Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKAM Utsman bin Affan di Jannatul Baqi, Madinah, adalah salah satu situs bersejarah yang dikunjungi jutaan umat Muslim setiap tahun. Tempat ini bukan sekadar batu nisan, tetapi simbol pengabdian, kedermawanan, dan pengorbanan seorang khalifah ketiga dalam sejarah Islam. Artikel ini akan membawa Anda menelusuri lokasi makam, kisah hidup Utsman, jasa-jasanya, hingga peristiwa tragis yang mengakhiri hidupnya. Mari kita mulai perjalanan ini dengan hati terbuka.
Utsman bin Affan adalah sahabat senior Nabi Muhammad SAW yang lahir sekitar tahun 576 M di Mekah. Berasal dari keluarga kaya suku Quraisy, ia dikenal sebagai pedagang sukses dengan harta melimpah. Namun, kekayaannya tidak membuatnya sombong. Sebaliknya, Utsman dikenal sangat dermawan, sering membantu fakir miskin dan menyokong dakwah Islam.
Ia mendapat julukan Dzu an-Nurain (Pemilik Dua Cahaya) karena menikahi dua putri Nabi, yaitu Ruqayyah dan, setelah Ruqayyah wafat, Ummu Kulsum. Utsman memeluk Islam di awal dakwah Nabi, menjadikannya salah satu dari enam sahabat pertama yang menerima ajaran Islam. Keimanan dan kesetiaannya menjadikannya figur terhormat di kalangan umat Muslim.
Pada tahun 644 M, Utsman terpilih sebagai khalifah ketiga setelah Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Ia memimpin selama 12 tahun, periode yang penuh prestasi sekaligus tantangan. Kepemimpinannya dikenal sebagai masa ekspansi wilayah Islam dan penyatuan Al-Quran.
Makam Utsman bin Affan berada di Jannatul Baqi, pemakaman tertua dan paling suci di Madinah. Terletak di sisi timur Masjid Nabawi, Jannatul Baqi menjadi tempat peristirahatan terakhir banyak sahabat Nabi, termasuk istri-istri Nabi, putra-putrinya, serta tokoh seperti Hasan bin Ali dan Malik bin Anas.
Makam Utsman ditandai dengan kesederhanaan, sesuai tradisi Islam awal. Dikelilingi tembok rendah, makam ini dirancang agar peziarah bisa melihatnya dari kejauhan tanpa mengganggu kesucian tempat. Lokasinya strategis, hanya beberapa menit berjalan kaki dari Masjid Nabawi, menjadikannya tujuan ziarah populer bagi jamaah haji dan umrah.
Untuk sampai ke makam Utsman bin Affan, Anda bisa berjalan kaki dari Masjid Nabawi ke arah timur sekitar 500 meter. Pintu masuk Jannatul Baqi terbuka untuk umum, tetapi ada aturan ketat yang harus diikuti. Pengunjung pria diizinkan masuk pada waktu tertentu, biasanya pagi dan sore, sementara wanita hanya boleh masuk di waktu khusus dengan pendamping.
Saat berziarah, kenakan pakaian sopan, hindari berbicara keras, dan jangan mengambil foto. Fokuslah pada doa dan refleksi atas kehidupan Utsman. Pastikan juga untuk memeriksa jadwal buka pemakaman, karena bisa berubah tergantung musim haji atau umrah.
Kehidupan Utsman penuh dengan teladan mulia. Sebelum menjadi khalifah, ia dikenal sebagai penyokong utama umat Islam di masa sulit. Berikut beberapa jasa besar Utsman untuk Islam:
Salah satu kontribusi terbesar Utsman adalah menyatukan Al-Quran dalam satu mushaf resmi. Pada masanya, perbedaan dialek membaca Al-Quran di berbagai wilayah menyebabkan potensi perpecahan. Utsman membentuk tim di bawah Zaid bin Tsabit untuk menyalin Al-Quran berdasarkan naskah asli yang disimpan Hafshah, istri Nabi. Mushaf ini lalu disebarkan ke berbagai wilayah, memastikan keseragaman bacaan hingga hari ini.
Utsman terkenal dengan sumbangan hartanya. Saat umat Islam kekurangan air di Madinah, ia membeli sumur Raumah dan mewakafkannya untuk umum. Dalam Perang Tabuk, ia menyumbang 1.000 dinar emas, 300 unta, dan banyak perbekalan. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah telah menjamin syurga bagi Utsman atas kebaikannya ini.
Di bawah kepemimpinannya, wilayah Islam meluas hingga ke Persia, Afrika Utara, dan bagian Timur Tengah. Utsman juga membentuk angkatan laut Islam pertama, yang membantu penaklukan wilayah seperti Siprus. Meski ekspansi ini sukses, ia tetap menekankan pendekatan damai dalam dakwah.
Utsman memperluas Masjid Nabawi agar bisa menampung lebih banyak jamaah. Ia juga membangun saluran air dan memperbaiki fasilitas umum di Madinah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masa akhir kepemimpinan Utsman diwarnai konflik. Beberapa kelompok menuduhnya melakukan nepotisme dan menyimpang dari syariat, meski tuduhan ini masih diperdebatkan hingga kini. Ketegangan meningkat ketika pemberontak dari Mesir dan Irak mengepung rumahnya di Madinah pada tahun 656 M.
Utsman menolak melawan atau meminta bantuan bersenjata. Ia memilih tetap tenang, membaca Al-Quran di rumahnya. Saat pemberontak masuk, ia diserang dan wafat sebagai syahid di usia 82 tahun. Darahnya jatuh di atas mushaf Al-Quran, tepat pada ayat, "Maka Allah akan mencukupkan engkau dari mereka" (QS. Al-Baqarah: 137).
Setelah wafat, jenazahnya dimakamkan di Jannatul Baqi. Awalnya, ia dimakamkan di area terpisah karena situasi politik yang tegang. Namun, pada masa Khalifah Muawiyah, makamnya disatukan dengan area utama Jannatul Baqi, menandakan penghormatan atas jasa-jasanya.
Makam Utsman bin Affan adalah pengingat akan kesabaran dan keimanan dalam menghadapi ujian. Meski menghadapi fitnah dan tuduhan, ia memilih jalan damai dan tetap setia pada Al-Quran. Makam ini juga mencerminkan kesederhanaan seorang khalifah yang kaya namun hidup zuhud.
Mengunjungi makam Utsman bin Affan adalah pengalaman spiritual yang mendalam. Banyak peziarah datang untuk berdoa, merenung, dan mengambil pelajaran dari kehidupannya. Berikut beberapa tips untuk ziarah yang bermakna:
Ziarah ke Jannatul Baqi, termasuk makam Utsman, bukan sekadar wisata religi. Tempat ini mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya menjaga persatuan umat. Dengan mengenang Utsman, kita diajak untuk meneladani akhlak mulianya, seperti kedermawanan dan kesabaran dalam menghadapi fitnah.
Kisah Utsman bin Affan memberikan banyak inspirasi. Ia menunjukkan bahwa kekayaan bukan penghalang untuk hidup sederhana dan bermanfaat bagi orang lain. Keteguhannya dalam menjaga Al-Quran juga menjadi teladan bahwa iman harus dijunjung meski dalam tekanan. Terakhir, kematiannya sebagai syahid mengajarkan kita untuk tetap teguh pada kebenaran, apa pun risikonya.
Makam Utsman bin Affan di Jannatul Baqi adalah saksi bisu perjuangan seorang khalifah yang hidup untuk Islam. Semoga kunjungan ke tempat ini membawa berkah dan menginspirasi kita untuk menjalani hidup dengan penuh kebaikan. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved