Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Terimakasih atau Terima Kasih: Mana yang Benar Menurut KBBI? Panduan Lengkap!

Irvan Sihombing
18/11/2025 10:18
Terimakasih atau Terima Kasih: Mana yang Benar Menurut KBBI? Panduan Lengkap!
Ilustrasi(Antara)

Pernahkah kamu menulis terimakasih di chat, email, atau surat resmi? Kata ini sering muncul di mana-mana. Tapi, apakah benar menurut aturan bahasa Indonesia? Atau seharusnya ditulis terima kasih? Artikel ini akan jawab semua pertanyaanmu secara lengkap berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Apa Itu Terimakasih dan Mengapa Banyak yang Salah Tulis?

Kata terimakasih adalah bentuk gabungan dari "terima" dan "kasih". Orang menulisnya jadi satu karena ingin cepat dan praktis. Ini sering terjadi di pesan singkat, caption media sosial, atau catatan harian.

Namun, menurut kaidah bahasa Indonesia, tidak semua kata bisa digabung. Ada aturan khusus untuk kata majemuk. Terimakasih termasuk kesalahan ejaan yang umum, sama seperti "dimana" (seharusnya "di mana") atau "daripada" (bukan "dari pada").

Sejarah Singkat Kata "Terima Kasih"

Kata "terima kasih" berasal dari bahasa Melayu klasik. "Terima" artinya menerima, sedangkan "kasih" berarti cinta atau kebaikan. Gabungan ini menyatakan rasa syukur atas pemberian atau bantuan.

Dalam perkembangannya, masyarakat mulai menyatukannya jadi terimakasih karena pengaruh bahasa lisan dan kebiasaan digital. Tapi, KBBI tetap mempertahankan bentuk baku: terima kasih.

Apa Kata Resmi KBBI tentang Terimakasih?

Menurut KBBI edisi daring (kbbi.kemdikbud.go.id), entri yang benar adalah:

terima kasih /te·ri·ma ka·sih/ n ungkapan yang menyatakan rasa syukur atas suatu pemberian atau bantuan.

Tidak ada entri untuk "terimakasih". Artinya, bentuk gabung itu tidak baku dan salah dalam penulisan formal.

Aturan Ejaan yang Berlaku

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI):

  • Kata yang terdiri dari kata kerja + kata benda ditulis terpisah.
  • Contoh: ambil alih, buang air, terima kasih.

Jadi, "terima" (kata kerja) dan "kasih" (kata benda) harus dipisah spasi.

Tabel Perbandingan Ejaan

Salah Benar Alasan
terimakasih terima kasih Kata kerja + kata benda dipisah
dimana di mana Preposisi + kata tanya dipisah
daripada dari pada Preposisi + preposisi dipisah

Contoh Kalimat Terima Kasih yang Benar

Berikut contoh penggunaan dalam kalimat sehari-hari:

  • Terima kasih banyak atas undangannya.
  • Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
  • Terima kasih sudah membantu mengerjakan tugas.
  • Kartu ucapan bertuliskan: "Terima kasih atas kehadirannya."

Sedangkan jika pakai terimakasih, akan dianggap salah di dokumen resmi, surat dinas, atau karya tulis ilmiah.

Kapan Boleh Pakai Terimakasih?

Dalam konteks informal seperti chat pribadi atau catatan singkat, terimakasih masih bisa ditoleransi. Tapi tetap lebih baik pakai terima kasih agar terbiasa dengan ejaan baku.

Cara Mudah Menghafal dan Menghindari Kesalahan Terimakasih

Ini tips praktis untukmu:

  1. Cek KBBI Online – Buka kbbi.kemdikbud.go.id saat ragu.
  2. Gunakan Pemeriksa Ejaan – Aktifkan fitur di Google Docs atau Microsoft Word.
  3. Ingat Pola – Kata kerja + kata benda = pisah spasi.
  4. Latihan Menulis – Buat 5 kalimat dengan "terima kasih" setiap hari.
  5. Baca Tulisan Resmi – Perhatikan surat, berita, atau buku pelajaran.

Aplikasi yang Membantu Ejaan Baku

  • KBBI Daring (resmi)
  • Grammarly (versi Indonesia)
  • Google Docs dengan add-on bahasa Indonesia

Dampak Salah Tulis Terimakasih di Dunia Profesional

Dalam surat lamaran kerja, email bisnis, atau laporan, kesalahan ejaan bisa menurunkan kesan profesional. Bayangkan menulis:

"Terimakasih atas kesempatan wawancara ini."

HRD mungkin menganggapmu kurang teliti. Padahal, cukup ganti jadi:

"Terima kasih atas kesempatan wawancara ini."

Perubahan kecil, dampak besar!

Kesimpulan: Selalu Gunakan Terima Kasih, Bukan Terimakasih

Jadi, jawaban resmi menurut KBBI: terima kasih adalah bentuk yang benar. Terimakasih adalah kesalahan ejaan yang harus dihindari, terutama di tulisan formal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya