Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKHORIJUL huruf adalah salah satu cabang ilmu tajwid yang wajib dipelajari oleh setiap muslim yang ingin membaca Al-Qur'an dengan benar. Ilmu ini membahas tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah dari mulut, tenggorokan, hingga hidung. Tanpa memahami makhorijul huruf, bacaan kita bisa salah dan mengubah makna ayat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap: pengertian, sejarah, jumlah makhraj, pembagian 17 tempat keluar huruf, contoh dari Al-Qur'an, cara latihan, hingga kesalahan umum yang sering terjadi saat belajar makhorijul huruf.
Kata makhorijul huruf berasal dari bahasa Arab:
Jadi, makhorijul huruf artinya tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah saat kita mengucapkannya. Ilmu ini termasuk dalam tajwid, yaitu ilmu untuk memperindah bacaan Al-Qur'an.
Allah SWT memerintahkan kita membaca Al-Qur'an dengan tartil:
Arab:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Latin: Wa rattilil qur'āna tartīlā
Artinya: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil (perlahan, benar, dan indah)."
(QS. Al-Muzzammil: 4)
Rasulullah SAW juga bersabda:
Arab:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Latin: Khairukum man ta'allamal qur'āna wa 'allamahu
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari no. 5027)
Ilmu makhorijul huruf mulai disusun secara sistematis pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib RA. Beliau adalah orang pertama yang mengklasifikasikan tempat keluar huruf. Kemudian, para ulama seperti Imam Khalil bin Ahmad Al-Farahidi (w. 175 H) dan Imam Sibawaih menyempurnakan ilmu ini dalam kitab-kitab gramatika Arab.
Pada abad ke-4 Hijriah, Imam Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam menulis kitab Al-Makharij khusus membahas makhorijul huruf. Hingga kini, pembagian 17 makhraj menjadi rujukan utama di seluruh dunia Islam.
Meskipun huruf hijaiyah ada 28, tempat keluarnya hanya 17 makhraj. Beberapa huruf keluar dari tempat yang sama. Berikut pembagian lengkapnya:
Tempat keluar huruf mad (panjang): ا و ي saat dibaca memanjang.
Huruf: ء (hamzah) dan هـ
Huruf: ح dan ع
Huruf: خ dan غ
Huruf: ل
Huruf: ن
Huruf: ر
Huruf: ت د ط
Huruf: ج ش ي (non-mad)
Huruf: ي (mad), ج (tebal), ش
Huruf: ض
Huruf: ق
Huruf: ك
Huruf: ف
Huruf: ب م و (non-mad)
Tempat keluar ghunnah (dengung):
| Kesalahan | Contoh Salah | Benar |
|---|---|---|
| Hamzah dari hidung | أنا → "ana" nasal | أَحْسَنُ dari tenggorokan |
| Qaf jadi Kaf | قلب → "kalb" | قَلْبٌ dari pangkal lidah |
| ‘Ain dari tenggorokan atas | علم → "ghilm" | عِلْمٌ dari tengah tenggorokan |
Arab:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
Latin: Man qara'a ḥarfan min kitābillāhi falahu bihi ḥasanatun wal-ḥasanatu bi‘ashri amthālihā
Artinya: "Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali."
(HR. Tirmidzi no. 2910, shahih)
Makhorijul huruf adalah fondasi utama tajwid. Dengan memahami 17 tempat keluar huruf hijaiyah, dari rongga mulut, tenggorokan, lidah, bibir, hingga hidung, bacaan Al-Qur'an kita akan sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. (Z-10)
Makhorijul Huruf adalah tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah ketika diucapkan, baik dari mulut maupun tenggorokan, sesuai dengan cara pengucapan yang benar dalam ilmu tajwid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved