Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Syaikhona Muhammad Kholil dikenal luas sebagai sosok ulama karismatik yang menjadi guru bagi banyak kiai besar di Indonesia. Dari pesantrennya di Madura, ajaran dan keteladanan beliau mengalir ke berbagai penjuru Nusantara, membentuk fondasi kuat bagi tradisi pesantren dan lahirnya organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU).
Syaikhona Muhammad Kholil lahir pada 11 Jumadil Akhir 1235 Hijriah atau bertepatan dengan 27 Januari 1820 Masehi, di Desa Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ia berasal dari keluarga ulama terpandang. Ayahnya, KH Abdul Latif, dikenal sebagai tokoh agama setempat yang menanamkan nilai-nilai Islam dan kecintaan pada ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya sejak dini.
Sejak kecil, Kholil menunjukkan kecerdasan luar biasa dan kedalaman spiritual yang mengagumkan. Banyak kisah masyarakat Madura menyebutkan bahwa ia sudah hafal Al-Qur’an di usia muda dan memiliki kemampuan memahami ilmu agama di luar usianya.
Sebagai santri muda yang haus ilmu, Kholil menimba pengetahuan dari satu pesantren ke pesantren lain di Madura dan Jawa Timur, seperti Pesantren Langitan, Sidogiri, dan beberapa pesantren besar lainnya.
Setelah menamatkan pendidikannya di tanah air, ia berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk memperdalam ilmu fikih, hadis, tafsir, dan tasawuf. Selama bertahun-tahun di Haramain, Kholil dikenal sebagai santri yang tekun dan zuhud. Pengembaraan intelektual ini membentuk karakter keulamaannya yang matang dan penuh hikmah.
Sekembalinya ke Indonesia, ia mendirikan pesantren di Bangkalan yang kelak dikenal sebagai Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, pusat pendidikan agama yang melahirkan ribuan ulama besar.
Syaikhona Kholil dijuluki Guru Para Kiai karena banyak ulama besar di Nusantara merupakan santrinya atau pernah berguru kepadanya. Di antaranya KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, KH Wahab Hasbullah dan KH As’ad Syamsul Arifin.
Kepada KH Hasyim Asy’ari, Syaikhona Kholil memberikan isyarat spiritual agar mendirikan organisasi ulama. Ia mengirimkan tasbih dan tongkat sebagai simbol amanah dan restu. Isyarat ini kemudian menjadi titik awal berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926.
Meski tidak terlibat langsung dalam perang melawan penjajah, perjuangan Syaikhona Kholil terwujud melalui pendidikan dan dakwah. Ia menanamkan nilai-nilai cinta tanah air dan menegaskan bahwa hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman).
Bagi dia, ilmu adalah senjata paling ampuh untuk melawan kebodohan dan penjajahan. Melalui pesantrennya, ia mendidik santri agar berani berpikir, berjuang, dan berbakti kepada bangsa tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Syaikhona Kholil juga dikenal produktif menulis. Sejumlah manuskripnya dalam bahasa Arab dan Pegon membahas berbagai bidang ilmu seperti fikih, tauhid, tasawuf, hingga nahwu. Karya-karya ini masih dikaji oleh para santri di Madura dan Jawa Timur.
Pemikirannya menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu zahir dan ilmu batin, serta adab sebelum ilmu— prinsip yang menjadi ciri khas pesantren hingga kini.
Syaikhona Kholil wafat sekitar tahun 1925 Masehi dan dimakamkan di Desa Martajasah, Bangkalan. Makamnya kini menjadi tempat ziarah ribuan peziarah setiap tahun, yang datang untuk mengenang dan meneladani perjuangannya.
Warisannya tidak hanya berupa pesantren, tetapi juga sanad keilmuan dan spiritual yang menjadi akar kuat dunia pesantren Indonesia.
Atas jasa dan pengaruhnya dalam membentuk generasi ulama dan menanamkan nilai nasionalisme keagamaan, Syaikhona Kholil kini mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Ia bukan hanya sosok kiai, melainkan juga pendidik, pembangun karakter bangsa, dan inspirator lahirnya Islam yang damai dan cinta tanah air. (E-3)
Pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Pemerintah Republik Indonesia kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh penting dari kalangan NU
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved