Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
Ragam hias Nusantara adalah warisan budaya Indonesia yang kaya akan keindahan dan makna. Setiap motif mencerminkan identitas daerah, sejarah, dan filosofi masyarakatnya. Dari batik Jawa hingga tenun Nusa Tenggara, ragam hias ini tidak hanya indah, tetapi juga sarat dengan nilai budaya. Berikut adalah 25 ragam hias Nusantara yang penting untuk diketahui, lengkap dengan daerah asalnya.
Ragam hias Nusantara adalah pola dekoratif yang berulang, digunakan untuk memperindah karya seni seperti kain, ukiran, atau bangunan. Motif ini terinspirasi dari alam, seperti flora, fauna, dan bentuk geometris, serta mengandung makna filosofis. Ragam hias mencerminkan kekayaan budaya Indonesia yang beragam.
Ragam hias Nusantara terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu flora (tumbuhan), fauna (hewan), geometris, dan figuratif (manusia). Setiap daerah di Indonesia memiliki motif khas yang menceritakan kisah budaya lokal. Berikut adalah 25 ragam hias terkenal beserta daerah asalnya:
Motif kawung berbentuk lingkaran menyerupai buah aren, melambangkan kesucian dan keadilan. Biasanya ditemukan pada batik keraton.
Berbentuk awan, motif ini melambangkan ketenangan dan kesuburan, sering digunakan pada batik pesisir Cirebon.
Motif bergelombang seperti ombak ini melambangkan kekuatan dan keberanian, populer di batik Jawa.
Pola garis diagonal yang menunjukkan keteguhan hati, sering ditemukan pada kain batik tradisional.
Berbentuk segitiga seperti pucuk rebung, motif ini melambangkan perlindungan dan kesuburan.
Motif dengan benang emas ini melambangkan kemakmuran, ditemukan pada kain songket Palembang.
Pola segitiga memanjang yang melambangkan pertumbuhan dan harapan, sering digunakan pada kain tenun.
Ukiran spiral dan flora pada perisai atau rumah adat, melambangkan harmoni dengan alam.
Motif burung cendrawasih ini melambangkan keindahan alam Papua, sering ditemukan pada kain dan ukiran.
Pola geometris dan flora pada kain tenun, melambangkan ikatan budaya dan komunitas.
Garis geometris pada kain ulos, melambangkan kekuatan dan kesucian.
Motif ulos ini melambangkan kehidupan, sering dipajang di rumah adat Batak.
Digunakan oleh tetua masyarakat Batak, melambangkan kearifan dan otoritas.
Motif ini melambangkan doa, sering digunakan dalam upacara pernikahan Batak.
Kain songket dengan motif flora dan geometris, melambangkan kemakmuran.
Motif batik dengan warna merah, biru, dan kuning, menggambarkan identitas budaya Jambi.
Anyaman dengan pola geometris, sering digunakan untuk kerajinan tradisional.
Kain dengan sulaman benang emas atau perak, melambangkan status sosial tinggi.
Motif batik dengan bentuk belah ketupat dan sulur daun, mencerminkan keindahan Banten.
Motif flora dan fauna yang cerah, dipengaruhi budaya Tionghoa dan Eropa.
Ukiran kayu dengan motif flora yang rumit, melambangkan kehalusan seni Jawa.
Kain tenun dengan pola geometris, mencerminkan identitas budaya Timor.
Ukiran geometris pada rumah adat, melambangkan status sosial dan spiritualitas.
Motif flora dan fauna pada ukiran dan kain, melambangkan harmoni dengan alam.
Kain dengan pola geometris dan flora, melambangkan penyembuhan dan perlindungan.
Ragam hias Nusantara bukan hanya seni, tetapi juga cerminan identitas budaya Indonesia. Setiap motif memiliki cerita dan makna yang memperkaya warisan leluhur. Dengan mengenal ragam hias ini, kita turut melestarikan budaya bangsa. Ragam hias juga menjadi inspirasi dalam desain modern, seperti fesyen dan dekorasi rumah.
Ragam hias Nusantara adalah harta budaya yang menunjukkan keberagaman dan kekayaan Indonesia. Dari motif kawung Jawa hingga sasirangan Kalimantan, setiap daerah memiliki keunikan yang patut dijaga. Mari lestarikan ragam hias Nusantara agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved