Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Apakah Bleep Test Dapat Digunakan untuk Mengukur Tingkat Kebugaran Seseorang? Berikut Penjelasannya

Sekar Arum Pramudita
09/11/2025 23:50
Apakah Bleep Test Dapat Digunakan untuk Mengukur Tingkat Kebugaran Seseorang? Berikut Penjelasannya
Ilustrasi(freepik)

BAGI sebagian orang, bleep test atau beep test meninggalkan kesan yang cukup mendalam. Bukan hanya karena tantangannya, tetapi juga rasa cemas yang muncul sebelum bunyi pertama terdengar di kelas pendidikan jasmani (PJOK).

Dikenal juga sebagai 20 metre shuttle run atau multistage fitness test, bleep test melibatkan lari bolak-balik dengan kecepatan yang semakin meningkat. Selama puluhan tahun, metode ini telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah, latihan olahraga, dan penilaian kebugaran militer.

Bleep test awalnya dirancang untuk menilai kebugaran aerobik atau kemampuan kardiovaskular tubuh, tetapi pertanyaannya adalah apakah metode ini masih relevan di era jam tangan pintar wearable tracker dan pengujian performa berbasis laboratorium?

Sejarah dan Tujuan Bleep Test

Bleep test dikembangkan pada awal 1980-an oleh ahli fisiologi olahraga Kanada, Luc Léger, di Universitas Montreal. Tujuannya adalah menyediakan metode sederhana untuk memperkirakan VO2 Max, yaitu kapasitas maksimal tubuh dalam menggunakan oksigen.

Dengan kesederhanaan dan fleksibilitasnya, metode ini dapat dilakukan di ruang terbatas dengan permukaan yang bervariasi, sehingga ideal untuk sekolah, klub olahraga, dan militer.

Metode ini dinamai “bleep test” karena peserta harus berlari mengikuti irama bunyi bleep yang telah dijadwalkan. Semakin cepat bunyi bleep, semakin tinggi kecepatan lari yang harus dicapai peserta.

Apa yang Diukur dalam Bleep Test?

Secara prinsip, bleep test memperkirakan VO2 Max, indikator penting kebugaran aerobik. Namun, karena peserta harus mempercepat, memperlambat, dan mengubah arah setiap 20 meter, metode ini juga melibatkan sistem anaerobik tubuh. Dengan demikian, bleep test memberikan indikasi umum kebugaran aerobik, meski tidak seakurat tes VO2 Max berbasis laboratorium.

Skor dan Interpretasi

Skor bleep test bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat kebugaran. Pada akhirnya, skor yang dianggap “baik” tergantung pada siapa yang diuji.

  • Untuk remaja (12–17 tahun), skor rata-rata berada pada level 6-8. Jika ada remaja yang memiliki skor ≥ 7 (perempuan) atau ≥ 10 (laki-laki), maka mereka termasuk dalam 10% skor teratas di dunia.
  • Untuk orang dewasa sehat umumnya memiliki skor 7–10. Jika ada yang memiliki skor ≥ 11 (perempuan) atau ≥ 13 (laki-laki) maka dianggap sangat baik dan menandakan kondisi fisik yang prima.
  • Untuk atlet elit bahkan bisa mencapai level 16–19.

Apakah Bleep Test Masih Relevan untuk Saat Ini?

Meski praktis, bleep test memiliki keterbatasan, terutama untuk olahraga yang bersifat intermittent seperti sepak bola. Alternatif seperti Yo-Yo Intermittent Recovery Test atau tes lari jarak tertentu kini lebih spesifik untuk olahraga tertentu dan memberikan perkiraan kebugaran aerobik yang lebih akurat.

Dalam penelitian dan olahraga elit, tes berbasis laboratorium seperti VO2 Max semakin umum digunakan karena akurasi tinggi.

Namun, untuk menilai kebugaran kelompok besar dengan sumber daya terbatas, bleep test tetap menjadi pilihan alternatif. Kesederhanaan, biaya rendah, dan kemampuan memperkirakan VO2 Max membuat metode ini tetap relevan sebagai alat ukur kebugaran aerobik yang teruji selama beberapa dekade.

Sumber: The Conversation



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya