Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Indonesia (UI) pada hari ini dan besok (10-11 September) melaksanakan wisuda secara tatap muka untuk pertama kali sejak pandemi covid-19 di Kampus UI Depok dan Salemba, Jakarta. Dari 8.362 wisudawan UI, 804 lulusan program pendidikan vokasi, 4.196 lulusan program sarjana (reguler, paralel, kelas internasional, ekstensi), 422 lulusan program profesi, 348 lulusan program spesialis, 2.412 lulusan magister, dan 180 lulusan doktor.
Rektor UI Prof. Ari Kuncoro dalam pidato sambutan menyampaikan pihaknya melakukan terobosan pada wisuda di masa transisi ini, yakni menyelenggarakan wisuda secara serentak di multilokasi kampus UI, didampingi para orangtua maupun pendamping. "Kita sudah melewati fase penuh kewaspadaan hingga ke masa-masa menyedihkan, karena kehilangan untuk selamanya mereka yang kita kasihi, baik itu saudara, kolega di Universitas Indonesia, sahabat, maupun kenalan. Kita semua dipaksa keadaan untuk keluar dari situasi krisis tersebut agar mampu tetap melakukan aktivitas, termasuk dalam hal pendidikan," ujar Ari.
Duduk di antara wisudawan terlihat Dr. Rieke Diah Pitaloka (anggota legislatif DPR 2019-2024) dan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr. Usman Kansong yang lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Di antara para orangtua dan pasangan yang hadir, terlihat Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR 2014-2019) dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc.
Dalam pidato rektor UI, disampaikan jumlah wisudawan yang meraih predikat cumlaude sebanyak 4.079 orang dari total lulusan 8.362 orang atau sebesar 49%. Pada tahun ini, persentase cumlaude terbesar berasal dari jenjang Program Pendidikan Vokasi mencapai 71% dan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mencapai 62%.
Wisudawan peraih IPK tertinggi dan sempurna dengan nilai 4 ialah I Made Adi Parmana (Program Doktor Fakultas Kedokteran), I Wayan Gede Krisna Arimjaya dan Arini Shafia Afkari (Program Magister Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), Nabila Clydea Harahap dan Arfive Gandhi (Program Doktor Fakultas Ilmu Komputer), Anandina Irmagita (Program Doktor Fakultas Kedokteran Gigi), Susanti (Magister Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Farida Briani (Program Doktor Fakultas Kesehatan Masyarakat), dan Ellya Fadllah (Program Spesialis Fakultas Ilmu Keperawatan).
Dengan penerapan wisuda secara serentak di multilokasi, selain Balairung Kampus UI Depok, setiap fakultas/sekolah/program juga melaksanakan prosesi wisuda yang tersebar di beberapa lokasi Kampus Depok dan Salemba. Wisudawan yang berada di Balairung ialah wisudawan perwakilan dari setiap fakultas yang meraih predikat cumlaude. Sedangkan wisudawan lain mengikuti prosesi di fakultas masing-masing.
Selepas upacara prosesi di Balairung, dekan fakultas/sekolah/direktur vokasi melepas para lulusan dari fakultasnya masing-masing. Wisuda ini menjadi momentum berharga dan kebanggaan, tidak hanya bagi para wisudawan, melainkan juga bagi para orangtua atau wali mahasiswa. Kelak, upacara wisuda yang kembali digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan ketat akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi generasi di masa mendatang. "Bersama-sama kita tingkatkan riset yang bermanfaat bagi bidang keilmuan kita, adaptif terhadap dinamika perubahan di sekitar kita, dan memberi sumbangsih nyata sebagai darma bakti kepada negara Indonesia," ujar Ari. (RO/OL-14)
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Sebanyak 28% lulusan Universitas Prasetya Mulya tercatat telah membangun usaha, baik berupa STEM-driven business maupun traditional business.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved