Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

3 Gejala Demam Reumatik pada Anak, Kenali Penyebab Penyakit Ini!

Cornelius Juan Prawira
10/11/2025 20:26
3 Gejala Demam Reumatik pada Anak, Kenali Penyebab Penyakit Ini!
Gejala demam reumatik pada anak.(Dok. Klikdoker)

DEMAM reumatik adalah penyakit serius yang sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang berusia antara 5 hingga 15 tahun. Penyakit ini bukan hanya sekadar demam biasa, tetapi juga dapat menyebabkan peradangan parah yang berisiko merusak berbagai bagian tubuh, termasuk jantung, sendi, otak, dan kulit.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali penyebab dan gejala demam reumatik pada anak-anak agar dapat mencegah komplikasi serius.

Apa Itu Demam Reumatik?

Demam reumatik umumnya terjadi sebagai komplikasi setelah infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus Grup A. Bakteri ini dapat memicu radang tenggorokan yang dikenal dengan nama faringitis strep. Jika infeksi ini tidak diobati dengan antibiotik yang tepat, atau pengobatannya dihentikan terlalu cepat, infeksi ini bisa berlanjut menjadi demam reumatik.

Pada demam reumatik, sistem kekebalan tubuh anak secara keliru menyerang jaringan sehat di tubuh, terutama pada katup jantung dan sendi. Hal ini terjadi karena antibodi tubuh yang diproduksi untuk melawan bakteri Streptococcus ternyata menyerang jaringan tubuh yang memiliki struktur serupa, seperti katup jantung dan persendian.

Gejala Demam Reumatik yang Perlu Diwaspadai

Gejala demam reumatik pada anak biasanya muncul sekitar 2 hingga 4 minggu setelah infeksi radang tenggorokan sembuh. Beberapa gejala utama yang harus diperhatikan oleh orang tua antara lain:

1. Poliartritis Migrans (Nyeri Sendi)

Anak dapat mengalami nyeri, pembengkakan, dan kemerahan hebat pada sendi besar seperti lutut, siku, atau pergelangan kaki. Keunikan dari gejala ini adalah rasa sakit yang berpindah-pindah dari satu sendi ke sendi lainnya dalam beberapa hari.

2. Karditis (Peradangan Jantung)

Peradangan pada jantung (karditis) adalah komplikasi serius yang dapat merusak katup jantung secara permanen, yang dikenal sebagai penyakit jantung reumatik. Gejala yang harus diwaspadai termasuk sesak napas, kelelahan berlebihan, nyeri dada, dan detak jantung yang tidak normal.

3. Korea Sydenham (Gangguan Gerakan)

Korea Sydenham adalah gangguan saraf yang menyebabkan gerakan tubuh atau wajah yang tidak terkendali, seperti gerakan tangan atau kaki yang menyentak. Anak bisa terlihat canggung atau kesulitan melakukan aktivitas seperti menulis atau memakai pakaian.

4. Ruam dan Benjolan Kecil

Anak yang terinfeksi demam reumatik juga bisa mengalami ruam kulit yang disebut Eritema Marginatum, berupa ruam datar berwarna kemerahan yang muncul pada tubuh. Benjolan kecil yang keras di bawah kulit juga bisa muncul, biasanya di area tulang atau tendon.

Pencegahan Demam Reumatik pada Anak

Pencegahan adalah langkah paling penting untuk melindungi anak dari dampak jangka panjang demam reumatik, terutama kerusakan jantung yang bersifat permanen. Langkah utama pencegahan adalah memastikan infeksi radang tenggorokan yang disebabkan oleh Streptococcus ditangani dengan antibiotik sesuai petunjuk dokter hingga tuntas.

Jika anak sudah pernah terdiagnosis demam reumatik, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan antibiotik pencegahan (profilaksis) untuk mencegah penyakit kambuh dan kerusakan lebih lanjut pada jantung. Jangan ragu untuk segera membawa anak ke dokter jika muncul gejala demam reumatik setelah mereka sembuh dari sakit tenggorokan.

Kesimpulan

Demam reumatik adalah penyakit yang serius, tetapi dapat dicegah dengan penanganan infeksi tenggorokan yang tepat. Orang tua perlu mengenali gejala-gejala demam reumatik pada anak dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pencegahan sejak dini adalah kunci untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah komplikasi jangka panjang. (Liputan, Eka Hospital, Alodokter, Primaya Hospital, Heartology.id, Halodoc/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya