Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OMNIVORA merupakan istilah yang mungkin kerap kita dengar selama mempelajari materi biologi. Omnivora adalah jenis organisme yang merupakan pemakan segala. Organisme perlu makan makanan untuk mendapatkan energi dan bertahan hidup dalam ekosistem.
Makhluk hidup juga dikategorikan berdasarkan cara mereka memperoleh makanan. Untuk tanaman, mereka membuat makanan mereka sendiri, sehingga dikenal sebagai autotrof. Namun, hewan biasanya harus mencari dan mengonsumsi makanan dari luar. Ini kemudian membuat hewan dikategorikan sebagai herbivora, karnivora, dan omnivora.
Istilah omnivora berasal dari kata Latin omnis yang berarti semua atau segala dan vorare yang berarti makan. Hewan omnivora merupakan hewan pemakan segala, baik tumbuhan maupun daging. Hewan omnivora memiliki peran yang penting pada rantai makanan, yaitu sebagai penghasil energi dan nutrisi bagi organisme yang lain. Pada umumnya, omnivora menduduki tingkat trofik ketiga pada rantai makanan bersama dengan hewan karnivora.
Baca juga: Mengenal Daur Hidup Kecoa dari Telur hingga Dewasa
Hewan omnivora jika tidak memburu, dia dapat juga diburu, sehingga dapat berperan menjadi predator sekaligus mangsa. Namun, ada pula hewan omnivora yang makan dari sisa hewan yang mati, tetapi juga makan buah-buahan.
Untuk mengonsumsi makanan yang berupa tumbuhan maupun daging, hewan omnivora memiliki struktur gigi yang tajam untuk merobek daging dan gigi yang datar untuk mengunyah tumbuhan. Namun ada pula beberapa hewan omnivora yang tidak memiliki gigi, sehingga akan menyantap makanannya dengan cara menelan secara utuh.
Baca juga: Cara Klasifikasi Makhluk Hidup Menurut Carolus Linnaeus
Hewan omnivora lebih dapat bertahan hidup dibanding dengan kelompok yang lain. Hal ini disebabkan hewan omnivora dapat hidup di berbagai lingkungan karena pola makannya beragam. Hewan karnivora akan cepat punah, jika habitat hewan tersebut tidak tersedia mangsa. Hewan omnivora dapat bertahan hidup karena, jika mangsa atau hewan buruannya habis, dapat memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar tempat hidupnya.
Ciri-ciri fisik hewan omnivora merupakan gabungan dari ciri-ciri kedua jenis tersebut. Ini memiliki campuran karakteristik hewan karnivora dan herbivora lain. Namun, ada beberapa karakteristik yang unik dan umum pada semua hewan omnivora. Berikut penjelasannya.
1. Gigi.
Omnivora memiliki gigi yang merupakan gabungan dari hewan karnivora dan herbivora. Gigi menonjol karena memiliki gigi seri atau taring dan gigi pipih lain. Gigi seri digunakan untuk merobek daging dan gigi pipih untuk menghancurkan tanaman dan biji. Gigi ini tidak sebesar hewan karnivora karena memiliki gigi seri yang paling tajam.
2. Sistem pencernaan.
Omnivora umumnya memiliki sistem pencernaan dengan perut tunggal dan usus yang panjangnya menengah antara hewan herbivora dan karnivora. Sistem pencernaan omnivora lebih sederhana daripada herbivora. Namun, ini lebih kompleks daripada karnivora. Sistem pencernaannya dapat memanfaatkan nutrisi dari makanan daging dan sayuran.
1. Burung.
Burung termasuk omnivora, meskipun tidak semua burung. Namun banyak spesies burung diklasifikasikan sebagai omnivora karena mereka cenderung memakan serangga selain pola makan nabati mereka. Burung yang lebih besar seperti burung hantu dan elang bahkan memakan hewan pengerat kecil seperti tikus.
2. Anjing.
Anjing ialah omnivora. Pemeriksaan mendetail tentang anatomi, perilaku, dan kebiasaan makan anjing mengungkapkan bahwa mereka mampu makan dan menjadi sehat dengan pola makan omnivora.
3. Simpanse.
Simpanse ialah omnivora. Ini juga menunjukkan bahwa nenek moyang omnivora bisa eksis. Banyak mamalia dan hewan darat lain dengan nenek moyang yang sama atau serupa tidak hanya berbagi ciri dan proses tetapi juga kebiasaan makan yang serupa.
Lebih lengkap, berikut hewan omnivora:
1. Tupai.
2. Beruang.
3. Gorila.
4. Rubah.
5. Serigala.
6. Tikus.
7. Gajah.
8. Landak.
9. Jerapah.
10. Zebra.
11. Kadal.
Selain hewan, tumbuhan ada yang masuk ke dalam kategori omnivora. Bladderworts (genus Utricularia) tidak seperti kebanyakan tanaman. Selain menghasilkan makanan melalui fotosintesis, bladderworts juga mencari makan. Mereka juga memakan hewan kecil bertubuh lunak, seperti cacing air, jentik nyamuk, berudu, benih ikan, dan lain sebagainya.
Saat mereka mencari makan, mereka melepaskan bahan kimia manis yang menarik mangsanya. Menggunakan kantung berongga penjebak khusus, yang disebut kandung kemih, mereka menyedot makanan mereka dan menjebaknya di dalam.
Saat mangsa mendekat dan masuk, bulu-bulu dari kandung kemih akan tersegel, air di dekatnya bersama mangsa akan tersedot saat katup kandung kemih terbuka dalam waktu 1/460 detik. Kandung kemih lalu tertutup dan mangsa yang terperangkap di dalamnya dicerna oleh enzim pencernaan yang dilepaskan ke dalam kandung kemih. Nutrisi kemudian diserap.
Studi terbaru menemukan bahwa diet bladderwort bukan hanya daging. Para ilmuwan menemukan bahwa kandung kemih mereka juga akan mengambil ganggang dan serbuk sari. Oleh karena itu, peneliti menganggap bladderworts sebagai tumbuhan omnivora. (Z-2)
Ingin tahu ringkasan IPA kelas 9? Berikut rangkumannya.
Apa saja garis besar pelajaran IPA kelas 8? Berikut rangkumannya.
Nah, apa saja rangkuman pelajaran IPA kelas 7 SMP? Berikut uraiannya.
KALI ini kita mempelajari pelajaran Kimia untuk siswa SMA kelas 12 atau XII. Sebelum itu, seyogianya kita mengetahui rangkuman atau garis besar pelajaran Kimia untuk kelas 12.
Kalau siswa dapat memahami, tentu menyenangkan mempelajari Kimia. Apa saja Kimia yang dipelajari para siswa di SMA kelas 11? Berikut rangkumannya.
SISWA sekolah menengah atas kelas 11 atau XI akan mempelajari pelajaran Biologi secara khusus. Ada sejumlah bab dan pembahasan dalam pelajaran Biologi yang mesti dipahami siswa SMA kelas 11.
Hewan omnivora memiliki sistem pencernaan dan gigi yang dirancang untuk memproses kedua jenis makanan tersebut, sehingga mereka bisa bertahan hidup di berbagai lingkungan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved