Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI usia lanjut (lansia) bukan berarti harus menyerah pada kondisi fisik yang menurun. Justru, masa lansia bisa menjadi periode hidup yang tetap aktif dan berkualitas, asalkan kesehatan tetap dijaga dengan baik.
Hal itu disampaikan oleh dr Atin Suhesti dalam presentasinya di depan ibu-ibu Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jateng, di Gedung Pers, Jalan Trilomba Juang 10, Mugas, Semarang, Jumat 20/6.
Pada presentasi bertajuk “Tetap Sehat dan Bugar di Usia Lansia” tersebut, dr Atin memaparkan, menjaga kesehatan di usia tua sangat penting karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup, kemampuan untuk tetap mandiri, serta pencegahan terhadap berbagai penyakit yang umum terjadi pada lansia.
“Menjadi tua itu pasti, getapi menjadi sehat di usia tua adalah pilihan. Kita bisa tetap aktif dan bugar, asal mau menerapkan pola hidup sehat sejak dini,” ujarnya.
Dalam sesi presentasi tersebut, Atin menjelaskan tiga hal utama yang menjadi kunci kebugaran di usia senja. Pertama, aktif bergerak dan berolahraga. Aktivitas fisik secara rutin terbukti mampu menjaga kekuatan otot, fleksibilitas, serta kesehatan mental.
“Jalan kaki, senam ringan, atau sekadar gerak tubuh di rumah sudah cukup, asalkan dilakukan rutin,” katanya.
Kedua, menjaga berat badan ideal. Berat badan yang stabil dan sesuai dengan tinggi badan dapat menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, hingga stroke.
Yang ketiga, pola makan sehat, dan cukup minum air putih. Asupan makanan yang bergizi seimbang sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh. "Selain itu, lansia juga rentan mengalami dehidrasi, sehingga kebutuhan cairan harus tercukupi setiap hari," tambahnya.
Dokter Atin juga menekankan, memeriksakan diri secara rutin adalah langkah penting yang sering diabaikan. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk deteksi dini berbagai penyakit, pencegahan komplikasi yang bisa lebih serius, pemantauan pengobatan agar lebih efektif, konseling gaya hidup sehat, dan menjaga kesehatan mental lansia.
“Pemeriksaan rutin bukan hanya untuk orang sakit, tapi justru untuk mereka yang ingin tetap sehat lebih lama,” jelasnya.
Menurut dia, pemerintah saat ini sudah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang bertujuan untuk memberikan layanan deteksi dini kepada seluruh masyarakat, termasuk lansia. Layanan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan umum.
“Program ini gratis dan terbuka untuk semua, jadi jangan ragu untuk memanfaatkannya. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Atin.
Tak kalah penting, dia menyinggung tentang vaksinasi sebagai upaya preventif dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Vaksin membantu tubuh membentuk kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu, sehingga ketika terpapar, tubuh lebih siap dan gejalanya cenderung lebih ringan.
Pemberian Vaksin merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi dan memutus mata rantai penyakit. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga jika suatu saat terpapar penyakit terebut maka hanya akan mengalami gejala ringan.
Vaksinasi bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa dan lansia. Beberapa jenis vaksin dasar yang diberikan hingga usia 18 tahun meliputi Polio, Hepatitis B, DPT, dan MMR.
Sementara itu, untuk usia dewasa dan lansia, vaksin yang dianjurkan antara lain, Influenza, Td/Tdap (Tetanus, Difteri, dan Pertusis), Varicella (Cacar air), HPV (Human Papillomavirus), Hepatitis A dan B, serta Pneumokokus Tifoid.
Dengan vaksinasi yang tepat dan gaya hidup yang sehat, para lansia dapat menikmati masa tua yang lebih aktif, mandiri, dan penuh semangat.
“Usia bukan halangan untuk tetap sehat dan bahagia. Mulai dari langkah kecil, seperti bergerak setiap hari, makan dengan gizi seimbang, periksa kesehatan rutin, dan jangan lupa vaksinasi,” pungkasnya.
Acara dihadiri oleh Ketua IKWI Ummi.Munawaroh, para pengurus, dan anggota. Tanya-jawab berlangsung setelah pemaparan oleh dr Atin. (H-2)
Masalah neurologis & kesehatan mental yang sering dialami lansia meliputi Oemenua, gangguan kognitif, dan depresi.
55,21% dari total 33,43 juta orang lanjut usia (lansia) di Indonesia yang masih masuk ke dalam angkatan kerja karena belum bisa memenuhi kebutuhannya secara mencukupi.
Salah satu penyakit usia tua yaitu pikun atau lupa ingatan. Bagaimana Islam memandang tentang pikun? Berikut uraiannya.
PEMBERDAYAAN lansia masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2023 jumlah lansia di Indonesia mencapai 22,6 juta jiwa atau 11,75%
Berikut 10 kesalahpahaman umum terkait penuaan dan orang dewasa lanjut usia.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved