Selasa 15 September 2015, 00:00 WIB

Bencana saat Wukuf Diantisipasi

Administrator | Humaniora
Bencana saat Wukuf Diantisipasi

ANTARA/Prasetyo Utomo

 
PEMERINTAH menyiapkan strategi antisipasi bencana seperti hujan lebat serta badai angin dan pasir pada puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah, Arab Saudi.

"Kita harus antisipasi perubahan cuaca yang sangat ekstrem," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di sela-sela kunjungan kerja ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mekah, kemarin.

Pihaknya, kata Menag, akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak otoritas di Arab Saudi untuk membuat strategi khusus mengantisipasi perubahan cuaca yang ekstrem di negara tersebut pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). "Strateginya akan kami siapkan dalam waktu dekat ini," kata Lukman.

Ia mengimbau seluruh petugas dan jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan atas sesuatu yang tidak dinginkan tersebut, mengingat perubahan cuaca di Arab Saudi sangat ekstrem menjelang pergantian musim semi.

Kekhawatiran Menag tersebut beralasan mengingat beberapa waktu lalu hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan alat berat untuk perluas-an Masjidil Haram roboh yang mengakibatkan ratusan calon haji dari berbagai negara meninggal dunia pada Jumat (11/9).

Hingga kemarin, 10 calon haji Indonesia dipastikan meninggal dunia serta 41 orang luka berat dan ringan. Dari jumlah yang terluka itu, 18 orang sudah kembali ke pemondokan masing-masing dan sisanya 23 orang masih dirawat di sejumlah rumah sakit milik pemerintah Arab Saudi.

Tiga jenazah yang dapat diidentifikasi kemarin ialah calon haji asal Indonesia, yaitu Sriyana Marjosihono, No Paspor B1188078, Kloter 27 Embarkasi Solo (SOC 27); Masadi Saiman Tarimin, No Paspor V222619, Kloter 38 Embarkasi Surabaya (SUB 38); dan Siti Rukayah Abdu Samad, No Paspor A2714350, Kloter 39 Embarkasi Surabaya (SUB 39).
Insiden crane di Masjidil Haram membuat suasana pelepasan 444 calon haji di Cimahi, Jawa Barat, kian mengharukan.

"Semoga Ibu sehat dan lancar selama beribadah. Kalaupun takdir berkata lain, kami ikhlas," ucap seorang perempuan berjilbab saat melepas ibunya naik ke bus.

Terkait dengan insiden crane, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menilai diperlukan investigasi yang terbuka. "Ini juga kan bisa menjadi pelajaran ke depannya, khususnya bagi pemerintah Arab Saudi dan umumnya dunia agar baik dalam mempersiapkan rencana proyek pembangunan, terlebih ketika waktu banyak orang di sekitar proyek," ujar dia. (Bay/DG/AT/Ant/X-6)

Baca Juga

Dok. ITB

Tenda Fleksibel untuk Penanggulangan Bencana

👤Andry Widyowijatnoko Kelompok Keahlian Teknologi Bangunan Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan 🕔Selasa 25 Januari 2022, 06:00 WIB
GEMPA Lombok, Nusa Tenggara Barat, Palu, Sulawesi Tengah, dan Mamuju, Sulawesi Barat, tercatat sebagai bagian dari bencana gempa bumi besar...
Antara/Asprilla Dwi Adha

Ini Alasan Kemendikbudristek Kukuh Pertahankan PTM Meski Kasus Omikron Meningkat 

👤Faustinus Nua 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:40 WIB
"PTM sangat urgen, kita sudah menutup sekolah hampir dua tahun dan selama waktu tersebut banyak kejadian luar biasa diantaranya...
Dok. Pribadi

Alat Masak Berkualitas Ikut Tentukan Kelezatan Makanan 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:37 WIB
Dilansir dari healthline, alat masak seperti panci dan wajan yang tidak berkualitas bisa jadi sampah menumpuk karena orang-orang tidak akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya