Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Indonesia (PSIP UI) kembali menggelar acara tahunan yang telah dinanti-nantikan, yaitu The 20th UI Book Festival. Acara ini resmi dibuka pada Senin (21/10), di Auditorium Gedung IX, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI dengan tema besar “Digital Art: Transforming Information in the Modern Era”.
Acara pembuka itu diawali dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Ketua Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Ketua Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, serta Ketua dan Wakil Ketua Pelaksana The 20th UI Book Festival, sebagai simbol peresmian rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga 1 November 2024.
Ketua Pelaksana Rania Putri Kurniawan, dalam sambutannya, mengatakan, “Dengan adanya UI Book Festival ini, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman baru yang menginspirasi, sekaligus menumbuhkan minat terhadap seni digital yang terus berkembang."
Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan talkshow bertajuk Transforming Information in The Modern Era. Talkshow ini menghadirkan Aulion, seorang content creator ternama yang dikenal dengan kreativitasnya dalam memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan informasi.
Dalam sesi ini, Aulion berbagi pandangannya tentang bagaimana informasi di era digital saat ini dapat dikumpulkan, diproses, dan disebarluaskan secara efektif melalui teknologi.
Ia juga menekankan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menciptakan karya-karya kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Mulai 21 Oktober 2024 hingga 1 November 2024, The 20th UI Book Festival menyuguhkan berbagai kegiatan menarik yang dapat diikuti oleh mahasiswa, pegiat literasi dan seni, dan masyarakat umum.
1. Talk Show Grand Opening bersama Aulion (Content Creator)
2. Digital Art Workshop bersama Alienpang (Digital Illustrator)
3. Mini Exhibition bersama Yanuar Sam (Pameris)
4. Bookfair
5. Bookshare
5. Diskusi Buku “Kulturnomi” bersama Handoko Hendroyono (Penulis)
6. Grand Closing bersama Fuzzylads dan Hexgonia
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Lewat 1 juta buku baru dan beragam program menarik, BBW Jogja 2025 ingin menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan dan bermanfaat.
Pada 2024 lalu, Semesta Buku disambut antusias masyarakat. Sekitar 300 ribu orang mengunjungi pameran di sejumlah lokasi.
Pameran buku Korea ini bertujuan untuk mempromosikan karya sastra Korea dan memperkuat hubungan kerja sama dengan penerbit di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved