Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BUMI berputar pada porosnya sendiri dari barat ke timur, sekali setiap 24 jam. Gerakan ini disebut rotasi bumi. Tanpa kita sadari, dampak rotasi bumi memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari kapan kita bangun tidur hingga bagaimana pesawat terbang melintasi benua. Artikel ini akan membahas tujuh dampak utama secara sederhana namun mendalam.
Dampak rotasi bumi yang paling mudah dilihat adalah pergantian siang dan malam. Saat satu sisi bumi menghadap matahari, daerah itu terang dan hangat, itu siang hari. Sisi yang membelakangi matahari menjadi gelap dan dingin, itu malam hari.
Rotasi bumi membuat matahari tampak “terbit” di timur dan “terbenam” di barat. Padahal, matahari diam di tempatnya. Bumilah yang bergerak. Proses ini mengatur ritme biologis manusia, hewan, dan tumbuhan. Tanpa siang malam, kita tidak akan memiliki jam tidur teratur, dan tanaman tidak bisa berfotosintesis dengan baik.
Jika bumi tidak berotasi, satu sisi akan terus menerus panas terik, sementara sisi lain membeku dalam kegelapan abadi. Kehidupan seperti yang kita kenal tidak akan mungkin terjadi.
Bumi berputar 15 derajat setiap jam (360 derajat ÷ 24 jam). Karena itulah, dunia dibagi menjadi 24 zona waktu. Saat matahari tepat di atas kepala kita (pukul 12 siang), di belahan bumi lain bisa jadi tengah malam.
Contoh nyata: Ketika kamu sarapan di Jakarta pukul 07.00 WIB, orang di London baru tidur (pukul 00.00 GMT), dan di Los Angeles masih pukul 16.00 sore hari sebelumnya. Dampak rotasi bumi ini sangat penting dalam perdagangan internasional, komunikasi, dan transportasi global.
Saat kamu terbang dari Jakarta ke New York (melawan arah rotasi bumi), tubuhmu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan ritme siang-malam baru. Inilah yang disebut jet lag, salah satu bukti nyata dampak rotasi bumi pada manusia modern.
Ketika bumi berputar, benda yang bergerak di permukaannya, tampak berbelok. Ini disebut efek Coriolis, salah satu dampak rotasi bumi yang sangat penting dalam meteorologi.
Efek ini membentuk pola siklon tropis. Di Samudra Pasifik, badai berputar berlawanan jarum jam. Di Samudra Hindia, searah jarum jam. Tanpa efek Coriolis, prakiraan cuaca tidak akan akurat.
Musim hujan di Indonesia dipengaruhi oleh pergerakan angin muson yang dibelokkan oleh rotasi bumi. Itulah mengapa hujan deras sering datang dari arah barat laut pada musim penghujan.
Pasang surut air laut terjadi karena tarikan gravitasi bulan dan matahari. Namun, dampak rotasi bumi membuat fenomena ini lebih kompleks. Saat bumi berputar, air laut cenderung “terlempar” ke arah luar di khatulistiwa akibat gaya sentrifugal.
Hasilnya: kita mengalami dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari. Nelayan di pantai utara Jawa mengandalkan jadwal ini untuk melaut. Pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLT Pasang Surut) juga memanfaatkan energi dari gerakan air ini.
Di Teluk Fundy, Kanada, selisih tinggi air saat pasang dan surut bisa mencapai 16 meter, setara gedung 5 lantai! Ini adalah salah satu dampak rotasi bumi yang paling dramatis.
Setiap malam, bintang-bintang tampak bergerak dari timur ke barat. Padahal, bumilah yang berputar. Dampak rotasi bumi ini sudah digunakan manusia sejak ribuan tahun lalu untuk navigasi.
Nenek moyang pelaut Polinesia menentukan arah dengan melihat posisi bintang. Petani di desa mengatur waktu tanam berdasarkan kapan matahari terbit. Bahkan aplikasi kalender lunar di ponselmu menggunakan data ini.
Teleskop luar angkasa seperti Hubble harus mengimbangi rotasi bumi agar bisa mengambil foto bintang dengan jelas. Tanpa perhitungan ini, semua gambar akan buram.
Pesawat yang terbang ke timur (mengikuti arah rotasi bumi) mendapat “dorongan” gratis dari kecepatan putaran bumi, sekitar 1.670 km/jam di khatulistiwa. Akibatnya, penerbangan Jakarta–Tokyo lebih cepat dan hemat bahan bakar daripada Jakarta–Los Angeles.
Dampak rotasi bumi ini menghemat miliaran liter bahan bakar aviasi setiap tahun. Maskapai besar seperti Singapore Airlines dan Emirates merancang rute penerbangan dengan mempertimbangkan faktor ini.
Penerbangan London–New York (barat) biasanya 1 jam lebih lama daripada New York–London (timur), meski jarak sama. Perbedaan ini murni karena rotasi bumi.
Di khatulistiwa, rotasi bumi menghasilkan gaya sentrifugal yang “mengurangi” efek gravitasi. Akibatnya, berat badanmu di Jakarta sekitar 0,5% lebih ringan dibandingkan jika kamu berdiri di kutub utara.
Meski kecil, dampak rotasi bumi ini bisa diukur dengan timbangan presisi tinggi. Ilmuwan menggunakan data ini untuk memetakan bentuk bumi yang sebenarnya, sedikit pepat di kutub dan menggembung di khatulistiwa (disebut oblate spheroid).
Atlet lempar lembing atau tolak peluru sedikit lebih unggul saat bertanding di khatulistiwa karena gaya gravitasi efektif lebih lemah. Perbedaan ini kecil, tapi bisa menentukan medali emas!
Dampak rotasi bumi bukan hanya teori di buku pelajaran IPA. Dari bangun pagi, menonton cuaca, naik pesawat, hingga menimbang berat badan, semuanya dipengaruhi oleh gerakan bumi yang tak pernah berhenti ini.
Dengan memahami tujuh dampak di atas, kita jadi lebih menghargai betapa sempurnanya sistem alam semesta. Bumi tidak hanya mengorbit matahari, ia juga berputar dengan presisi luar biasa demi mendukung kehidupan.
Jadi, lain kali kamu melihat matahari terbit, ingatlah: itu bukan matahari yang bergerak. Itu dampak rotasi bumi yang sedang bekerja untukmu, setiap hari, tanpa henti. (P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved