Sabtu 21 Februari 2015, 00:00 WIB

UN Jadi Syarat Masuk SNMPTN

Syarief Oebaidillah | Humaniora
UN Jadi Syarat Masuk SNMPTN

MI/Sumaryanto

 
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek dan Dikti) akhirnya menyepakati hasil ujian nasional (UN) tetap menjadi bahan pertimbangan ke Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015.

Keputusan tersebut diambil dari hasil rapat antara Kemendikbud, yang diwakili Balitbang dan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Panitia SNMPTN, Majelis Rektor PTN (MRPTN), dan perwakilan Kemenristek dan Dikti, Rabu (18/2), di Jakarta.

"Semua pihak telah sepaham untuk menjadikan hasil UN siswa sebagai salah satu komponen penilaian seleksi masuk SNMPTN pada tahun ini," sebut Wakil Ketua MRPTN Werry Data Taifur saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Buntut dari kesepakatan tersebut, lanjut Werry, pihak Balitbang dan Puspendik Kemendikbud menyanggupi menyerahkan hasil UN paling lambat 5 Mei 2015. Dengan begitu, hasil UN dapat dimasukkan ke komponen penilaian SNMPTN.

Sebelumnya, Kemendikbud telah merilis jadwal UN tingkat SMA, SMK, dan MA akan berlangsung pada 13 sampai 15 April 2015. Sementara itu, proses pengolahan hasil UN berlangsung pada 18 April hingga 15 Mei 2015, dan diumumkan pada 18 Mei 2015. Padahal, jadwal pengumuman hasil SNMPTN ialah 9 Mei 2015.

Berangkat dari hal itu, MRPTN meminta agar Kemendikbud memajukan jadwal hasil UN menjadi sebelum 9 Mei dan disarankan waktunya tidak terlalu mepet dengan tanggal tersebut.

Werry menambahkan Kemendikbud akan melibatkan lebih banyak PTN untuk mempercepat proses pemindaian lembar jawaban UN. Paling tidak, ada sekitar 34-40 PTN yang sudah memiliki mesin pemindai (scanner) dilibatkan untuk mengoreksi UN.

Hasil pemindaian yang dilakukan PTN tersebut nantinya akan dikirim ke Puspendik, Kemedikbud untuk dibuat kategorinya. Hasil olahan data di Puspendik itu nantinya tidak hanya akan digunakan PTN untuk mengetahui nilai UN.

Kredibilitas UN
Lebih jauh Werry menambahkan penting untuk melihat kredibilitas pelaksanaan UN 2015, sebab jika pelaksanaan UN tidak kredibel, akan berpengaruh pada sikap PTN dalam memandang hasil UN.

"Kalau kampus kami sendiri akan melihat dulu hasil pemetaannya seperti apa. Integritas pelaksanaannya seperti apa," tegas Werry

Terkait kesepakatan itu, Kepala Puspendik, Kemendikbud, Nizam, saat dimintai konfirmasi, menyatakan kesiapannya.

"Insya Allah Puspendik bisa menyerahkan lebih awal. Pemindaian UN sementara direncanakan 40 PTN," tukasnya singkat.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsyah menyatakan pihaknya menghormati kesepakatan dan keputusan Kemendikbud dan Kemenristek dan Dikti.

"Saya kira apa yang sudah diputuskan kementerian harus kita hormati bersama, karena keputusan itu pasti melalui berbagai pertimbangan," ujar dia.

Namun begitu, ia menyatakan hasil UN yang menjadi pertimbangan SNMPTN memerlukan pembobotan. Besar kecilnya pembobotan itu akan sangat tergantung pada hasil pelaksanaan UN.

Baca Juga

Ist

Perempuan Punya Kesempatan Duduki Posisi Tertinggi Di Dunia Pendidikan

👤Widhoroso 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:50 WIB
PEREMPUAN memiliki potensi yang tidak kalah berkualitas dalam hal kepemimpinan, termasuk dalam dunia...
DOK Instagram @yennywahid.

Hubungan Syafii Maarif dengan Gus Dur dan Pak Harto

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:45 WIB
Yang menarik, Yenny Wahid mengungkapkan hubungan Syafii dengan Gus Dur dan Peter Gontha mengisahkan Syafii dengan Presiden kedua RI...
Antara

31,1 Juta Masyarakat Umum dan Rentan Terproteksi Booster

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:36 WIB
Sebanyak 4.559.957 lanjut usia telah terproteksi vaksin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya