Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
NYIMAS Gamparan adalah seorang wanita hebat dari Banten. Ia lahir sebagai keturunan Kesultanan Banten. Pada abad ke-19, ia menjadi pemimpin perempuan yang berani melawan penjajah Belanda. Nyimas Gamparan dikenal sebagai pendekar wanita yang tangguh. Kisahnya membuat banyak orang bangga dengan sejarah Indonesia.
Setelah Kesultanan Banten dihapuskan oleh Belanda pada 1813, keluarga sultan tersebar ke mana-mana. Nyimas Gamparan adalah salah satu dari mereka. Ia dibuang ke luar Jawa, tapi hatinya selalu rindu tanah air. Kembali ke Banten, ia melihat rakyat menderita karena tanam paksa. Itu membuatnya marah dan siap berjuang.
Nyimas Gamparan memimpin 30 wanita pendekar dalam Perang Cikande pada 1829-1830. Mereka melawan sistem tanam paksa yang memaksa petani menanam tanaman untuk Belanda. Dengan taktik gerilya, pasukannya sering menyergap musuh. Belanda kewalahan dan banyak kalah. Perang ini terjadi di Cikande Udik, Serang, Banten.
Sayangnya, Belanda gunakan tipu daya. Mereka bujuk Demang Jasinga untuk berkhianat. Akhirnya, perlawanan Nyimas Gamparan dipadamkan. Tapi, semangatnya tetap hidup. Hingga kini, petilasan Nyimas Gamparan di Pabuaran, Serang, dikunjungi banyak orang untuk ziarah.
Kisah Nyimas Gamparan ajarkan kita tentang keberanian. Ia buktikan perempuan bisa jadi pemimpin perang. Perjuangannya ingatkan betapa penting melindungi rakyat dari penindasan. Hari ini, Nyimas Gamparan jadi simbol pahlawan wanita Indonesia.
Nyimas Gamparan tunjukkan bahwa perlawanan tak kenal gender. Ia inspirasi bagi generasi muda untuk cinta tanah air. Di Banten, namanya masih diceritakan dari mulut ke mulut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved