Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Fenomena maraknya makanan dan minuman yang viral di media sosial seringkali memunculkan perasaan Fear of Missing Out (FOMO), terutama pada kalangan Gen Z. Meskipun terlihat menyenangkan untuk mengikuti tren terbaru, nyatanya ada risiko kesehatan serius yang sering diabaikan, salah satunya peningkatan risiko diabetes.
Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyerang siapa saja tanpa batas usia. Penyakit ini ditandai dengan adanya gangguan produksi insulin pada pankreas. Insulin berfungsi mengatur kadar gula dalam darah agar dapat diproses dengan baik. Jika produksi insulin terganggu, maka gula darah akan menumpuk dan menyebabkan kadar gula meningkat drastis. Kondisi inilah yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius.
Terdapat dua jenis diabetes yang umum terjadi:
* Diabetes tipe 1: Yaitu kondisi ketika pankreas tidak lagi mampu memproduksi insulin akibat kerusakan sel. Penderita benar-benar berhenti memproduksi insulin sehingga kadar gula darah meningkat tajam.
* Diabetes tipe 2: Diabetes yang paling sering dijumpai, terjadi ketika pankreas tidak mampu memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Hal ini menghambat metabolisme sehingga gula menumpuk dalam darah dan kadar gula menjadi tinggi.
Dengan kesadaran dini dan tindakan pencegahan yang tepat, risiko diabetes pada generasi muda pastinya dapat ditekan. Memulai menerapkan gaya hidup yang sehat, bijak dalam memilih dan mengatur makanan serta minuman. Rutin melakukan olahraga, serta mengatur waktu istirahat yang cukup dan berkualitas adalah kunci utama agar terhindar dari penyakit diabetes. (Kemenkes/E-3)
Setiap sendok nasi putih yang tampak sederhana ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan.
Kenali 8 makanan dan minuman yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Terapkan pola makan sehat untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Kebiasaan harian seperti kurang gerak, melewatkan sarapan, stres, dan jarang memeriksakan kesehatan terbukti menjadi pemicu utama meningkatnya kasus diabetes di Indonesia
SEBUAH studi di Jepang menunjukkan bahwa menyantap ramen tiga kali atau lebih dalam seminggu dapat meningkatkan risiko diabetes, hipertensi, bahkan kematian dini.
Penyebab diabetes bisa datang dari mana saja, bahkan hal-hal sederhana yang rutin dilakukan setiap hari seperti penggunaan gawai atau gadget.
Kesalahan umum lain yang sering dilakukan banyak orang adalah mengabaikan gejala awal diabetes. Tanda-tanda penyakit ini sering muncul perlahan dan dianggap remeh.
DI tengah kesibukan dan gaya hidup serba cepat, banyak orang tidak menyadari bahwa sejumlah kebiasaan kecil dalam keseharian dapat memicu munculnya diabetes.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved