Minggu 13 November 2022, 22:15 WIB

Cabang Dinas Pendidikan X Jawa Barat Layani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, Kembangkan Unit Layanan Disabilitas

Bayu Anggoro | Humaniora
Cabang Dinas Pendidikan X Jawa Barat Layani Peserta Didik Berkebutuhan Khusus, Kembangkan Unit Layanan Disabilitas

DOK/CADISDIK X JAWA BARAT
Unit Layanan Disabilitas di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

 

DINAS Pendidikan Jawa Barat terus meningkatkan akses dan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB). Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengakomodasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) ialah mengembangkan Unit Layanan Disabilitas (ULD).

Di lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) X Wilayah Jawa Barat, misalnya,
terdapat dua sekolah yang mengembangkan ULD. Satu di antaranya, bahkan
memiliki empat ULD.

"Dalam peningkatan akses pendidikan, dinas pendidikan mendorong
pengembangan ULD," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik)
Wilayah X Jabar Ambar Triwidodo, Minggu (13/11)

Menurut Ambar, pengembangan ULD tersebut dilakukan untuk menjangkau
calon peserta didik yang mengalami keterbatasan jarak dengan keberadaan
sekolah terdekat serta keterbatasan ekonomi keluarga.

"Di lingkungan KCD X, ada dua Unit Layanan Disabilitas (ULD). Salah
satunya dilaksanakan oleh SLB Negeri Taruna Mandiri, yang berada di Jalan Raya Caracas Mandiracan, Desa sampora, Kecamatan Cilimus, kabupaten Kuningan," kata Ambar Triwidodo.

Menurut Ambar, SLB Taruna Mandiri memiliki 4 ULD. Lokasinya di Gedung
Veteran; Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan; Kantor Bakorwil dan Desa Pancalang, Kecamatan Pancalang.

Keempat ULD tersebut mengakomodasi peserta didik yang rumahnya berlokasi di Desa Maracan, Kecamatan Maracan, serta Desa Indrapatra Kecamatan Cigandamekar

Ddia mengatakan, pada April-Mei 2022 lalu, KCD X telah melakukan sosialisasi ULD di empat kecamatan. Dalam sosialisasi, tenaga pendidik melakukan penjaringan ke desa-desa yang ada di Kecamatan Pasawahan, Pancalang, Mandiracan dan Cigandamekar.


Orangtua terbuka

Sementara itu, Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, jumlah PDBK naik
signifikan pada 2022. Namun, kondisi itu bukan berarti jumlah anak-anak penyandang disabilitas di Jabar bertambah.

"Sekarang ini para orangtua lebih terbuka, menyadari bahwa anak
disabilitas itu bukan sebuah aib, sehingga tidak perlu disembunyikan. Karena itu mereka sekarang berani untuk membuka diri dan menyekolahkan anak-anaknya," kata Dedi.

Kenaikan jumlah PDBK tersebut, lanjutnya, tak terakomodasi karena
jumlah SLB di Jabar yang terbatas. Maka, solusinya ialah mengembangkan unit-unit layanan disabilitas.

"Untuk memudahkan, nanti ULD (Unit Layanan Disabilas) ini mendekati
masyarakat. Jadi bisa saja di kantor kepala desa," kata Dedi.

Saat ini, lanjut Dedi, Jabar memiliki 850 sekolah negeri baik itu SMA,
SMK, dan SLB. Sebanyak 48 di antaranya merupakan SLB. Sementara untuk sebaran sekolah swasta di Jabar berjumlah 4.174 sekolah.

"Kalau swasta ada 338 SLB di Jabar ini. Maka dengan jumlah tersebut,
kita dorong pengembangan ULD ini," katanya.

Inovasi pengembangan ULD ini, lanjut Dedi, menangani anak-anak difabel
yang lokasinya berjauhan dengan sekolah, sehingga mereka bisa berkumpul
di tempat terdekat.

Dedi menjelaskan, upaya pengembangan ULD di Jabar ini bagian dari
melaksanakan UU No 8 Tahun 2016, yaitu setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Dalam peraturan itu juga, warga negara yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Termasuk warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.

"Pendidikan khusus dapat dilaksanakan melalui lembaga pendidikan khusus (SLB) atau inklusif seperti terintegrasi ke dalam lembaga pendidikan reguler. Kalau untuk ULD ini, para guru yang datang mendekati peserta didik," pungkasnya. (N-2)

Baca Juga

Antara

KPI Dukung Pelaksanaan ASO Tahap II

👤Ant 🕔Rabu 30 November 2022, 23:08 WIB
Adapun wilayah-wilayah yang akan melaksanakan ASO tahap II ini antara lain Kota Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan...
Antara

Stigma Negatif Masih Melekat pada ODHIV

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 30 November 2022, 22:51 WIB
Padahal, penularan HIV bisa terjadi dengan berbagai cara. Mulai dari penggunaan jarum suntik yang tidak aman, transfusi tidak aman, hingga...
Ist

Wamenag Soroti Minimnya Riset Tentang Zakat

👤Widhoroso 🕔Rabu 30 November 2022, 20:56 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (30/11) secara virtual membuka The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya