Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PARE adalah sejenis tanaman merambat dari keluarga Cucurbitaceae yang dikenal dengan buahnya yang berwarna hijau dan memiliki permukaan yang berbenjol-benjol serta rasa yang pahit.
Nama ilmiahnya adalah Momordica charantia, dan di berbagai daerah juga dikenal dengan sebutan peria, paria, atau bitter melon dalam bahasa Inggris.
Pare mengandung senyawa seperti charantin, vicine, dan polipeptida-p yang berperan seperti insulin alami. Ini membantu penderita diabetes tipe 2 dalam mengontrol gula darah.
Kandungan vitamin C, antioksidan, dan flavonoid pada pare mampu meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan radikal bebas.
Pare kaya akan serat, sehingga membantu melancarkan buang air besar, mencegah sembelit, dan membersihkan racun dari saluran pencernaan.
Karena rendah kalori dan tinggi serat, pare dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu dalam proses pembakaran lemak.
Beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak pare dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
Pare memiliki sifat anti-karsinogenik dan antioksidan yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker tertentu, seperti kanker payudara, prostat, dan pankreas.
Pare membantu detoksifikasi hati dan memperbaiki fungsinya, serta membantu mengurangi penumpukan lemak di hati.
Dengan menurunkan kadar gula dan kolesterol, pare juga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk tekanan darah tinggi.
Kandungan vitamin A, C, dan senyawa antiinflamasi pada pare membantu mengatasi jerawat, ruam kulit, dan mempercepat penyembuhan luka.
Pare telah digunakan secara tradisional untuk meredakan batuk, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya karena sifat antiinflamasi dan ekspektorannya.
Pare mengandung beta-karoten dan vitamin A, yang penting untuk menjaga penglihatan dan mencegah gangguan seperti rabun senja.
Konsumsi pare berlebihan tidak dianjurkan, terutama untuk ibu hamil atau penderita masalah pencernaan tertentu. (Z-4)
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Meskipun pare sangat bermanfaat, konsumsi berlebihan (terutama dalam bentuk jus mentah) bisa menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan atau penurunan gula darah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved