Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) melalui Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat kembali menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum Merdeka. Pelatihan ditujukan bagi guru madrasah, guru agama, baik yang berstatus PNS maupun non PNS.
Pelatihan yang juga melibatkan pihak lain yang berminat pada Kurikulum Merdeka ini digelar secara online mandiri berbasis Massive Open Online Course (MOOC). "Pelatihan Kurikulum Merdeka ini digelar secara asynchronous, di mana peserta dengan pengajar tidak bertemu di waktu yang sama," terang Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kemenag, Mastuki, Jumat (27/1).
Menurutnya, pelatihan dengan metode asynchronous ini sangat memudahkan bagi para guru, wali murid, dan semua yang tertarik mengikuti pelatihan ini, karena peserta pelatihan bisa mengikutinya secara mandiri, membuat akun sendiri, daftar sendiri, belajar sendiri, mengerjakan tugas sendiri, dan unduh sertifikat sendiri. "Peserta bisa belajar kapan pun, dan dari mana pun," tambahnya.
Menurut Mastuki, pendaftaran Pelatihan Kurikulum Merdeka dibuka mulai 27 Januari sampai 2 Februari 2022. "Pelaksanaan pelatihan akan berlangsung selama 12 hari, mulai dari 3 sampai 14 Februari 2023. Mereka akan mendapat sertifikat 60 Jam Pelajaran. Tidak dipungut biaya alias gratis," tambahnya.
Mastuki menambahkan, Pelatihan Kurikulum Merdeka dimaksudkan untuk memberi ruang kebebasan bagi para guru dan semua yang berminat mempelajarinya untuk menjadi pembelajar sejati. Pelatihan ini dirancang dengan tingkat fleksibilitas dan aksesibilitas tinggi. Konten dan materi serta metodenya memungkinkan peserta merdeka belajar untuk mengikutinya sesuai waktu dan kebutuhan pengembangan diri.
"Kurikulum merdeka sesuai dengan watak pendidikan yang hakikatnya memerdekakan manusia. Kurikulum merdeka bukan hanya menstimulasi merdeka belajar, tapi juga merdeka mengajar," tandasnya. (RO/OL-15)
PELATIHAN Asesmen Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Pesantren Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) digelar untuk membantu peningkatan mutu pesantren.
Materi yang disampaikan mencakup pemilihan bibit unggul, kesehatan dan pakan ternak, pengelolaan kandang, hingga pencatatan usaha ternak secara profesional.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia, khususnya untuk sektor industri yang berisiko tinggi.
Professional development menjadi program unggulan dengan memberikan beragam workshop yang dibutuhkan guru.
Kegiatan mengusung tema Mewarnai Hidup, Mencerahkan Indonesia ini dilaksanakan gotong royong bersama tim KKN-PPM UGM, karang taruna, perangkat desa, dan masyarakat.
Pelatihan itu dilakukan dalam upaya meningkatkan keterampilan teknisi di sektor perumahan sekaligus memastikan penerapan standar keselamatan kerja.
DI tengah perubahan sistem pendidikan yang kerap berganti mengikuti dinamika kebijakan pemerintah, Kurikulum Merdeka tetap menonjolkan kelebihan yang tak lekang oleh waktu: kolaborasi.
Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan mengingatkan pemerintah untuk mengubah kurikulum pendidikan. Hal itu menyusul adanya isu akan digantinya Merdeka Belajar.
Abdul Mu'ti akan mendengarkan terlebih dahulu masukan dan aspirasi dari masyarakat terkait kelebihan dan kekurangan tiga kebijakan tersebut sejauh ini.
Pemerintahan baru nanti diharapkan gerak cepat untuk berkoordinasi melakukan evaluasi dan penetapan kurikulum yang tepat dan tetap ke depannya.
Sekolah Al Azhar di bawah naungan Yayasan Waqaf Al Muhajirien menggunakan tiga kurikulum yaitu Kurikulum Al Azhar, Kurikulum Merdeka, dan Kurikulum Cambridge.
Kemendikbud-Ristek menegaskan bahwa pendidikan perubahan iklim yang masuk dalam kurikulum Merdeka sebenarnya bukan baru dan sudah ada.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved