Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KESATUAN Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) baru saja melangsungkan kegiatan Musyawarah Nasional ke-5 (Munas V) yang menjadi ajang konsolidasi sekaligus momentum penting untuk merumuskan strategi baru dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dan umrah di Tanah Air.
Dengan mengusung tema “World Tourism & Networking: Power Comes from Unity”, kegiatan ini menegaskan komitmen Kesthuri untuk memperluas kolaborasi global serta memperkuat jejaring nasional demi memperbaiki layanan perjalanan ibadah.
Ketua Umum Kesthuri, Asrul Aziz Taba, menjelaskan bahwa tema tersebut dirancang untuk memacu inovasi dan langkah strategis di tengah dinamika industri haji dan umrah. Tujuan utamanya adalah menghadirkan quality arrangement, kerangka layanan yang lebih berkualitas dan terukur.
“Melalui Munas ini, kita ingin melahirkan ide dan strategi baru untuk meningkatkan penyelenggaraan haji dan umrah. Semua demi kenyamanan jamaah serta kemapanan PPIU dan PIHK,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (20/11).
Asrul merinci delapan poin utama yang menjadi landasan penguatan ekosistem haji dan umrah Indonesia. Poin tersebut mencakup pengembangan ekosistem kolaboratif, pembentukan jaringan strategis, peningkatan standar layanan, hingga kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Ia menegaskan, Kesthuri hadir sebagai mitra pemerintah dalam mendukung implementasi regulasi terbaru, termasuk revisi atas UU No. 8 Tahun 2019.
Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Presiden Urusan Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, menyampaikan arahan mengenai visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekosistem haji yang modern, transparan, dan akuntabel.
“Pemerintah ingin membangun ekosistem haji yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang sehat,” kata Muhadjir.
Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa dana masyarakat yang digunakan dalam penyelenggaraan haji memberikan manfaat yang kembali kepada umat.
“Supaya ada feedback. Dana yang dikeluarkan rakyat jangan sampai tidak kembali. Bahkan idealnya ada nilai tambah,” ujarnya.
Muhadjir menyebut Presiden Prabowo memiliki perhatian khusus terhadap tata kelola haji yang bersih dan bisa dipertanggungjawabkan. “Beliau sangat ingin membangun tata kelola haji yang lebih sehat dan lebih bersih,” tambahnya.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kenyamanan jamaah, tetapi juga dari peningkatan ketakwaan dan kemabruran.
“Kita bertanggung jawab memberi pelayanan terbaik, bukan hanya kenyamanan, tetapi juga memastikan kemabruran jamaah,” tegasnya.
Ia menutup dengan pesan mengenai integritas: “Lebih baik memilih cara-cara yang bersih daripada cara-cara yang tidak terpuji.”
Melalui Munas V ini, Kesthuri menegaskan kembali komitmennya memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas pertukaran informasi, serta mendorong inovasi layanan. Agenda ini juga menjadi wadah strategis untuk menghadapi dinamika global, termasuk tantangan kompetisi layanan umrah dan haji yang semakin ketat.
Selain itu, Munas V diharapkan ikut mendukung implementasi program pemerintah “5 Pasti Umrah dan Haji”, yang menekankan kepastian legalitas, jadwal, penerbangan, layanan, dan keberangkatan jamaah.
Dengan soliditas asosiasi dan dukungan pemerintah, Kesthuri berharap ekosistem haji dan umrah Indonesia mampu tumbuh lebih sehat, terukur, dan kompetitif di kancah global. (H-2)
MENJELANG musim umrah 1447 Hijriah, Diar Al Manasik International menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat posisi di pasar Indonesia dengan berpartisipasi aktif dalam ajang tahunan, The 15th Umrah, Hajj and International Tourism Fair 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved