Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, meskipun April 2023 merupakan awal musim kemarau di Indonesia, namun sejumlah daerah masih berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi basah.
"Kami prediksi di periode 15 sampai 21 April 2023 ada daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat, yakni Aceh, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara," kata Dwikorita, Jumat (7/4).
Selain itu, beberapa wilayah juga berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang. Di antaranya Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.
Baca juga : BMKG Minta Masyarakat Waspada Dua Bibit Siklon di Wilayah Indonesia
"Dengan kondisi hujan 50 mm per 24 jam atau perhari, masih menimbulkan potensi bencana hidrometerologi," ucap dia.
Dwikorita melanjutkan, daerah-daerah tersebut juga berpotensi dilanda hujan pada periode 22 hingga 28 April 2023. Untuk itu ia meminta agar semua pihak untuk waspada dan memantau terus perkembangan cuaca dari BMKG.
Baca juga : Hujan Diprakirakan Terjadi di Sejumlah Kota Besar di Indonesia
Selain itu, Dwikorita juga menyebut adanya potensi gelombang tinggi 2 meter hingga 2,5 meter di beberapa wilayah. Hal ini tentu perlu diwaspdai oleh kapal penyebrangan serta wisata air yang umumnya ramai saat lebaran.
"Informasi ini sebenarnya sudah masuk ke polisi air dan SAR dan BPBD. Namun terkadang ada yang tidak memperhatikan. Untuk itu kami mohon bantuan dalam merespon peringatan dini ini," pungkas dia. (Z-5)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
BMKG mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 96s yang memicu peningkatan curah hujan serta gelombang laut tinggi dalam 24 jam ke depan.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved