Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bezos Earth Fund (BEF) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang menandakan kemitraan penting antara kedua belah pihak. MoU itu bertujuan untuk mencapai tujuan Indonesia yang didasarkan pada rencana kerja Nationally Determined Contribution (NDC) dan FOLU Net Sink 2030.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan Senior Fellow BEF Lord Zac Goldsmith di Norwegia, Selasa (25/6). Momen penting itu juga disaksikan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen.
"Pada acara istimewa hari ini, kami menyaksikan penandatanganan MoU antara KLHK dan Bezos Earth Fund (BEF). Hal ini dimaksudkan untuk mendukung kerja multipihak dari sektor swasta dan filantropi, serta kesejahteraan masyarakat lokal dan adat. Saya sangat yakin bahwa kemitraan baru ini akan sangat produktif di tahun-tahun mendatang," ujar Siti melalui keterangan resmi, Kamis (27/6).
Baca juga : Festival LIKE, Mensesneg Ajak Para Pebisnis Selamatkan Lingkungan
Acara penandatanganan dilanjutkan dengan diskusi Menteri LHK Siti Nurbaya dan Lord Zac Goldsmith tentang langkah-langkah kunci penanganan deforestasi di Tanah Air. Se cara garis besar diksusi itu menekankan pentingnya high politics and strong actions.
Lebih lanjut, Siti menyampaikan kolaborasi tersebut berakar pada pengakuan dan komitmen bersama atas sejumlah hal. Pertama, Dukungan terhadap kepemimpinan iklim Indonesia, yakni mengakui target ambisius untuk mencapai penyerapan bersih karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tahun 2030. Itu sejalan dengan perjanjian internasional seperti Perjanjian Paris dan Konvensi Keanekaragaman Hayati.
Kedua, perluasan upaya konservasi berupa komitmen untuk memperluas target perhutanan sosial, termasuk pengakuan hukum atas hutan adat yang ditujukan untuk konservasi keanekaragaman hayati dan praktik pengelolaan lahan berkelanjutan.
Baca juga : KLHK terus Realisasi Penanaman Pohon Serentak di Indonesia
Ketiga, pembentukan kawasan konservasi yang ditunjukkan dengan inisiatif untuk mengelola kawasan konservasi yang ada dan membangun taman nasional baru di kawasan keanekaragaman hayati utama,
"Kemitraan ini menggarisbawahi komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim. Hal ini memanfaatkan keahlian dan sumber daya untuk mencapai dampak transformatif pada lanskap lingkungan hidup Indonesia," tuturnya.
“Saya bersyukur karena BEF merupakan filantropi besar dunia dan saya meyakini dengan dukungan ini semakin bisa terwujudkan kerja bersama antar semua stakeholders, yakni Pemerintah, Pemda, LSM, Dunia Usaha dan Komunitas. Khususnya untuk penguatan konservasi dan kinerja restorasi hutan, serta hutan adat," demikian Siti menutup pernyataannya. (Ant/Z-11)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Informasi iklim memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
Faktor-faktor ini berdampak pada banyak spesies yang hidup di habitat berpasir, mengurangi kesempatan bagi sektor pariwisata dan perikanan, serta meningkatan ancaman
Kolaborasi dengan Indonesia menjadi bukti nyata bahwa aksi iklim yang ambisius dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi.
Bangunan berperan besar dalam isu perubahan iklim, dengan kontribusi hampir 40% terhadap emisi karbon global.
Penelitian terbaru mengungkap gletser sementara mendinginkan udara sekitarnya, namun efek ini akan puncak dalam dua dekade ke depan.
Lagu tersebut bercerita tentang monster besar yang sesungguhnya adalah senjata pemusnah. Ironinya, senjata itu justru dirakit oleh manusia sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved