Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA jemaah haji dari Indonesia akan mengalami empat titik kritis setelah meninggalkan Tanah Air. Seluruh petugas haji harus mencermati dan melakukan antisipasi.
Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Arsyad Hidayat menekankan hal tersebut saat apel pagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1444 H/2023 M, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (11/4).
Titik kritis pertama yakni gegar budaya. Menurut Arsyad, jemaah bisa kaget menghadapi karakter orang Arab. Misalnya cara bicara orang Arab yang terbiasa hidup di padang pasir cenderung berbicara dengan suara keras.
Baca juga:
"Ketika jemaah kita kurang mengerti petugas akan mengulang dengan keras. Jemaah kita bisa stress, 'kenapa saya dibentak-bentak?'," tutur Arsyad.
Titik kritis kedua, kata Arsyad, setiba jemaah di Madinah atau Mekkah. Sebagian besar mereka akan sangat bersemangat meninggalkan hotel untuk beribadah Arbain di Masjid Nabawi atau ibadah di Masjidil Haram.
Baca juga:
Mereka banyak yang lupa melakukan orientasi lokasi tempat tinggal. Akibatnya, ketika hendak kembali ke penginapan, mereka kesulitan bahkan tidak sedikit yang tersasar.
"Semangat rindu Kabah, rindu Masjidil Haram, rindu Masjid Nabawi, wajar mereka tersasar. Dari 400 yang meninggalkan hotel, hanya kembali 150, yang 250 jemaah mungkin baru bisa sampai ke hotel esok harinya," papar Arsyad.
Arsyad berpesan kepada para petugas agar meminta jemaah melakukan orientasi tempat tinggal tiap kali kedatangan pertama kali. Orientasi mulai dari nama hotel, ciri-ciri jalan tempat hotel tersebut dan tanda- tanda lain yang memudahkan untuk mengenali lokasi hotel.
"Kalau perlu setiap jemaah haji dibekali kartu hotel, untuk suatu saat jika mereka tersasar bisa minta pertolongan kepada siapapun, tidak terkecuali kepada petugas haji kita," tutur Arsyad.
Titik kritis ketiga, ketika jemaah menunggu ke puncak haji, yakni wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah. Arsyad mengungkapkan biasanya ada sekelompok jemaah yang mengisi waktu dengan melakukan umrah-umrah sunah.
Hal itu menguras energi jemaah, terutama bagi yang kondisi fisiknya kurang baik dan jemaah lanjut usia (lansia). Kondisi mereka drop ketika waktunya wukuf sehingga berpotensi tidak optimal wukuf atau bahkan tidak bisa melakukannya.
"Jangan demi melakukan ibadah-ibadah yang sunah, ibadah wajib malah tidak bisa melakukan," cetus Arsyad.
Titik kritis terakhir, ketika jemaah di Mina, seusai mereka menunaikan lempar jumrah aqobah pada 10 Zulhijjah. Ada yang memaksakan langsung ke Masjidil Haram untuk melakukan tawaf ifadah.
Padahal, pelaksanaan ibadah di Mina memerlukan aktivitas fisik yang tinggi. Di sisi lain, saat di Mina banyak jemaah yang tidak bisa tidur atau beristirahat yang cukup.
"Sementara di waktu yang sama mereka harus melakukan jumrah, tenda kita jaraknya 5 km sekali jalan. Dalam kondisi fisik yang lemah, aktivitas fisik berat, kondisi menurun," terang Arsyad.
Itu sebabnya tiap tahun angka kematian jemaah haji Indonesia meningkat drastis setelah melaksanakan ibadah di Mina. Mereka kelelahan.
Arsyad meminta pembimbing ibadah mengarahkan jemaah agar menyelesaikan ibadah di Mina hingga 12-13 Zulhijjah. Kemudian, ke hotel untuk beristirahat terlebih dahulu, baru melakukan tawaf ifadah.
Seluruh petugas haji pun diwanti-wanti senantiasa memakai seragam lengkap dengan rompi petugas. Hal itu agar mereka mudah dikenali jemaah dari Tanah Air yang memerlukan bantuan.
Indonesia akan memberangkatkan 221 ribu jemaah calon haji tahun ini, dimulai pada 24 Mei mendatang. Sebanyak sepertiga atau 66.943 jemaah masuk kategori lansia dengan usia 65 ke atas. (Z-3)
Kemenag Maluku melaporkan hilal 1 Syawal 1447 H gagal terlihat di Negeri Wakasihu karena posisi hilal masih di bawah 2 derajat.
Kemenag melaporkan posisi hilal 1 Syawal 1447 H di seluruh Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS. Simak analisis astronomis selengkapnya.
Klik di sini untuk link live streaming hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H hari ini, Kamis 19 Maret 2026. Pantau jadwal dan pengumuman resmi Lebaran 2026.
Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah dipusatkan di Bantul. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat sore ini.
KEMENTERIAN Agama mengawal penyaluran bantuan sosial keagamaan Rp473 miliar selama Ramadan 1447 H. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3 juta fakir miskin di 117 kabupaten/kota
KPK ungkap eks Stafsus Menag Yaqut patok fee Rp42,2 juta per jemaah untuk percepat haji. Simak kronologi dan skema "Kuota T0" di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved