Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
STROKE mata atau dikenal secara medis sebagai oklusi arteri retina (retinal artery occlusion) adalah kondisi darurat mata akibat tersumbatnya aliran darah ke retina. Kejadian ini relatif jarang.
Kondisi ini diperkirakan 1–2 kasus per 100.000 orang per tahun. Tetapi dampaknya serius karena dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen dan menandakan peningkatan risiko stroke otak.
Mengutip dari laman Alodokter, penyebab utama stroke mata adalah adanya penyumbatan pada pembuluh darah retina. Sumbatan ini bisa berasal dari penggumpalan darah yang terbentuk di retina atau dari organ tubuh lain yang kemudian terbawa ke pembuluh darah mata.
Selain itu, plak lemak yang menumpuk juga bisa menutup aliran darah menuju retina. Beberapa penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, glaukoma, penyakit kardiovaskular, dan kelainan darah turut meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
Selain faktor penyakit, ada pula beberapa faktor risiko tambahan, seperti:
Biasanya, stroke mata hanya terjadi pada satu sisi mata. Gejalanya dapat muncul secara perlahan atau tiba-tiba, dalam hitungan jam hingga beberapa hari.
Tanda-tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain:
Apabila gejala-gejala tersebut muncul, sebaiknya segera periksa ke dokter spesialis mata. Tanpa penanganan cepat, stroke mata bisa menyebabkan pembengkakan makula, pertumbuhan pembuluh darah abnormal (neovaskularisasi), glaukoma neovaskular, hingga kebutaan permanen.
Penanganan stroke mata perlu dilakukan sesegera mungkin, idealnya dalam beberapa jam pertama setelah gejala muncul. Pengobatan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi.
Beberapa metode pengobatan yang umumnya diberikan dokter mata meliputi:
Selain itu, penyakit penyerta yang menyebabkan pembekuan darah juga harus diobati agar tidak terjadi kekambuhan. Semakin cepat pengobatan dilakukan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan penglihatan.
Meski tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, risiko stroke mata bisa dikurangi dengan langkah-langkah berikut:
(Alodokter/Cleaveland Clinic/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved