Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) Korea Selatan (Korsel) mendukung kerja sama Universitas Prasetiya Mulya dengan Korea Polytechnic (KOPO) dalam pendirian Politeknik Korea Prasetiya Mulya di Indonesia. Kerja sama itu dilakukan untuk membangun lembaga kejuruan terkemuka yang mampu memajukan industri manufaktur dan jasa Indonesia serta mampu mempersiapkan lulusan untuk sukses sebagai insinyur yang kompeten dan baik dengan menerapkan pembelajaran industri.
Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Korsel, Gandi Sulistiyanto menyampaikan keberadaan perusahaan besar Korea di Indonesia yang diikuti oleh investasi dalam bidang teknologi dan manufaktur perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja ahli di bidangnya. Misalnya industri kendaraan mobil listrik, baterai listrik, otomasi, serta robotik.
"Keberadaan Politeknik Korea Prasetiya Mulya di Indonesia akan menjadi lembaga penting untuk mendukung penguatan sumber daya manusia sebagai investasi jangka panjang pembangunan Indonesia di era Industri 4.0,” ujar Gandi saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kampus II Incheon, Selasa (17/1).
Lebih lanjut jelas Gandi, kondisi Indonesia dan Korsel adalah komplimentari, di mana Korsel memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan yang tinggi tetapi menghadapi masyarakat yang menua (aging society). "Sedangkan kondisi Indonesia memiliki bonus demografi yang sangat besar dengan usia penduduk sebagian besar berada di masa produktif,” imbuh Gandi.
Pada kesempatan yang sama, Executive Director KOPO, Yim Chun Gheon menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kerja sama yang telah disepakati. Menurutnya, kerja sama yang diusulkan tim Universitas Prasetiya Mulya sangat komperehensif dalam membangun politeknik yang berwawasan luas dan akan mampu menjawab kebutuhan tenaga terampil di Indonesia. "Dengan semboyan anything is possible yang dimiliki kampus KOPO, kami siap mendukung rencana pembangunan Politeknik Korea Prasetiya Mulya di Indonesia," tutur Yim.
Sementara itu, Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak menyebut keberadaan Politeknik Korea Prasetiya Mulya merupakan bagian dalam tahapan membangun ekosistem industri ekonomi di masa mendatang karena didukung oleh industri-industri besar di Indonesia dari berbagai bidang usaha.
"Keberadaan politeknik baru ini diharapkan menjadi bagian dari usaha pemerintah Indonesia dalam mendukung kerja sama bilateral Indonesia-Korea Selatan melalui penguatan tenaga ahli yang siap pakai," jelas Djisman.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama, kedua belah pihak akan membentuk kelompok kerja untuk menentukan bentuk dukungan yang diberikan KOPO bagi politeknik yang dibangun. Selain itu, kelompok kerja juga akan mendesain program studi dan kurikulum serta sertifikat keahlian yang menjadi kompetensi inti dari lulusan. (RO/OL-15)
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
K3TAB 2025 menghadirkan aturan baru untuk tingkat politeknik, yakni setiap tim wajib terdiri dari satu mahasiswa penerima beasiswa dan dua mahasiswa non-beasiswa.
SPP Poltekpar cuma Rp2 jutaan, masa tunggu bekerja maksimal tiga bulan.
Sebanyak 74 mahasiswa dari 11 universitas di Indonesia termasuk mahasiswa politeknik di bawah naungan Kemenperin menerima beasiswa.
Dalam wisuda kali ini, Politeknik STMI Jakarta berhasil meluluskan sejumlah 283 lulusan yang berasal dari lulusan Program Reguler Sarjana Terapan dan 19 wisudawan Program Setara Diploma-1.
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, ingin lulusan Politeknik Harapan Bersama (Harber) bersiap-siap menjadi warga global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved