Kamis 19 Januari 2023, 15:04 WIB

Cegah Lonjakan Kasus Campak, Kemenkes Tingkatkan Cakupan BIAN

Atalya Puspa | Humaniora
Cegah Lonjakan Kasus Campak, Kemenkes Tingkatkan Cakupan BIAN

Antara
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada murid SD.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) siap meningkatkan cakupan Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) untuk mencegah kenaikan kasus campak di Indonesia.

"Cakupannya harus ditingkatkan. Kemarin kita sudah kita coba kejar melalui BIAN," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Kamis (19/1).

Adapun, Kemenkes melaporkan sebanyak 31 provinsi mengalami lonjakan kasus campak pada 2022. "Ada 3.341 kasus pada 2022 dilaporkan di 223 kabupaten/kota dari 31 provinsi," imbuhnya.

Baca juga: Peningkatan Kasus Campak Karena Menurunnya Angka Imunisasi

Nadia menyebut kenaikan kasus itu mencapai 32 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disebabkan cakupan imunisasi campak di masa pandemi covid-19 yang kurang efektif.

Selama dua tahun terakhir, yakni pada 2020-2021, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis. Pada 2020, target imunisasi sebanyak 92%, sementara cakupan yang dicapai 84%. Lalu, pada 2021 imunisasi ditargetkan 93%, namun cakupan yang dicapai 84%.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa penyakit campak tidak hanya menyerang anak-anak, namun juga orang dewasa. "Semua umur harus waspada. Kalau klinis campak diobati tentunya. Jangan sampai terlambat sehingga tidak ada kematian," pungkas Nadia.

Baca juga: Upaya Preventif Cegah Kanker Serviks Melalui Vaksin HPV

Diketahui, campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan. Penyakit campak sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi serius pada anak, jika tidak ditangani sesegera mungkin.

Beberapa gejala yang harus diwaspadai, yakni pilek, batuk, sakit tenggorokan, tubuh terasa lemas, mata merah, demam tinggi, sakit dan nyeri otot, nafsu makan menurun, diare, mual dan muntah. Serta, ruam merah pada sekujur tubuh, bercak putih keabu-abuan pada membran mukosa, seperti mulut dan tenggorokan.(OL-11)
 

Baca Juga

Kemenag

BPJPH Beri Konsultasi Sertifikasi Halal Gratis di Pameran Satu Abad NU

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:50 WIB
BPJPH membuka layanan konsultasi Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2023 pada Pameran 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa...
Kemenag

Kementerian Agama Waspadai Isu Fanatisme Kelompok di Tahun Politik

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:35 WIB
WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta jajaran Kemenag mewaspadai isu fanatisme kelompok di tahun...
Antara

Pemerintah Siapkan Program Haji Ramah Lansia dan Berkebutuhan Khusus

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:25 WIB
KEMENTERIAN Agama menyiapkan program Haji Ramah Lansia dan Haji Berkebutuhan Khusus untuk pelaksanaan musim haji tahun ini karena banyaknya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya