Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN ini pertama kalinya Kementerian Agama (Kemenag) menghapuskan kuota untuk pendamping jemaah lanjut usia (lansia). Petugas haji disiapkan untuk mendampingi para lansia meski tidak melekat untuk setiap jemaah.
Dalam pelaksanaannya, beberapa jemaah dengan sukarela mendampingi jemaah lansia yang merupakan teman sekamar atau satu hotel. Sikap ini, menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, patut diapresiasi.
"Kemarin saya lihat di Mekah juga banyak jemaah yang dengan sukarela menjadi pendamping meski bukan keluarga. Dan itu saya kira bagus," tutur Muhadjir, di Kantor Daerah Kerja Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Sabtu (3/6).
Baca juga : Jemaah Lansia Bisa Sewa Skuter dan Kursi Roda di Masjidil Haram
Muhadjir mengusulkan agar Kementerian Agama memberikan apresiasi kepada jemaah yang bersedia mendampingi jemaah lansia. Bahkan bila perlu apresiasi diberikan dalam bentuk insentif.
Baca juga : PAN Minta Jemaah Haji Lansia Didampingi Anggota Keluarga
Kebijakan pemberian insentif untuk jemaah pendamping jemaah lansia, lanjut Muhadjir, bisa diterapkan dalam penyelenggaraan haji mendatang.
"Mungkin nanti perlu dikembangkan juga oleh penyelenggaraan haji ini untuk memberikan semacam insentif, apalah gitu, untuk mereka yang bersedia menjadi pendamping," ujarnya.
Kebutuhan pendamping lansia dari kalangan jemaah sendiri merupakan konsekuensi dari kebijakan menghapus kuota pendamping lansia.
Pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah mengizinkan adanya pendamping bagi jemaah haji lansia. Syaratnya, merupakan keluarga jemaah lansia dan sudah mendapatkan porsi haji minimal 5 tahun.
Meski begitu, Muhadjir sependapat dengan pertimbangan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bahwa kuota pendamping lansia menciptakan ketidakadilan. Pasalnya, pendamping tersebut menggeser jemaah lain yang lebih berhak untuk berangkat haji pada tahun yang bersangkutan.
"Dulu memang dibolehkan. Saya kira itu tidak perlu, lebih baik kita menyiapkan petugas sesuai dengan kebutuhan walupun mungkin itu harus menambah anggaran di APBN. Itu sudah tanggung jawab negara," tegaa Muhadjir.
Dalam kaitan fasilitas untuk lansia dan juga penyandang disabilitas, Muhadjir mengakui masih perlu ada peningkatan. Ia mencontohkan dalam pemanfaatan lift. Perlu ada pengaturan prosedur yang memprioritaskan lift untuk lansia dan difabel.
Jemaah lain dianjurkan memakai tangga, atau diminta mengalah dalam mengantre setiap kali ada jemaah lansia dan difabel yang akan memakai lift.
"Itu mungkin nanti juga kita jadikan agenda untuk dibahas untuk haji tahun depan.," tandas Muhadjir.
Dalam penyelenggaraan haji 1444 H/2023, jumlah jemaah haji yang tergolong lansia mencapai sepertiga dari keseluruhan kuota jemaah reguler 229 ribu orang. (Z-8)
Pembagian syarikah dilakukan berdasarkan embarkasi guna memastikan layanan jemaah lebih terfokus dan terkoordinasi.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Selain kesehatan fisik, pemeriksaan tahun ini juga mencakup penilaian kesehatan mental dan kognitif untuk mendeteksi gejala demensia.
Pelunasan Bipih jemaah khusus sudah mencapai 98,41 persen atau 16.310 orang dari kuota 17.680 jemaah.
Pemerintah menetapkan kuota khusus bagi jamaah haji lanjut usia (lansia) sebesar 5 persen di setiap provinsi pada penyelenggaraan 2026.
Angka kematian jemaah haji Indonesia disorot Saudi. Timwas DPR minta seleksi kesehatan diperketat demi keselamatan jemaah, khususnya lansia berpenyakit.
Skema Tanazul yang rencananya akan diikuti sekitar 37.000 jemaah tiba-tiba dibatalkan dan diundur untuk penyelenggaraan haji tahun depan.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengungkapkan tengah menunggu surat resmi dari Pemerintah Arab Saudi mengenai pembatasan jemaah haji berusia lanjut (lansia) di atas 90 tahun.
Tambahan kuota haji yang telah diberikan kepada Indonesia sebanyak 20 ribu. Mestinya penambahan itu untuk mengurangi beban tunggu jemaah haji lansia, bukan diberikan kepada haji plus.
KKHI akan melakukan jemput bola dengan meningkatkan deteksi dini terhadap jemaah yang berisiko tinggi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved