Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGQODHO sholat adalah kewajiban bagi umat Islam yang terlewat menunaikan sholat wajib tepat waktu. Salah satu kasus yang sering terjadi adalah mengqodho sholat Ashar di waktu Maghrib. Artikel ini akan menjelaskan cara mengqodho sholat Ashar di waktu Maghrib secara mudah, sesuai ajaran Islam, dan dilengkapi dalil dari Al-Qur'an dan Hadits. Ditulis dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami, panduan ini cocok untuk semua umat Islam.
Mengqodho sholat berarti mengerjakan sholat wajib yang terlewat di luar waktu yang ditentukan. Misalnya, sholat Ashar yang tidak sempat dikerjakan pada waktunya (setelah tengah hari hingga sebelum matahari terbenam) dapat diqodho di waktu lain, seperti waktu Maghrib. Hal ini berdasarkan dalil dari Al-Qur'an dan Hadits yang menegaskan pentingnya menjaga sholat.
Dalil Al-Qur'an:
Allah berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 103:
Fa-idza qadaytumus-salata fadhkuru Allaha qiyaman waqu’udan wa’ala junubikum fa-idza tma’nantum fa-aqimus-salata inna as-salata kanat ‘ala al-mu’minina kitaban mawqutan
Artinya: “Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat, ingatlah Allah ketika berdiri, duduk, dan berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
Dalil Hadits:
Rasulullah SAW bersabda:
Man nasiya salatan falyusalliha idza dzakaraha la kaffarata laha illa dzalika
Artinya: “Barang siapa yang lupa mengerjakan sholat, maka hendaklah ia mengerjakannya ketika ia ingat. Tidak ada kaffarah (tebusan) baginya kecuali itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Berikut adalah panduan praktis untuk mengqodho sholat Ashar di waktu Maghrib:
أُصَلِّي فَرْضَ العَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قَضَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’atin mustaqbilal qiblati qadha’an lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat sholat fardu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai qadha karena Allah Ta’ala.”
Sholat qadha sebaiknya dilakukan secepat mungkin setelah Anda ingat. Dalam kasus cara mengqodho sholat Ashar di waktu Maghrib, waktu Maghrib adalah waktu yang tepat karena berdekatan dengan waktu Ashar yang terlewat. Namun, jika ada sholat lain yang juga terlewat, urutkan sesuai waktu aslinya (misalnya, Dzuhur dulu, lalu Ashar, baru Maghrib).
Meskipun Islam memberikan keringanan untuk mengqodho sholat, menjaga sholat tepat waktu tetap menjadi prioritas. Sholat adalah ibadah utama yang membedakan seorang mukmin dari yang lain. Rasulullah SAW bersabda:
Al-‘ahdu alladhi bainana wa bainahum as-salatu faman tarakaha faqad kafara
Artinya: “Perjanjian antara kami dan mereka adalah sholat. Barang siapa yang meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah)
Dengan menjaga sholat tepat waktu, kita menunjukkan ketaatan kepada Allah dan menjaga hubungan spiritual kita dengan-Nya.
Mengqodho sholat Ashar di waktu Maghrib adalah solusi syariat bagi yang terlewat sholat Ashar. Dengan niat yang benar, urutan yang sesuai, dan kekhusyukan, sholat qadha tetap sah dan diterima. Namun, usahakan untuk selalu menjalankan sholat tepat waktu agar terhindar dari keharusan mengqodho. Semoga panduan ini membantu Anda memahami cara mengqodho sholat Ashar di waktu Maghrib dengan mudah dan sesuai ajaran Islam. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved