Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Permintaan Transplantasi Rambut Meningkat, Ini Kiat Terhindar dari Teknik DHI Palsu

Despian Nurhidayat
17/11/2025 14:31
Permintaan Transplantasi Rambut Meningkat, Ini Kiat Terhindar dari Teknik DHI Palsu
Ilustrasi(Dok ist)

PERMINTAAN transplantasi rambut di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran atas penampilan dan kepercayaan diri.

Di tengah popularitas itu, muncul fenomena yang perlu diwaspadai. Di antaranya, sejumlah klinik yang mengklaim menggunakan teknik direct hair implantation (DHI), padahal tidak mengikuti standar aslinya.

Metode DHI ialah teknik transplantasi rambut modern tanpa rasa sakit, tanpa sayatan dan bekas luka, serta memberikan hasil tampak alami.

Metode DHI dikembangkan eksklusif oleh DHI Global Medical Group, lembaga medis internasional yang berdiri sejak 1970 di Athena, Yunani, dengan lebih dari 70 klinik resmi di 45 negara dan lebih dari 500 ribu pasien di seluruh dunia.

Pendiri Farmanina Hair & Aesthetic Clinic, Dr Cintawati Farmanina, menerangkan dalam prosedur DHI yang asli, setiap tahap dilakukan sesuai protokol medis internasional, mulai dari konsultasi awal, persiapan, implantasi, hingga perawatan pasca tindakan.

Keunggulan utamanya, metode single-step implantation yaitu proses satu langkah menggunakan alat eksklusif DHI Implanter yang memungkinkan dokter menanam folikel rambut tanpa perlu membuat sayatan terlebih dulu.

DHI Implanter dapat mengatur kedalaman, arah, dan sudut tumbuh rambut, sehingga hasilnya terlihat alami dan tidak meninggalkan jaringan parut.

Semua proses dilakukan langsung oleh dokter yang menempuh pendidikan dengan standard DHI Global, bukan oleh teknisi atau asisten. Folikel rambut juga segera ditanam setelah diambil untuk memastikan tingkat keberhasilan mencapai 97%, jauh diatas rata-rata metode konvensional.

DHI klinik di semua negara menghitung kebutuhan rambut secara detail untuk setiap orangnya. Ini disesuaikan dengan bentuk wajah, kondisi rambut saat ini, sehingga hasilnya 100% natural.

Perhitungan yang sangat personal ini menyebabkan klinik-klinik DHI di dunia tak mengenal istilah maximum graft untuk kebutuhan transplantasi.

Sebaliknya, prosedur yang disebut DHI di banyak klinik tidak jarang hanyalah modifikasi metode FUE konvensional. Klinik ini biasanya tetap melakukan dua langkah yaitu membuat saluran, kemudian menanam folikel, tetapi melabelinya sebagai DHI untuk meningkatkan prestise.

Akibatnya, pasien mengeluhkan hasil tak alami seperti kepadatan rambut tidak merata, arah tumbuh salah, dan jaringan parut yang tampak jelas.

Selain itu, tak sedikit klinik yang menggunakan foto hasil editan atau gambar dari internet untuk promosi di media sosial.
“Pemasaran seperti ini menyesatkan dan berpotensi membahayakan pasien yang tidak memahami perbedaannya,” ujar Cintawati selaku representatif resmi DHI Global di Indonesia.

Menurutnya, bagi calon pasien yang mau menjalani transplantasi rambut, ada panduan singkat untuk memastikan keaslian teknik DHI yang digunakan.

Pertama, verifikasi sertifikasi resmi DHI Medical Group. Selanjutnya, periksa foto hasil pasien asli klinik, bukan stok foto, serta pastikan klinik adalah klinik terverifikasi dan representatif resmi DHI Global.

Kemudian, hitunglah jumlah folikel secara logis dan meminta penjelasan secara medis yang transparan.

"Terakhir, utamakan keamanan dan kejujuran biaya. Klinik resmi selalu terbuka mengenai proses, risiko, dan hasil yang realistis," ujarnya.

Di Indonesia, jelas dia, Farmanina Hair & Aesthetic Clinic merupakan satu-satunya klinik resmi DHI Global Medical Group. Berdiri sejak 2006, klinik ini menjadi pelopor transplantasi rambut modern di Tanah Air dengan metode DHI yang terstandarisasi internasional.

Farmanina memiliki jaringan terluas dengan tiga cabang di Jakarta, satu di Bali, dan November 2025 baru buka di Surabaya. Farmanina Hair Transplant Center juga bekerja sama dengan klinik Premium Dermalove di Batam dan Keilyn Beauty Center di Balikpapan untuk hair transplant.

“Kami mau memastikan masyarakat mendapatkan hasil transplantasi rambut yang aman, alami, serta sesuai standar global, bukan versi tiruannya,” tegas Cintawati. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya