Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Pernahkah kamu menulis terimakasih di chat, email, atau surat resmi? Kata ini sering muncul di mana-mana. Tapi, apakah benar menurut aturan bahasa Indonesia? Atau seharusnya ditulis terima kasih? Artikel ini akan jawab semua pertanyaanmu secara lengkap berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Kata terimakasih adalah bentuk gabungan dari "terima" dan "kasih". Orang menulisnya jadi satu karena ingin cepat dan praktis. Ini sering terjadi di pesan singkat, caption media sosial, atau catatan harian.
Namun, menurut kaidah bahasa Indonesia, tidak semua kata bisa digabung. Ada aturan khusus untuk kata majemuk. Terimakasih termasuk kesalahan ejaan yang umum, sama seperti "dimana" (seharusnya "di mana") atau "daripada" (bukan "dari pada").
Kata "terima kasih" berasal dari bahasa Melayu klasik. "Terima" artinya menerima, sedangkan "kasih" berarti cinta atau kebaikan. Gabungan ini menyatakan rasa syukur atas pemberian atau bantuan.
Dalam perkembangannya, masyarakat mulai menyatukannya jadi terimakasih karena pengaruh bahasa lisan dan kebiasaan digital. Tapi, KBBI tetap mempertahankan bentuk baku: terima kasih.
Menurut KBBI edisi daring (kbbi.kemdikbud.go.id), entri yang benar adalah:
terima kasih /te·ri·ma ka·sih/ n ungkapan yang menyatakan rasa syukur atas suatu pemberian atau bantuan.
Tidak ada entri untuk "terimakasih". Artinya, bentuk gabung itu tidak baku dan salah dalam penulisan formal.
Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI):
Jadi, "terima" (kata kerja) dan "kasih" (kata benda) harus dipisah spasi.
| Salah | Benar | Alasan |
|---|---|---|
| terimakasih | terima kasih | Kata kerja + kata benda dipisah |
| dimana | di mana | Preposisi + kata tanya dipisah |
| daripada | dari pada | Preposisi + preposisi dipisah |
Berikut contoh penggunaan dalam kalimat sehari-hari:
Sedangkan jika pakai terimakasih, akan dianggap salah di dokumen resmi, surat dinas, atau karya tulis ilmiah.
Dalam konteks informal seperti chat pribadi atau catatan singkat, terimakasih masih bisa ditoleransi. Tapi tetap lebih baik pakai terima kasih agar terbiasa dengan ejaan baku.
Ini tips praktis untukmu:
Dalam surat lamaran kerja, email bisnis, atau laporan, kesalahan ejaan bisa menurunkan kesan profesional. Bayangkan menulis:
"Terimakasih atas kesempatan wawancara ini."
HRD mungkin menganggapmu kurang teliti. Padahal, cukup ganti jadi:
"Terima kasih atas kesempatan wawancara ini."
Perubahan kecil, dampak besar!
Jadi, jawaban resmi menurut KBBI: terima kasih adalah bentuk yang benar. Terimakasih adalah kesalahan ejaan yang harus dihindari, terutama di tulisan formal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved