjukkan indeks kohesi sosial di Asia Tenggara mencapai 72,4%. Temuan ini menunjukkan peluang untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya harmoni dan keberagaman di Asia Tenggara.

Temuan itu menjadi salah satu pemacu diluncurkannya Harmony in Diversity Award, penghargaan bagi individu dengan kontribusi luar biasa dalam memupuk kohesi sosial dan harmoni antar budaya di Asia Tenggara. 

Penghargaan itu diluncurkan pada 1 Agustus 2025 itu kini tengah memasuki proses pendaftaran nominasi yang akan berlangsung hingga Desember 2025. Penghargaan yang akan diberikan hanya pada satu orang itu berupa piala serta uang tunai sebesar 20.000 dollar AS. Acara penghargaan akan diselenggarakan pada 2026, dihadiri para tokoh perdamaian, pemuka opini, dan perwakilan lintas sektor. 

Dewan juri melibatkan perwakilan tokoh-tokoh Asia Tenggara, termasuk Mantan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi. "Penghargaan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang inisiatif kohesi sosial,
membangun jejaring agen perdamaian, dan meningkatkan kolaborasi lintas budaya," kata Retno dalam acara sosialisasi di Jakarta, (17/11).

Penghargaan yang diselenggarakan Temasek Foundation dan 5P Global Movement sebagai sekretariat itu, kata Retno, juga menjadi momentum apresiasi bagi individu dan institusi di Asia Tenggara yang memberikan dampak mendalam dan nyata dalam membina keberagaman, mempromosikan inklusi, dan menjunjung tinggi martabat manusia.

Nominasi harus diajukan oleh institusi, seperti lembaga swadaya masyarakat, institusi pendidikan, perusahaan, atau pemerintah. Kandidat yang memenuhi persyaratan harus menunjukkan komitmen dalam mempererat kohesi sosial melalui program-program yang relevan, inovatif, dan bermanfaat. 

Para kandidat akan dievaluasi berdasarkan kerangka penilaian yang disingkat RAISE. yang mencakup Relevance, yaitu relevansi terhadap tantangan dalam meningkatkan harmoni sosial. Alignment yaitu keselarasan dengan nilai-nilai perdamaian, kesejahteraan, manusia, bumi, dan kemitraan. Innovation yaitu pendekatan atau konsep yang inovatif. Significance yaitu dampak nyata terhadap komunitas serta Elevate yang berwujud kemampuan untuk meningkatkan kualitas hidup. (X-8)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya