Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK dari kita sering mendengar frasa "jangan dekat-dekat bukan muhrim" dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan umat Islam. Namun, tahukah kamu bahwa pemahaman tentang muhrim sering kali salah kaprah? Artikel ini akan menjelaskan makna muhrim yang sebenarnya, mengapa istilah ini sering disalahartikan, dan bagaimana aturan dalam Islam terkait interaksi dengan non-muhrim. Yuk, simak penjelasannya!
Muhrim sering diartikan sebagai seseorang yang tidak boleh dinikahi karena hubungan darah, pernikahan, atau sepersusuan. Namun, banyak yang salah mengira bahwa muhrim adalah orang yang boleh kita dekati tanpa batasan. Padahal, muhrim adalah orang yang memiliki hubungan kekerabatan tertentu yang membuatnya haram untuk dinikahi, seperti ayah, ibu, saudara kandung, atau anak.
Al-Qur'an menjelaskan siapa saja yang termasuk muhrim dalam Surah An-Nisa ayat 23:
Teks Arab: حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ...
Latin: Hurrimat 'alaikum ummahatukum wabanatukum wa-akhawatukum wa'ammatukum wakhalatukum wabanatu al-akhi wabanatu al-ukhti...
Terjemahan: "Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, bibi-bibimu dari ayah, bibi-bibimu dari ibu, anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak perempuan dari saudara perempuanmu..." (QS. An-Nisa: 23).
Ayat ini menyebutkan daftar orang-orang yang menjadi muhrim, yang berarti mereka adalah kerabat yang haram dinikahi secara permanen.
Frasa "jangan dekat-dekat bukan muhrim" sering digunakan untuk mengingatkan agar menjaga jarak dengan lawan jenis yang bukan kerabat. Namun, istilah ini kadang membingungkan karena orang mengira "bukan muhrim" berarti semua orang yang bukan keluarga. Padahal, dalam konteks interaksi, yang dimaksud adalah menjaga batasan dengan orang yang bukan muhrim, yaitu mereka yang boleh dinikahi menurut syariat.
Misalnya, sepupu atau ipar bisa jadi bukan muhrim karena mereka boleh dinikahi dalam Islam. Oleh karena itu, interaksi dengan mereka harus tetap dijaga sesuai batasan syariat, seperti menutup aurat atau tidak berduaan (khalwat).
Dalam Islam, interaksi dengan bukan muhrim harus mematuhi aturan syariat untuk mencegah fitnah. Rasulullah SAW bersabda:
Teks Arab: لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ
Latin: Laa yakhluwanna rajulun biimra-atin illaa wama'ahaa dhu mahram.
Terjemahan: "Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali ditemani oleh muhrimnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menegaskan pentingnya menjaga batasan, seperti tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim, untuk melindungi kehormatan dan mencegah perbuatan dosa.
Memahami makna muhrim yang benar membantu kita menjalani kehidupan sesuai syariat tanpa kebingungan. Dengan mengetahui siapa muhrim dan bukan muhrim, kita bisa menerapkan batasan yang tepat dalam pergaulan. Misalnya, menjaga jarak fisik, berpakaian sopan, dan menghindari situasi yang dapat menimbulkan fitnah.
Frasa "jangan dekat-dekat bukan muhrim" sebenarnya mengingatkan kita untuk selalu waspada dalam menjaga akhlak, terutama dengan lawan jenis yang bukan kerabat dekat. Dengan pemahaman yang benar, kita bisa menghindari kesalahpahaman dan menjalankan ajaran Islam dengan lebih baik.
Makna muhrim sering disalahpahami sebagai orang yang boleh kita dekati tanpa batasan, padahal muhrim adalah kerabat yang haram dinikahi. Frasa "jangan dekat-dekat bukan muhrim" sebenarnya mengacu pada pentingnya menjaga batasan dengan lawan jenis yang bukan muhrim untuk mencegah fitnah. Dengan memahami ayat Al-Qur'an dan hadits, kita bisa menerapkan aturan syariat dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved