Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Doa karomatil fatihah adalah doa yang sering dibaca umat Islam untuk mengirimkan pahala bacaan Al-Fatihah kepada orang yang telah meninggal dunia. Doa ini merupakan bagian dari tradisi Islam yang kaya akan makna dan keutamaan. Dalam artikel ini, kita akan membahas bacaan doa karomatil fatihah, artinya, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Doa karomatil fatihah adalah doa yang dibaca setelah membaca surat Al-Fatihah untuk menghadiahkan pahalanya kepada seseorang, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Tradisi ini umum dilakukan dalam acara tahlilan, yasinan, atau saat berziarah ke makam. Surat Al-Fatihah sendiri disebut sebagai Ummul Qur’an (induk Al-Qur’an) karena keutamaannya yang luar biasa.
Doa ini mencerminkan kasih sayang dan kepedulian umat Islam terhadap sesama, sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan hadits. Dengan membaca doa karomatil fatihah, kita memohon kepada Allah agar pahala bacaan tersebut sampai kepada yang dituju.
Berikut adalah bacaan doa karomatil fatihah yang umum digunakan:
Teks Arab:
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، أَلْفَاتِحَةْ
Latin:
Ila hadratinnabiyyil mustafa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam, wa ila jami’i ahlil quburi minal muslimin wal muslimat wal mu’minin wal mu’minat, Al-Fatihah.
Artinya:
Kepada hadirat Nabi Muhammad SAW, dan kepada seluruh ahli kubur dari kalangan muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, Al-Fatihah.
Setelah membaca doa ini, umat Islam kemudian membaca surat Al-Fatihah dengan niat menghadiahkan pahalanya.
Keutamaan membaca Al-Fatihah dan menghadiahkan pahalanya didasarkan pada Al-Qur’an dan hadits. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
QS. Al-Hasyr (59):10
Teks Arab:
وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ
Latin:
Walladzina ja’u min ba’dihim yaquluna rabbana ighfir lana wali ikhwanina-lladzina sabaquna bil-iman.
Artinya:
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka, mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami.’”
Ayat ini menunjukkan pentingnya mendoakan kebaikan bagi sesama Muslim, termasuk yang telah meninggal.
Selain itu, dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:
Hadits Riwayat Muslim:
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, dan doa anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Hadits ini menguatkan bahwa doa dari orang lain, termasuk doa karomatil fatihah, dapat bermanfaat bagi yang telah wafat.
Berikut langkah-langkah membaca doa karomatil fatihah:
Doa ini biasanya dibaca dalam beberapa kesempatan, seperti:
Agar doa karomatil fatihah diterima oleh Allah, perhatikan hal-hal berikut:
Doa karomatil fatihah adalah amalan mulia yang mencerminkan kasih sayang dan kepedulian umat Islam. Dengan membaca doa ini, kita tidak hanya mendoakan kebaikan bagi orang lain, tetapi juga mendapatkan keberkahan bagi diri sendiri. Mari amalkan doa ini dengan penuh keikhlasan agar mendapat ridha dari Allah SWT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved