Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
FASTABIQUL khairat adalah ajakan dari Allah SWT untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini bisa membuat hidup kita lebih bermakna. Kata kunci utama, sebutkan dan jelaskan manfaat fastabiqul khairat dalam kehidupan sehari-hari, akan kita bahas secara sederhana di sini. Mari kita pelajari bersama agar bisa diterapkan dengan mudah.
Fastabiqul khairat berasal dari bahasa Arab yang artinya "berlomba-lomba dalam kebaikan". Ini bukan kompetisi biasa, tapi cara untuk saling dorong melakukan hal-hal baik. Al-Quran menyebutkan perintah ini agar umat Islam selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam amal shaleh.
Salah satu ayat utama tentang fastabiqul khairat adalah Surat Al-Baqarah ayat 148. Berikut teks Arab, latin, dan terjemahannya:
Arab:
Latin: Wa likullin wijhatun huwa muwalliihaa fastabiqul khairaat; ayna maa takuunuu yaati bikumullaahu jamii'aa; innal laaha 'alaa kulli shai'in qadiir
Terjemahan: "Dan bagi setiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Ayat ini mengajak kita untuk tidak menunda-nunda kebaikan, tapi segera lakukan di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ada ayat lain yang mendukung. Surat Al-Maidah ayat 48:
Arab:
Latin: Wa likullin ja'alnaa minkum syi'ratan wa minhaajaa, falau annallaaha syaa'a laja'alakum ummatan waahidah, wa laakin liyabluwakum fii maa aataakum, fastabiqul khairaat, ilallaah marji'ukum jamii'aa fa yunabbi'ukum bimaa kuntum fiihi taxtali fuun
Terjemahan: "Dan bagi tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali. Maka akan Dia memberitahukan kepadamu tentang yang kamu perbedakan itu."
Dari ayat ini, kita belajar bahwa perbedaan justru jadi kesempatan untuk berlomba kebaikan.
Rasulullah SAW juga mendorong fastabiqul khairat. Dalam hadits shahih riwayat Muslim, beliau bersabda:
Arab:
Latin: Man sabaqa ilal khayrayni fahuwa afdalu min man sabaqa ilal khairil akhar
Terjemahan: "Barangsiapa yang mendahului (berbuat) salah satu dari dua kebaikan ini, maka dia lebih utama daripada yang mendahului kebaikan yang lain."
Hadits ini menekankan pentingnya bersegera dalam kebaikan, seperti shalat tepat waktu atau sedekah saat mampu.
Sekarang, mari sebutkan dan jelaskan manfaat fastabiqul khairat dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak keuntungan yang bisa kita rasakan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Berikut penjelasannya secara sederhana.
Manfaat pertama adalah mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berlomba kebaikan, kita bisa dapat ampunan dosa lebih cepat. Ini seperti investasi untuk akhirat yang aman. Dalam sehari-hari, ini bikin hati tenang karena tahu amal kita diterima.
Fastabiqul khairat dorong kita belajar hal baru. Misalnya, belajar bantu orang sakit atau bagikan ilmu. Hasilnya, diri kita jadi lebih pintar dan percaya diri. Di kehidupan sehari-hari, ini bantu kita sukses di kerjaan atau sekolah.
Kebaikan menular! Saat kita senyum ke tetangga atau bantu teman, orang lain ikut termotivasi. Ini ciptakan lingkungan rumah atau kantor yang harmonis. Manfaatnya, hubungan sosial kita lebih baik dan jarang konflik.
Setiap hari kita punya 24 jam. Dengan fastabiqul khairat, waktu tidak sia-sia. Daripada main gadget berjam-jam, kita bisa baca Al-Quran atau olahraga. Hasilnya, hidup terasa lebih produktif dan bahagia.
Orang yang sibuk kebaikan jarang tergoda hal buruk. Misalnya, daripada bergosip, kita pilih istighfar. Ini lindungi hati dari stres dan depresi. Di sehari-hari, kita lebih fokus pada hal positif.
Kebaikan bawa berkah, seperti rezeki lancar atau keluarga rukun. Allah janjikan balasan berlipat. Contoh, sedekah kecil bisa buka pintu rezeki besar. Ini bikin hari-hari kita penuh syukur.
Fastabiqul khairat ajar kita bersaing tanpa iri hati. Pesaing jadi teman, bukan musuh. Di masyarakat, ini ciptakan budaya saling dukung, seperti gotong royong di kampung.
Untuk rasakan manfaatnya, coba mulai dari hal kecil. Bangun pagi untuk shalat subuh, bantu orang tua di rumah, atau bagikan makanan ke tetangga. Konsisten adalah kuncinya. Ingat, Allah lihat niat kita yang tulus.
Sebutkan dan jelaskan manfaat fastabiqul khairat dalam kehidupan sehari-hari memang penting untuk motivasi. Dari ridha Allah hingga hidup berkah, semua bisa kita dapatkan. Yuk, mulai sekarang berlomba kebaikan agar dunia dan akhirat indah. Semoga bermanfaat! (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved