Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PUISI berantai 5 orang adalah bentuk puisi yang dibawakan secara bergantian oleh lima orang, dengan setiap bagian saling terhubung untuk membentuk cerita atau tema yang utuh. Puisi ini sering digunakan dalam lomba, acara sekolah, atau kegiatan seni untuk menunjukkan kreativitas dan kerja sama tim. Berikut adalah 10 contoh puisi berantai 5 orang yang bisa menjadi inspirasi Anda!
Puisi berantai adalah jenis puisi yang dibacakan secara estafet, di mana setiap orang menyumbangkan baris atau bait yang saling berkaitan. Dalam puisi berantai 5 orang, masing-masing peserta memiliki peran untuk melanjutkan cerita atau tema dari orang sebelumnya, menciptakan alur yang menarik dan harmonis. Puisi ini bisa bertema serius, romantis, lucu, atau bahkan penuh makna sosial.
Membawakan puisi berantai 5 orang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki banyak manfaat, seperti:
Orang 1: Di bawah langit biru, kita berjanji setia,
Bersama menjalin mimpi, tak pernah usai.
Orang 2: Tawa kita bergema, di sela pohon rindang,
Persahabatan ini, tak akan pernah pudar.
Orang 3: Meski badai datang, kita tetap berdiri,
Saling menguatkan, hingga akhir waktu.
Orang 4: Tangan kita bergandeng, melangkah bersama,
Menyusuri jalan penuh bunga dan tawa.
Orang 5: Sahabat, kau adalah nyanyian hati,
Persahabatan kita, abadi selamanya.
Orang 1: Senja memeluk langit dengan warna jingga,
Hatiku bergetar, menanti cinta.
Orang 2: Matamu bagaikan bintang di malam kelam,
Menyala, membawa harapan dalam diam.
Orang 3: Namun cinta ini, penuh liku dan tanya,
Akankah kau setia, di bawah langit senja?
Orang 4: Aku berjanji, dengan hati yang tulus,
Cintaku untukmu, tak pernah usai.
Orang 5: Bersama kita menulis kisah cinta,
Di ufuk senja, hingga akhir masa.
Orang 1: Aku ingin jadi penutup, tapi dompetku kosong,
Hidup ini lucu, seperti temenku yang sombong.
Orang 2: Eh, jangan ngomongin aku, aku kan idola,
Tapi tiap buka dompet, hatiku merana.
Orang 3: Dompetku juga nangis, cuma ada recehan,
Tapi muka ku tetep kece, meski perut keroncongan.
Orang 4: Hahaha, kita sama, bro, hidup penuh drama,
Tapi tetep happy, meski dompet tak punya nyawa.
Orang 5: Ayo kita tertawa, lupakan derita,
Hidup ini indah, meski dompet tak setia!
Orang 1: Gunung menjulang tinggi, menyapa awan,
Alam ini indah, penuh kedamaian.
Orang 2: Sungai mengalir, menyanyikan lagu,
Membawa cerita, tentang bumi yang merindu.
Orang 3: Pohon-pohon menari, bersama angin sepoi,
Menyapa jiwa, yang haus akan damai.
Orang 4: Burung berkicau, menyambut mentari,
Alam ini rumah, kita harus menjaga.
Orang 5: Mari kita rawat, bumi yang permai,
Untuk anak cucu, warisan yang abadi.
Orang 1: Pemuda adalah nyala, penuh semangat,
Menyulut harapan, di tengah gelap.
Orang 2: Kita melangkah, meski jalan terjal,
Bersama kita wujudkan mimpi yang nyata.
Orang 3: Keringat dan air mata, jadi saksi,
Perjuangan ini, untuk bangsa yang permai.
Orang 4: Tak ada kata menyerah, di hati pemuda,
Kita bangun masa depan, dengan cinta.
Orang 5: Bersatu kita teguh, menuju cita,
Pemuda Indonesia, kebanggaan bangsa!
Orang 1: Guru, kau cahaya di kegelapan,
Membimbing kami, menuju harapan.
Orang 2: Dengan sabun dan kapur, kau ajar kami,
Ilmu adalah harta, yang tak pernah usai.
Orang 3: Kesabaranmu, laksana samudra luas,
Mengarahkan kami, menuju tujuan mulia.
Orang 4: Kau tanam benih, di hati yang haus,
Menumbuhkan mimpi, di jiwa yang kerdil.
Orang 5: Guru, kau pahlawan, tanpa tanda jasa,
Terima kasih, untuk cinta yang tak pernah usai.
Orang 1: Keluarga adalah pelukan hangat di malam,
Tempat ku kembali, saat dunia kelam.
Orang 2: Ibu, ayah, adik, dan kakak tersenyum,
Bersama kita hadapi, setiap badai.
Orang 3: Di meja makan, tawa kita bergema,
Cerita sederhana, jadi harta selamanya.
Orang 4: Cinta keluarga, tak pernah pudar,
Meski waktu berlalu, kita tetap bersama.
Orang 5: Keluarga adalah rumah, di hati selamanya,
Tempatku pulang, menuju bahagia.
Orang 1: Aku bermimpi, menembus awan,
Menjadi dokter, menolong insan.
Orang 2: Aku ingin melayang, di angkasa luas,
Pilot hebat, menjelajah angkasa.
Orang 3: Aku ingin mengajar, menyebarkan ilmu,
Guru adalah mimpiku, penuh haru.
Orang 4: Aku ingin ciptakan, teknologi baru,
Insinyur cerdas, untuk masa depan cerah.
Orang 5: Bersama kita wujudkan, cita-cita mulia,
Untuk dunia, yang penuh harmoni.
Orang 1: Di desa kecil, sawah menghijau,
Angin membelai, membawa damai.
Orang 2: Sungai berkilau, di bawah sinar mentari,
Anak-anak bermain, penuh ceria.
Orang 3: Petani tersenyum, menanam padi,
Desa adalah lukisan, penuh harmoni.
Orang 4: Malam tiba, bintang bertaburan,
Desa ku, tempat jiwa berlabuh.
Orang 5: Mari jaga desa, warisan leluhur,
Keindahan ini, untuk anak cucu.
Orang 1: Buku adalah jendela, dunia yang luas,
Belajar adalah kunci, menuju cerdas.
Orang 2: Setiap halaman, membawa petualang,
Ilmu adalah harta, yang tak pernah hilang.
Orang 3: Meski lelah, kita terus melangkah,
Belajar adalah jalan, menuju cita.
Orang 4: Bersama teman, kita saling menguatkan,
Menyusuri ilmu, tanpa batasan.
Orang 5: Semangat belajar, nyalakan api,
Masa depan cerah, menanti di ujung mimpi.
Untuk membuat puisi berantai 5 orang yang menarik, perhatikan tips berikut:
Puisi berantai 5 orang adalah cara kreatif untuk mengekspresikan ide dan emosi melalui kerja sama tim. Dengan tema yang beragam, seperti persahabatan, cinta, atau humor, puisi ini cocok untuk berbagai acara. Gunakan contoh-contoh di atas sebagai inspirasi dan ikuti tips untuk membuat puisi berantai yang menarik. Semoga artikel ini membantu Anda menciptakan puisi berantai 5 orang yang memukau! (P-4)
Puisi berantai Islami lucu 3 orang, penuh humor dan nilai agama. Cocok untuk hiburan dan acara keagamaan. Temukan 10 contoh puisi di sini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved