Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN daun pisang sebagai alas atau pembungkus makanan sudah umum digunakan masyarakat Indonesia. Salah satu alasannya adalah ramah lingkungan. Namun tahukah tentang lapisan putih yang menempel di bawah daunnya? Apakah aman atau justru berbahaya?
Pakar Ilmu Tanaman dan Teknologi Pangan IPB University , Dr Tjahja Muhandri menjelaskan bahwa lapisan putih pada daun pisang itu bukan kotoran, melainkan lilin alami atau epikutikula wax.
“Epikutikular wax ini berfungsi melindungi daun dari kehilangan air, serangan mikroorganisme, serta menjaga kelenturannya,” kata Tjahja dalam penjelasannya mengenai keamanan penggunaan daun pisang sebagai pembungkus makanan, Selasa, (30/9).
Untuk lilin alami tersebut, lanjutnya, bersifat hidrofobik dan non-toksik, sehingga aman bila bersentuhan langsung dengan makanan.
Menurutnya, keberadaan si lilin alami itu dapat membantu menjaga makanan agar tidak cepat lembek atau rusak. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa daun pisang tetap perlu dicuci sebelum digunakan, terutama jika terkontaminasi tanah, debu, atau pestisida. Ia juga menekankan pentingnya membedakan antara lilin alami dan lapisan putih yang terpisah dari daun.
Jika lapisan tersebut mudah terlepas, besar kemungkinan itu adalah kapang—mikroba dari kelompok fungi yang memiliki filamen atau miselium.
Kapang sendiri merupakan mikroba penting dalam mikrobiologi pangan. Namun, keberadaannya pada daun pisang perlu diwaspadai.
Dalam praktik membungkus makanan, Dr Tjahja menyarankan penggunaan bagian atas daun pisang yang licin dan mengkilap karena lebih bersih dan mudah dibersihkan. Sementara bagian bawah yang mengandung lilin putih tetap bisa digunakan, tetapi berisiko meninggalkan serbuk putih pada makanan.
Untuk mengurangi lapisan lilin tersebut, daun pisang dapat dibersihkan dengan kain bersih yang sedikit lembap. Setelah itu, proses pelayuan dengan api kecil atau air panas dianjurkan agar daun menjadi lebih lentur dan tidak mudah sobek saat digunakan sebagai pembungkus. (H-3)
Wadah Makanan Populer, Bahan & Kelebihan. Temukan wadah makanan populer: bahan aman, kelebihan praktis, solusi penyimpanan terbaik untuk gaya hidup sehat & efisien!
Sebagai wadah makanan maupun minuman sebaiknya dihindari wadahnya dari plastik. Jadi sebaiknya wadah terbuat dari kaca
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved