Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Apa Itu Sasaran: Pengertian Lengkap, Jenis, Contoh, dan Cara Menetapkannya agar Sukses

Irvan Sihombing
17/11/2025 11:57
Apa Itu Sasaran: Pengertian Lengkap, Jenis, Contoh, dan Cara Menetapkannya agar Sukses
Ilustrasi(Freepik)

Pernah bertanya-tanya, apa itu sasaran? Kata ini sering muncul di sekolah, kantor, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Tapi, apakah kamu benar-benar paham artinya? Artikel ini akan membahas apa itu sasaran secara mendalam, mulai dari pengertian dasar, jenis-jenisnya, contoh nyata, hingga cara membuat sasaran yang efektif. Cocok untuk pelajar, karyawan, pengusaha, atau siapa saja yang ingin hidup lebih terarah.

Pengertian Apa Itu Sasaran

Apa itu sasaran? Secara sederhana, sasaran adalah tujuan spesifik yang ingin dicapai dalam waktu tertentu. Sasaran bukan sekadar mimpi, tapi target yang jelas, terukur, dan bisa dievaluasi. Tanpa sasaran, kita seperti berlayar tanpa kompas—mungkin bergerak, tapi tidak tahu arahnya.

Menurut para ahli manajemen, sasaran adalah bagian penting dari perencanaan. Peter Drucker, bapak manajemen modern, pernah berkata bahwa sasaran yang baik harus memenuhi kriteria tertentu agar bisa dicapai dengan sukses.

Contoh sederhana: seorang pelajar punya sasaran “mendapat nilai rata-rata 85 di rapor semester ini”. Itu sasaran yang bagus karena:

  • Jelas (nilai 85),
  • Bisa diukur (dari rapor),
  • Ada batas waktu (semester ini).

Perbedaan Sasaran, Tujuan, dan Visi

Banyak orang masih bingung membedakan ketiga istilah ini. Berikut penjelasannya:

Istilah Penjelasan Contoh
Visi Gambaran besar di masa depan, bersifat inspiratif “Menjadi perusahaan teknologi terdepan di Indonesia”
Tujuan Arah umum yang ingin dicapai, masih agak luas “Meningkatkan penjualan produk”
Sasaran Target spesifik, terukur, dan berbatas waktu “Meningkatkan penjualan sebesar 20% dalam 6 bulan”

Jenis-Jenis Sasaran Berdasarkan Berbagai Kategori

Sasaran bisa dibedakan dari beberapa sudut pandang. Berikut jenis-jenisnya:

1. Berdasarkan Waktu

a. Sasaran Jangka Pendek

Sasaran yang dicapai dalam waktu kurang dari 1 tahun. Biasanya lebih mudah direncanakan dan dievaluasi.

  • Contoh: menyelesaikan 5 bab pelajaran dalam 2 minggu.
  • Contoh: menabung Rp500.000 bulan ini.

b. Sasaran Jangka Menengah

Waktu pencapaian 1–3 tahun. Menjembatani antara jangka pendek dan panjang.

  • Contoh: lulus SMA dengan nilai rata-rata 90.
  • Contoh: memiliki modal usaha Rp50 juta dalam 2 tahun.

c. Sasaran Jangka Panjang

Lebih dari 3 tahun. Biasanya terkait mimpi besar hidup.

  • Contoh: menjadi dokter spesialis anak dalam 10 tahun.
  • Contoh: pensiun dengan tabungan Rp2 miliar di usia 50 tahun.

2. Berdasarkan Subjek

a. Sasaran Pribadi

Hanya untuk diri sendiri.

  • Contoh: belajar bahasa Inggris lancar dalam 1 tahun.

b. Sasaran Keluarga

Untuk anggota keluarga.

  • Contoh: liburan ke Bali bersama keluarga tahun depan.

c. Sasaran Tim/Kelompok

Untuk tim di sekolah, kantor, atau organisasi.

  • Contoh: tim pemasaran meningkatkan leads 30% kuartal ini.

3. Berdasarkan Bidang Kehidupan

  • Pendidikan: naik kelas dengan predikat terbaik.
  • Karier: promosi jabatan dalam 18 bulan.
  • Kesehatan: turun 10 kg dalam 6 bulan.
  • Keuangan: lunas hutang kartu kredit tahun ini.
  • Sosial: mengadakan bakti sosial 4 kali setahun.

Cara Menetapkan Sasaran yang Efektif dengan Metode SMART

Agar sasaran tidak hanya jadi angan-angan, gunakan metode SMART. Ini adalah standar internasional yang digunakan perusahaan besar hingga individu sukses.

Penjelasan SMART Secara Detail

  1. Specific (Spesifik)
    Jangan samar. Tanya 5W1H: Apa? Siapa? Di mana? Kapan? Mengapa? Bagaimana?
    Salah: “Ingin lebih pintar.”
    Benar: “Membaca 1 buku nonfiksi setiap bulan.”
  2. Measurable (Terukur)
    Harus ada angka atau indikator keberhasilan.
    Contoh: “Mengumpulkan 1000 followers Instagram dalam 3 bulan.”
  3. Achievable (Dapat Dicapai)
    Realistis sesuai kemampuan, sumber daya, dan waktu.
    Salah: “Menjadi miliarder dalam 1 tahun (tanpa modal).”
    Benar: “Mendapatkan penghasilan tambahan Rp2 juta/bulan dari freelance.”
  4. Relevant (Relevan)
    Sesuai dengan tujuan besar dan nilai hidup.
    Contoh: Jika tujuan jadi dokter, sasaran “lulus ujian kedokteran” lebih relevan daripada “menjadi YouTuber terkenal.”
  5. Time-bound (Berbatas Waktu)
    Ada deadline jelas.
    Contoh: “Menyelesaikan kursus online sebelum 30 Juni 2026.”

Contoh Penerapan SMART

Kasus: Ingin belajar bahasa Inggris.

  • S: Menguasai 500 kosakata baru.
  • M: Tes dengan aplikasi, skor minimal 90/100.
  • A: Belajar 30 menit/hari, realistis bagi pelajar.
  • R: Mendukung cita-cita kuliah di luar negeri.
  • T: Selesai dalam 3 bulan (Agustus–Oktober 2025).

Sasaran akhir: “Menguasai 500 kosakata bahasa Inggris dengan skor tes 90/100 melalui belajar 30 menit/hari, selesai Oktober 2025.”

Contoh Sasaran Nyata di Berbagai Bidang

1. Di Sekolah

  • Menjadi juara kelas semester ini.
  • Mengumpulkan 10 piala lomba akademik dalam 2 tahun.

2. Di Kantor

  • Menyelesaikan 5 proyek tepat waktu kuartal ini.
  • Meningkatkan kepuasan pelanggan dari 75% menjadi 90%.

3. Dalam Bisnis

  • Mencapai omset Rp100 juta/bulan dalam 12 bulan.
  • Membuka 3 cabang baru di tahun 2026.

4. Kesehatan dan Gaya Hidup

  • Berolahraga 4 kali seminggu selama 6 bulan.
  • Tidur minimal 7 jam per malam mulai sekarang.

Tips Sukses Mencapai Sasaran

  1. Tulis sasaranmu di kertas atau aplikasi. Otak lebih mudah mengingat.
  2. Buat rencana harian. Sasaran besar dipecah jadi langkah kecil.
  3. Pantau kemajuan setiap minggu. Gunakan jurnal atau checklist.
  4. Cari dukungan. Ceritakan pada teman atau keluarga.
  5. Rayakan pencapaian kecil. Ini menjaga motivasi.
  6. Jangan takut gagal. Evaluasi dan perbaiki sasaran jika perlu.

Kesalahan Umum dalam Menetapkan Sasaran

  • Terlalu banyak sasaran sekaligus → fokus hilang.
  • Tidak realistis → mudah menyerah.
  • Tanpa batas waktu → ditunda terus.
  • Tidak ditulis → lupa atau berubah-ubah.

Kesimpulan: Mulai Tentukan Sasaranmu Sekarang!

Sekarang kamu sudah tahu apa itu sasaran, bedanya dengan tujuan, jenis-jenisnya, cara membuat dengan SMART, hingga tips sukses mencapainya. Sasaran adalah peta jalan menuju mimpi. Tanpa sasaran, impian hanya jadi khayalan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya