Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

15+ Dongeng Sebelum Tidur Anak Panjang & Seru (Lengkap dengan Pesan Moral)

Media Indonesia
26/4/2025 01:23
15+ Dongeng Sebelum Tidur Anak Panjang & Seru (Lengkap dengan Pesan Moral)
Ilustrasi Gambar Tentang Dongeng Sebelum Tidur(Freepik)

Membacakan dongeng sebelum tidur memiliki manfaat luar biasa bagi tumbuh kembang anak. Selain mempererat ikatan emosional (bonding) antara orang tua dan buah hati, dongeng juga efektif menanamkan nilai moral tanpa menggurui.

Berikut adalah kumpulan 15 dongeng anak pilihan—dari cerita rakyat Nusantara hingga dongeng dunia—yang kami sajikan dengan alur cerita lengkap, seru, dan mendidik.


1. Kisah Timun Mas dan Raksasa Hijau

Kisah Timun Mas dan Raksasa Hijau

Ilustrasi : Nano Banana

Di sebuah desa di Jawa Tengah, hiduplah seorang janda paruh baya bernama Mbok Srini. Ia hidup sebatang kara dan sangat merindukan kehadiran seorang anak. Karena tak tahu harus meminta pada siapa, ia nekat pergi ke hutan untuk menemui raksasa sakti bernama Buto Ijo.

"Aku bisa memberimu anak," kata Buto Ijo dengan suara menggelegar. "Tapi ada syaratnya. Saat anak itu berusia 17 tahun, kau harus menyerahkannya padaku untuk kusantap!"

Karena keinginan yang begitu besar, Mbok Srini menyetujuinya. Raksasa itu memberinya biji mentimun ajaib. Mbok Srini menanamnya, dan tak lama kemudian tumbuhlah mentimun berwarna emas yang sangat besar. Saat dibelah, ternyata isinya adalah seorang bayi perempuan cantik. Ia pun memberinya nama Timun Mas.

Waktu berlalu, Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cerdas, rajin, dan pemberani. Mbok Srini sangat menyayanginya dan mulai cemas karena ulang tahun ke-17 Timun Mas semakin dekat. Tak ingin anaknya dimakan raksasa, Mbok Srini menyuruh Timun Mas pergi ke gunung untuk meminta bantuan seorang pertapa tua. Pertapa itu memberinya empat bungkusan kecil berisi: biji mentimun, jarum, garam, dan terasi.

Tepat di hari ulang tahunnya, tanah berguncang. "Brak! Brak! Brak!" Buto Ijo datang menagih janji. "Mana Timun Mas? Aku sudah lapar!" teriaknya.

"Lari, Nak! Lari sejauh mungkin!" teriak Mbok Srini.

Timun Mas berlari sekuat tenaga, namun langkah raksasa itu sangat lebar. Saat raksasa hampir menangkapnya, Timun Mas membuka bungkusan pertama (biji mentimun). Seketika, hutan berubah menjadi ladang mentimun yang lebat. Buto Ijo yang rakus berhenti sejenak untuk memakan mentimun-mentimun itu.

Setelah kenyang, raksasa kembali mengejar. Timun Mas melempar bungkusan kedua (jarum). Ajaib! Jarum-jarum itu berubah menjadi hutan bambu yang sangat rimbun dan tajam. Kaki Buto Ijo terluka berdarah-darah tertusuk bambu, namun ia terus mengejar dengan marah.

Timun Mas melempar bungkusan ketiga (garam). Hutan seketika berubah menjadi lautan luas. Buto Ijo terpaksa berenang susah payah. Namun, ia berhasil menepi dan kembali mengejar.

Dengan sisa tenaga terakhir, Timun Mas melempar bungkusan keempat (terasi). Tempat jatuhnya terasi itu tiba-tiba berubah menjadi lautan lumpur panas yang mendidih (rawa). Buto Ijo terperosok ke dalamnya. Semakin ia meronta, semakin dalam ia tenggelam. Akhirnya, raksasa jahat itu tenggelam dan tak bisa kembali.

Timun Mas pun pulang dengan selamat dan hidup bahagia selamanya bersama Mbok Srini.

🌟 Pesan Moral:

Jangan mudah menyerah dalam menghadapi masalah, sebesar apapun itu. Keberanian dan usaha keras (ikhtiar) akan selalu menemukan jalan keluar.


2. Legenda Batu Menangis (Asal Usul Kalimantan)

Legenda Batu Menangis (Asal Usul Kalimantan)

Ilustrasi : Nano Banana

Di sebuah bukit terpencil di Kalimantan Barat, hiduplah seorang janda miskin dan anak gadisnya. Gadis itu sangat cantik jelita, namun sayang, sifatnya sangat buruk. Ia pemalas, manja, dan suka membantah.

Kerjaannya setiap hari hanya bersolek di depan cermin. Sementara ibunya harus banting tulang bekerja di ladang orang untuk membeli makan. Tak sekalipun gadis itu mau membantu.

Suatu hari, sang Ibu hendak pergi ke pasar yang letaknya jauh di desa. "Nak, ayo temani Ibu ke pasar," ajak Ibunya. Gadis itu menolak, "Ah tidak mau, nanti kulitku hitam kena matahari! Lagipula aku malu jalan sama Ibu yang bajunya jelek begitu."

Namun karena bedaknya habis, gadis itu terpaksa ikut. Ia mengajukan syarat, "Aku mau ikut, tapi Ibu harus berjalan di belakangku. Jangan berjalan di sampingku, aku malu." Ibunya yang sabar hanya menurut.

Sepanjang perjalanan, orang-orang desa terpesona melihat kecantikan gadis itu. Seorang pemuda bertanya, "Hai gadis cantik, siapakah wanita tua di belakangmu itu? Apakah itu Ibumu?"

Dengan angkuh gadis itu menjawab, "Bukan! Dia adalah pembantuku. Budakku."

Hati sang Ibu teriris mendengarnya. Kejadian itu berulang terus. Setiap ada yang bertanya, gadis itu selalu menyangkal ibunya dan menyebutnya sebagai pembantu. Akhirnya, sang Ibu tak kuasa lagi menahan sedih. Ia berhenti di pinggir jalan dan menengadahkan tangan ke langit.

"Ya Tuhan, hamba tak kuat lagi menahan hinaan ini. Anak hamba begitu durhaka. Berikanlah ia hukuman yang setimpal," doa sang Ibu sambil menangis.

Langit tiba-tiba menjadi gelap. Petir menyambar. Perlahan, kaki gadis itu menjadi kaku dan berubah menjadi batu. Gadis itu panik, "Ibu! Kakiku tidak bisa digerakkan! Maafkan aku Ibu!"

Batu itu terus menjalar ke pinggang hingga ke leher. Gadis itu menangis meraung-raung memohon ampun, tapi terlambat. Seluruh tubuhnya akhirnya menjadi batu. Anehnya, dari mata patung batu itu terus mengalir air. Orang-orang kemudian menyebutnya sebagai "Batu Menangis".

🌟 Pesan Moral:

Sayangilah orang tua kita apa adanya. Surga ada di telapak kaki Ibu. Ucapan dan doa Ibu sangat mustajab, maka janganlah sekali-kali menyakiti hatinya.


3. Si Kancil yang Cerdik dan Para Buaya

Si Kancil yang Cerdik dan Para Buaya

Ilustrasi : Nano Banana

Suatu siang yang terik di hutan, Si Kancil sedang berjalan-jalan. Perutnya berbunyi, "Krucuk... krucuk...". Kancil sangat lapar. Ia melihat di seberang sungai ada pohon rambutan yang buahnya merah matang.

Namun, arus sungai itu sangat deras. Kancil tidak bisa berenang. Saat sedang berpikir, ia melihat seekor buaya besar sedang tidur di tepi sungai. Otak cerdik Kancil pun bekerja.

"Hei Buaya! Bangunlah!" teriak Kancil. Buaya itu membuka mata dengan malas, "Berisik sekali kau, Kancil. Mau kumoakan?"

"Tenang dulu," kata Kancil santai. "Aku ke sini membawa pesan dari Raja Hutan (Singa). Raja ingin mengadakan pesta besar dan mengundang seluruh buaya untuk makan daging segar sepuasnya. Tapi, aku harus menghitung dulu jumlah kalian agar makanannya cukup."

Mendengar kata "daging segar", mata buaya berbinar. Ia segera memanggil teman-temannya. Dalam sekejap, puluhan buaya berkumpul. "Nah, sekarang berbarislah kalian dari tepi sini sampai ke seberang sana. Aku akan menghitungnya," perintah Kancil.

Buaya-buaya itu menurut. Mereka berjejer rapi membentuk jembatan. Kancil pun melompat ke punggung buaya pertama, "Satu!" Lalu melompat lagi, "Dua! Tiga! Empat!" Kancil terus melompat sambil pura-pura menghitung hingga sampai di seberang sungai.

Begitu kakinya menyentuh tanah seberang, Kancil tertawa terbahak-bahak. "Terima kasih Buaya bodoh! Kalian sudah jadi jembatanku. Sebenarnya tidak ada pesta makan daging. Aku cuma mau makan rambutan ini!"

Kancil lari masuk ke dalam hutan, meninggalkan para buaya yang marah besar karena tertipu.

🌟 Pesan Moral:

Kita harus cerdik dalam menyelesaikan masalah, tetapi jangan gunakan kepintaranmu untuk menipu atau merugikan orang lain. Karena jika ketahuan, orang tidak akan percaya lagi padamu.


4. Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih

Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih

Ilustrasi : Nano Banana

Dahulu kala, hiduplah gadis cantik bernama Bawang Putih. Sejak ayahnya meninggal, ia tinggal bersama ibu tiri dan saudara tirinya, Bawang Merah. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Bawang Putih rajin dan baik hati, sedangkan Bawang Merah pemalas dan iri dengki.

Setiap hari, Bawang Putih disuruh mengerjakan semua pekerjaan rumah: mencuci, memasak, dan menyapu. Suatu hari saat mencuci di sungai, selendang kesayangan ibu tirinya hanyut terbawa arus. Bawang Putih dimarahi dan disuruh mencari sampai dapat.

Ia menyusuri sungai hingga menemukan sebuah gubuk tua yang dihuni seorang nenek. "Nenek, apakah melihat selendang merah?" tanya Bawang Putih. "Ya, aku menyimpannya. Tapi kau harus menemaniku seminggu di sini dan membantuku," jawab Nenek.

Bawang Putih setuju. Ia bekerja dengan rajin dan tulus. Seminggu berlalu, Nenek mengembalikan selendang itu. Sebagai hadiah, Nenek menyuruh Bawang Putih memilih satu dari dua labu: yang besar atau yang kecil. Karena tidak serakah, Bawang Putih memilih yang kecil.

Sampai di rumah, labu itu dibelah. Isinya ternyata emas permata! Ibu tiri dan Bawang Merah kaget. Mereka pun menyusun rencana licik. Bawang Merah sengaja menghanyutkan selendang dan pergi ke rumah Nenek itu.

Namun di sana, Bawang Merah bekerja dengan malas-malasan dan terus mengeluh. Saat diminta memilih hadiah, dengan serakah ia memilih labu yang besar, membayangkan isinya lebih banyak emas.

Sampai di rumah, mereka mengunci pintu dan membelah labu besar itu dengan semangat. Tapi bukannya emas, yang keluar adalah ular berbisa, kalajengking, dan kelabang! Hewan-hewan itu menyerang mereka. Bawang Merah dan ibunya pun lari ketakutan dan menyesali keserakahannya.

🌟 Pesan Moral:

Jadilah orang yang tulus dan rajin tanpa mengharap imbalan. Sifat serakah dan iri hati hanya akan membawa celaka bagi diri sendiri.


5. Pinokio Si Boneka Kayu

Pinokio Si Boneka Kayu

Ilustrasi : Nano Banana

Seorang pemahat kayu tua bernama Geppetto sangat kesepian. Ia membuat sebuah boneka kayu anak laki-laki dan menamainya Pinokio. "Andai kau anak sungguhan," doa Geppetto. Peri Biru mendengar doa tulus itu dan menyihir Pinokio menjadi hidup.

"Kau bisa menjadi manusia sejati, Pinokio," kata Peri Biru. "Asalkan kau jujur, berani, dan tidak egois."

Namun, Pinokio ternyata nakal. Ia sering bolos sekolah dan suka berbohong. Setiap kali ia berbohong, hidung kayunya akan memanjang. Semakin banyak bohongnya, semakin panjang hidungnya hingga ia tak bisa menoleh di dalam kamar.

Suatu hari, Pinokio diajak teman nakalnya pergi ke "Pulau Kesenangan" di mana anak-anak tidak perlu sekolah. Ternyata itu jebakan! Anak-anak malas di sana diubah menjadi keledai untuk dijual. Pinokio berhasil kabur tapi mendapati Geppetto sudah tidak ada di rumah. Geppetto pergi mencari Pinokio di laut dan tertelan ikan paus raksasa.

Pinokio menyusul ke laut dan sengaja membiarkan dirinya ditelan paus itu. Di dalam perut paus, ia bertemu Geppetto. Mereka berpelukan. "Ayah, ayo kita buat api!" ajak Pinokio. Asap dari api membuat paus bersin "Hatchiiim!", dan mereka berdua terlempar keluar dengan selamat.

Melihat pengorbanan dan keberanian Pinokio menyelamatkan ayahnya, Peri Biru akhirnya mengubah Pinokio menjadi anak laki-laki manusia sungguhan. Geppetto dan Pinokio pun hidup bahagia.

🌟 Pesan Moral:

Kejujuran adalah kunci kepercayaan. Berbohong mungkin menyelamatkanmu sesaat, tapi akan menyulitkanmu di kemudian hari. Patuhlah pada nasehat orang tua.


6. Legenda Danau Toba

Legenda Danau Toba

Ilustrasi : Nano Banana

Di Sumatera Utara, seorang petani bernama Toba memancing seekor ikan mas besar yang bisa berbicara. Ikan itu ternyata jelmaan wanita cantik. Toba menikahinya dengan satu syarat mutlak: Toba tidak boleh menceritakan kepada siapapun bahwa istrinya berasal dari ikan.

Mereka dikaruniai anak bernama Samosir. Anak ini sangat nakal dan nafsu makannya besar. Suatu hari, Samosir disuruh mengantar bekal makan siang untuk ayahnya di ladang. Di jalan, Samosir memakan bekal itu hingga sisa sedikit. Toba yang lapar marah besar saat melihat bekalnya habis. Tanpa sadar ia berteriak, "Dasar anak kurang ajar! Dasar kau anak keturunan ikan!"

Seketika janji terlanggar. Langit gelap gulita. Samosir lari mengadu ke ibunya. Ibunya sedih dan menyuruh Samosir lari ke bukit tertinggi. Air bah munucul dari tanah dengan deras, menenggelamkan Toba dan seluruh desa hingga menjadi danau luas (Danau Toba). Samosir yang selamat di bukit kini menjadi pulau di tengahnya (Pulau Samosir).

🌟 Pesan Moral:

Lidahmu adalah harimaumu. Jangan pernah melanggar janji, apalagi yang sudah disepakati dengan sumpah. Kendalikan emosi agar tidak menyesal belakangan.


7. Keong Mas

Keong Mas

Ilustrasi : Nano Banana

Dewi Candra Kirana, putri Kerajaan Daha, dikutuk oleh penyihir jahat suruhan saudaranya (Dewi Galuh) karena iri hati. Candra Kirana berubah menjadi keong berwarna emas dan dibuang ke sungai. Ia tersangkut di jaring seorang nenek pencari ikan.

Nenek itu membawa Keong Mas pulang dan menaruhnya di tempayan. Anehnya, setiap Nenek pulang kerja, di meja makan sudah tersedia makanan lezat dan rumah sudah bersih. Nenek penasaran dan mengintip. Ia melihat Keong Mas berubah menjadi putri cantik yang sedang memasak. Nenek menegurnya, dan kutukan itu pun mulai luntur.

Sementara itu, Pangeran Inu Kertapati tunangan Candra Kirana terus mencari tanpa lelah. Ketulusan cinta Pangeran akhirnya menuntunnya ke gubuk Nenek. Saat mereka bertemu, kutukan penyihir hancur selamanya. Candra Kirana kembali ke istana dan menghukum Dewi Galuh.

🌟 Pesan Moral:

Kebenaran pasti akan terungkap. Bersabarlah saat difitnah atau dijahati orang, karena Tuhan tidak tidur dan akan memberikan pertolongan di waktu yang tepat.


8. Cinderella dan Sepatu Kaca

Cinderella dan Sepatu Kaca

Ilustrasi : Nano Banana

Cinderella diperlakukan seperti pembantu oleh ibu dan dua saudara tirinya yang jahat. Saat Pangeran mengadakan pesta dansa, Cinderella dilarang ikut. Ia menangis di kebun. Ibu Peri muncul dan menyihir labu menjadi kereta kencana, tikus menjadi kuda, dan baju lusuh Cinderella menjadi gaun biru indah lengkap dengan sepatu kaca.

"Mantra ini hanya berlaku sampai tengah malam," pesan Ibu Peri. Cinderella berdansa dengan Pangeran yang langsung jatuh cinta padanya. Saat jam berdentang 12 kali, Cinderella lari pulang. Sebelah sepatu kacanya terlepas di tangga istana.

Pangeran mencari pemilik sepatu itu ke seluruh negeri. Saat saudara tiri Cinderella mencoba, kaki mereka terlalu besar. Saat Cinderella mencoba, sepatu itu pas sempurna. Pangeran pun memboyong Cinderella ke istana.

🌟 Pesan Moral:

Tetaplah berbuat baik dan lembut hati meski orang lain jahat padamu. Kebaikan hati akan memancarkan kecantikan yang sesungguhnya.


9. Singa dan Tikus

Singa dan Tikus

Ilustrasi : Nano Banana

Seekor tikus kecil tak sengaja berlari di atas wajah Singa yang sedang tidur. Singa marah dan menangkapnya. "Maafkan aku Raja Hutan! Jangan makan aku, aku makhluk kecil yang tidak enak. Jika kau lepaskan, suatu hari aku akan membalas budimu," cicit Tikus ketakutan.

Singa tertawa meremehkan, "Hahaha, hewan sekecil kau mau menolongku? Tapi baiklah, aku sedang tidak lapar." Singa melepaskannya. Beberapa hari kemudian, Singa terperangkap jaring pemburu. Ia mengaum tak berdaya.

Tikus mendengar itu dan datang. Dengan gigi-giginya yang kecil tapi tajam, Tikus menggigiti tali jaring yang tebal itu hingga putus. Singa pun bebas. Ia berterima kasih pada Tikus.

🌟 Pesan Moral:

Jangan pernah meremehkan orang yang terlihat lemah atau kecil. Setiap orang punya kelebihan masing-masing yang bisa bermanfaat.


10. Tiga Babi Kecil

Tiga Babi Kecil

Ilustrasi : Nano Banana

Tiga ekor babi bersaudara pergi merantau dan membangun rumah masing-masing. Babi Pertama yang malas membangun rumah dari jerami karena cepat selesai. Babi Kedua membangun dari kayu. Babi Ketiga yang rajin membangun rumah dari batu bata yang kokoh meski butuh waktu lama.

Serigala jahat datang. Ia meniup rumah jerami, "Fuhhh!" Rumah itu hancur berantakan. Babi pertama lari ke rumah kayu. Serigala meniup rumah kayu, dan rumah itu pun roboh. Kedua babi lari ke rumah batu bata.

Serigala meniup sekuat tenaga sampai mukanya merah, tapi rumah batu bata tak bergeming. Serigala mencoba masuk lewat cerobong asap, tapi Babi Ketiga sudah menyiapkan panci air panas di bawahnya. Serigala kepanasan dan lari terbirit-birit.

🌟 Pesan Moral:

Jangan malas. Pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan fondasi yang kuat akan memberikan hasil terbaik dan perlindungan di masa sulit.


11. Angsa dan Telur Emas

Angsa dan Telur Emas

Ilustrasi : Nano Banana

Seorang petani miskin menemukan bahwa angsa miliknya bertelur emas murni. Sejak itu, setiap pagi ia memanen satu telur emas dan menjadi kaya raya. Namun, petani itu mulai serakah dan tidak sabar.

"Kalau aku potong angsa ini dan ambil semua telur di perutnya, aku akan langsung jadi orang terkaya di dunia tanpa harus menunggu tiap pagi," pikirnya.

Ia pun menyembelih angsa malang itu. Betapa kagetnya ia saat membelah perut angsa, ternyata isinya kosong seperti angsa biasa. Tidak ada gudang emas di dalamnya. Kini angsa itu mati, dan ia tidak akan pernah mendapat telur emas lagi. Petani itu menangis menyesali keserakahannya.

🌟 Pesan Moral:

Syukurilah rezeki yang ada. Keserakahan ingin cepat kaya secara instan justru seringkali membuat kita kehilangan segalanya.


12. Lomba Lari Kelinci dan Kura-kura

Lomba Lari Kelinci dan Kura-kura

Ilustrasi : Nano Banana

Kelinci sangat sombong karena ia adalah hewan tercepat di hutan. Ia selalu mengejek Kura-kura yang lambat. "Hei Kura-kura lamban! Berani tidak kau lomba lari denganku?" tantang Kelinci.

Kura-kura yang rendah hati menerima tantangan itu. Saat lomba dimulai, Kelinci melesat jauh meninggalkan Kura-kura. "Ah, dia masih jauh. Aku tidur siang dulu saja di bawah pohon ini," pikir Kelinci meremehkan.

Kura-kura terus berjalan pelan tapi pasti, selangkah demi selangkah tanpa berhenti. Saat Kelinci terbangun, ia kaget melihat Kura-kura sudah hampir sampai di garis finish. Kelinci lari mengejar, tapi terlambat. Kura-kura lah pemenangnya.

🌟 Pesan Moral:

Ketekunan bisa mengalahkan bakat alam. Jangan pernah sombong dan meremehkan orang lain, karena kesombongan adalah awal dari kekalahan.


13. Rusa dan Tanduknya

Rusa dan Tanduknya

Ilustrasi : Nano Banana

Seekor rusa sedang minum di danau yang jernih. Ia melihat bayangannya. Ia sangat bangga melihat tanduknya yang bercabang indah dan gagah. Namun, ia sedih melihat kakinya yang kecil dan kurus. "Tandukku mahkota yang hebat, tapi kakiku ini jelek sekali," keluhnya.

Tiba-tiba, seekor singa muncul mengaum. Rusa lari secepat kilat. Kaki-kakinya yang kurus dan lincah itu membawanya lari sangat cepat menjauhi singa. Namun saat masuk ke hutan lebat, tanduk indahnya tersangkut di ranting pohon.

Rusa meronta-ronta, sementara singa makin dekat. Dengan usaha keras ia berhasil lepas, meski tanduknya patah sedikit. Ia sadar, kaki jelek yang ia hina tadi justru menyelamatkan nyawanya, sedangkan tanduk indah yang ia banggakan malah hampir membunuhnya.

🌟 Pesan Moral:

Jangan menilai sesuatu hanya dari penampilan luarnya. Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan pada diri kita pasti ada manfaatnya. Syukurilah.


14. Hansel dan Gretel

Hansel dan Gretel

Ilustrasi : Nano Banana

Karena kemiskinan yang parah, Hansel dan Gretel dibuang ke tengah hutan oleh ibu tiri mereka. Mereka tersesat hingga menemukan sebuah rumah aneh yang terbuat dari roti, kue, dan permen cokelat. Karena lapar, mereka memakan dinding rumah itu.

Ternyata rumah itu milik penyihir jahat pemakan anak-anak. Mereka ditangkap. Hansel dikurung untuk digemukkan, Gretel disuruh kerja paksa. Saat penyihir menyuruh Gretel mengecek oven pemanggang, Gretel pura-pura bodoh. "Aku tidak tahu caranya, Nek. Bisa contohkan?"

Saat penyihir membungkuk menengok ke dalam oven, Gretel mendorongnya masuk dan mengunci pintu oven! Penyihir itu musnah. Hansel dan Gretel mengambil harta karun penyihir dan berhasil menemukan jalan pulang ke ayah mereka.

🌟 Pesan Moral:

Dalam situasi bahaya, jangan panik. Gunakan akal cerdikmu. Kerjasama antara saudara juga sangat penting untuk saling melindungi.


15. Si Itik Buruk Rupa

Si Itik Buruk Rupa

Ilustrasi : Nano Banana

Telur seekor bebek menetas, namun ada satu anak yang warnanya abu-abu dan tubuhnya besar, berbeda dari saudara-saudaranya yang kuning mungil. Ia selalu diejek "Si Itik Buruk Rupa". Karena sedih, ia kabur dari peternakan.

Ia melewati musim dingin sendirian, kedinginan dan kelaparan. Saat musim semi tiba, ia melihat sekawanan angsa putih yang indah berenang di danau. "Andai aku bisa seperti mereka," gumamnya sedih. Ia mendekat ke air dan melihat bayangannya.

Betapa kagetnya ia! Ia bukan lagi itik abu-abu jelek. Bulunya telah berubah menjadi putih bersih, lehernya panjang. Ternyata selama ini ia adalah bayi Angsa (Swan), bukan Bebek. Ia pun terbang bersama kawanan angsa dengan bahagia.

🌟 Pesan Moral:

Jangan minder jika kamu merasa berbeda. Setiap orang punya keindahan dan bakatnya masing-masing yang akan bersinar pada waktunya. Sabarlah berproses.

FAQ Seputar Dongeng Sebelum Tidur

Apa manfaat membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak?

Membacakan dongeng sebelum tidur bermanfaat untuk meningkatkan imajinasi anak, mempererat ikatan (bonding) antara orang tua dan anak, serta membantu memperkaya kosakata dan kemampuan bahasa si kecil sejak dini.

Berapa lama durasi yang ideal untuk mendongeng?

Durasi yang ideal adalah sekitar 10 hingga 15 menit. Durasi ini cukup untuk memberikan pesan moral tanpa membuat anak merasa terlalu lelah atau kehilangan fokus sebelum benar-benar terlelap.

Bagaimana cara memilih dongeng yang tepat untuk anak?

Pilihlah dongeng yang memiliki pesan moral positif, alur cerita yang sederhana, dan sesuai dengan usia anak. Untuk balita, dongeng fabel (cerita hewan) biasanya lebih mudah dipahami dan menarik perhatian mereka.

Apakah mendongeng bisa membantu anak tidur lebih nyenyak?

Ya. Mendengarkan suara orang tua yang lembut saat mendongeng dapat memberikan rasa aman dan rileks pada anak, yang memicu tubuh melepaskan hormon ketenangan sehingga anak bisa tidur lebih lelap.

Semoga kumpulan dongeng ini bisa menemani tidur nyenyak si Kecil malam ini. Selamat bercerita, Ayah dan Bunda!



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny tebe
Berita Lainnya