Minggu 11 September 2022, 15:20 WIB

Indonesia Bisa Belajar dari Jepang Soal Sistem Manajemen Risiko Bencana

Atalya Puspa | Humaniora
Indonesia Bisa Belajar dari Jepang Soal Sistem Manajemen Risiko Bencana

ANTARA
Sejumlah polisi membantu warga membersihkan puing bangunan yang rusak akibat gempa di Desa Kaliuling, Lumajang, Jawa Timur,Senin (12/4/2021)

 

INDONESIA dan Jepang memiliki kemiripan dari segi geografis. Salah satunya kondisi kerentanan bencana seperti gempa bumi yang juga sering terjadi di Indonesia karena intensitas pergerakan lempeng tanah yang cenderung sering. 

Dikatakan Tim Peneliti Literasi Kebencanaan Kota Bukittinggi, Mukhlis Arifin, dalam hal ini Indonesia bisa belajar dari Jepang untuk melakukan mitigasi bencana guna meminimalisir kerugian dan korban jiwa yang terjadi akibat bencana. 

Baca juga: Ekonom: Perusahaan Didorong Berikan BLT kepada Pekerja

“Penanggulangan bencana secara holistik merupakan salah satu kebijakan prioritas di Jepang. Salah satunya dengan pendidikan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Selain adanya pendidikan, pendidikan juga harus menghasilkan. Anak-anak di jepang sudah diberikan pendidikan dasar dalam upaya penanganan bencana," kata Arifin, Minggu (11/9). 

Menurut dia, Jepang melakukan penelitian yang cukup serius mengenai aspek-aspek bencana dan bagaimana pengembangan upaya bencana di negara tersebut. Mereka juga memiliki sistem pencegahan bencana yang kuat, proyek konstruksi yang kuat dan diusahakan mampu bertahan ketika terjadi bencana, tindakan medis yang baik, dan sistem informasi dan komunikasi yang kuat. 

"Sistem manajemen risiko bencana di Jepang yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat Indonesia dalam menghadapi bencana yang kemungkinan besar bisa terjadi di masa depan," imbuhnya. 

Pada tahun 2021, dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) tercatat 3.018 bencana di Indonesia. Sebagian besar bencana tersebut adalah Hidrometeorologi, merupakan bencana yang diakibatkan oleh adanya parameter meteorologi curah hujan, kelembaban, temperature, dan angin. Sehingga, diperlukan upaya mitigasi bencana untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana. 

“Kondisi iklim di Indonesia berada di kepulauan dan dilintasi garis khatulistiwa yang kompleks dan dinamis, berbeda dengan wilayah yang ada di daratan benua. Hal ini membuat faktor iklim dan cuaca yang berubah di Indonesia cukup banyak, contohnya saat ini kita masyarakat di Indonesia sedang mengalami La Nina, yang dipengaruhi oleh suhu muka air laut. Kondisi semakin menghangatnya suhu muka air laut di Indonesia ini menyebabkan kondisi cuaca di Indonesia semakin kompleks,”  tandasnya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menilai, dibutuhkan kolaborasi bersama dengan pihak lain dalam upaya mitigasi bencana di Indonesia. Peran pentahelix akademisi, pemerintah, masyarakat, pihak swasta, dan media diperlukan dalam membangun kolaborasi dalam observasi dan pengamanan sarana prasarana observasi serta penyebarluasan informasi dan mitigasi bencana. 

"BMKG sebagai lembaga yang khusus menangani iklim dan cuaca, memberikan beberapa pelayanan dalam upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, seperti sekolah lapangan cuaca dan iklim untuk nelayan dan jambore iklim bagi siswa sekolah," ucap dia. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/Fauzan

Menkes Sebut Stok Vaksin Covid-19 Masih Tersedia 5 Juta Dosis

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 23:45 WIB
Stok vaksin di daerah masih ada 2,5 jutaan, di pusat masih ada 2,5 jutaan dosis, kata...
ANTARA

Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Penting Bagi Lansia

👤Widhoroso 🕔Kamis 29 September 2022, 23:29 WIB
Kemenko PMK mengingatkan pentingnya vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (booster) bagi kelompok...
Antara/Irwansyah Putra.

Daging Kambing Naikkan Libido dan Kolesterol, Fakta atau Mitos?

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 22:56 WIB
Dokter spesialis gizi klinik dari RS Medistra dr. Cindiawaty J. Pudjiadi, MARS, MS, SP.GK menjawab beberapa mitos terkait daging...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya