Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diimbau tidak panik menyikapi adanya temuan penyakit gagal ginjal akut pada sejumlah anak. Berdasarkan kondisi akhir pada pasien, penyakit tersebut bisa disembuhkan.
Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Unggul Karsa Medika Bandung, Theresia Monica Raharjo, masyarakat terutama orangtua tidak perlu cemas. Pasalnya, penyakit tersebut dapat disembuhkan.
Meski belum ditemukan adanya suspek gagal ginjal misterius, namun menurut Monica dari catatan sejarah ada kasus serupa terjadi di negara-negara lain, salah satunya Afrika. Penyebabnya ialah kandungan zat DTG.
"Bisa menyebabkan kelainan ginjal atau gagal ginjal pada anak-anak. Untuk itu peran orangtua dalam mengawasi anaknya, memberikan obat yang diperlukan sangat penting. Obat yang diminum anak, terdaftar di BPOM tidak?, Sesuai untuk anak-anak atau tidak," ucap Monica, Rabu (19/10).
Monica juga menambahkan, selain pengawasan orangtua dalam pemberian obat kepada anak, juga perlu adanya pengawasan konsumsi minuman maupun makanan kemasan. Minuman maupun makanan kemasan berasa dan berwarna, perlu diperhatikan apakah teregister di BPOM.
"Karena setidaknya BPOM itu menentukan apakah makanan atau minuman itu mengandung zat berbahaya atau tidak. Dan konsumsinya disesuaikan saja, misalnya yang harusnya satu gelas jangan jadi banyak. Yang penting jangan berlebihan," jelasnya.
Monica juga memberikan tips sederhana bagi orangtua yang memiliki anak kecil. Bila anak tengah buang air kecil, perhatikan warna air seninya. Bening, jernih, keruh, atau pekat.
"Jika terlihat keruh atau pekat harus waspada," katanya.
Lalu berapa sering anak tersebut buang air kecil? "Jika seharian tidak buang air kecil, perlu diperhatikan. Perhatikan asupan yang diberikan terutama obat-obatan. Cek terlebih dahulu apakah obat-obatan, makanan atau minuman kemasan tersebut terdaftar di BPOM atau tidak. Kemudian diperhatikan juga dosis pemberian obat," katanya.
Lebih cepat dibawa ke RS
Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Nefrologi KSM IKA Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dany Hilmanto, menyampaikan, pasien dengan gejala gagal ginjal akut ini bisa sembuh apabila langsung mendapat penanganan medis.
"Bisa (sembuh total), kalau datang dalam keadaan early stage atau fase pertama. Misalkan, diare, cairan berkurang dalam darah, nah ini kurang cairan, kami berikan infus lalu baikan (kondisi membaik)," terangnya.
Namun, kasus yang terjadi justru pasien datang ke RS dalam kondisi stadium yang berat dan kecil peluangnya untuk selamat. "Apabila sudah jatuh dalam gangguan ginjal akut misterius, prognosisnya kurang baik," tandasnya. (N-2)
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
favehotel Hyper Square Bandung menawarkan pengalaman menginap nyaman saat Lebaran dengan fasilitas modern, lokasi strategis, dan sajian kuliner di Lime Coffee Shop.
Meski antrean terlihat panjang, suasana terlihat tertib. Warga datang sesuai jadwal yang sudah mereka “rebutkan” sebelumnya melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).
de Braga by ARTOTEL menghadirkan program buka puasa “A Wishful Ramadan” dengan konsep all you can eat menu Nusantara di suasana heritage Jalan Braga, Bandung.
Program Bazar Murah dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
Pemkot Bandung berencana menyiapkan program pembinaan khusus, termasuk dukungan teknis dalam pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved