Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

8 Bahaya Sering Memendam Masalah Sendiri

Reynaldi Andrian Pamungkas
15/10/2025 21:30
8 Bahaya Sering Memendam Masalah Sendiri
Berikut Bahaya Sering Memendam Masalah Sendiri(freepik)

MEMENDAM masalah adalah kebiasaan menyimpan perasaan, pikiran, atau persoalan hidup tanpa membagikannya kepada orang lain, baik karena takut, malu, atau tidak ingin merepotkan orang lain.

Orang yang memendam masalah biasanya menyimpan beban emosional sendiri dan jarang mengungkapkan apa yang dirasakan, meskipun hal itu membuat dirinya tertekan.

Berikut 8 Bahaya Sering Memendam Masalah Sendiri

1. Stres Menumpuk

Ketika kamu terus menyimpan masalah tanpa berbagi, beban pikiran akan semakin berat. Hal ini bisa menyebabkan stres kronis dan mengganggu keseharian.

2. Gangguan Tidur

Orang yang memendam emosi cenderung sulit tidur karena pikirannya terus aktif memikirkan masalah yang belum terselesaikan.

3. Mudah Emosi

Emosi yang tidak tersalurkan bisa meledak sewaktu-waktu. Akibatnya, kamu bisa menjadi mudah marah, sensitif, atau tersinggung terhadap hal kecil.

4. Menurunnya Kesehatan Mental

Memendam masalah terlalu lama bisa menyebabkan kecemasan, depresi, atau rasa putus asa karena merasa sendirian menghadapi beban hidup.

5. Menutup Diri dari Orang Lain

Kebiasaan menahan masalah membuat kamu sulit terbuka dan kehilangan kepercayaan pada orang lain, sehingga hubungan sosial jadi renggang.

6. Gangguan Fisik

Stres akibat memendam emosi dapat berdampak pada tubuh, seperti sakit kepala, maag, tekanan darah tinggi, atau nyeri otot.

7. Sulit Fokus dan Produktivitas Menurun

Pikiran yang penuh beban membuat kamu sulit konsentrasi, sehingga pekerjaan atau aktivitas sehari-hari menjadi tidak maksimal.

8. Kehilangan Rasa Bahagia

Semakin lama kamu memendam perasaan, semakin sulit untuk merasa bahagia. Hidup terasa berat karena emosi negatif tidak tersalurkan dengan sehat.

Memendam masalah bukan tanda kekuatan, tapi bentuk tekanan yang bisa berbahaya bagi kesehatan mental dan fisik. Cobalah untuk berbicara dengan orang terpercaya, menulis jurnal, atau konsultasi ke psikolog agar beban terasa lebih ringan. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya