Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus berupaya untuk meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim di tengah masyarakat. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, pada 2023 mendatang, salah satu sasaran utama kerja BMKG yakni dengan meningkatkan kecepatan penyampaian informasi peringatan dini kepada masyarakat.
"Tahun 2023 harus mencapai 3,5 menit dari sebelumnya pada 2022 4 menit. Harus lebih cepat 30 detik," kata Dwikorita dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V bersama dengan Kementerian Desa, BMKG, BNPP dan Basarnas, Rabu (24/8).
Selain itu, Dwikorita menargetkan pada 2023 BMKG harus meningkatkan sistem akurasi informasi klimatologi menjadi 83% dari yang tadinya 82% pada 2022. "Sementara untuk akurasi meteorologi targetnya masih 91% di 2023 atau sama dengan tahun lalu. Tapi ternyata kami terakhir evaluasi bahwa akurasi kami sudah mencapai 91% per Agustus ini," ucap Dwikorita.
Di samping itu, BMKG juga akan meningkatkan sistem dan respon peringatan dini dengan didukung peningkatan kapasitas serta koordinasi kelembagaan dalam penanggulangan bencana. "Targetnya adalah 96% untuk persentase kelengkapan peralatan peringatan dini bencana hidrometeorologi dan meteorologi dari 94% pada 2022," imbuh dia.
Dwikorita berharap, dengan adanya target kerja tersebut, BMKG dapat mencapai kelas dunia dengan spirit socio enterpreuner seperti yang telah dituangkan dalam Renstra BMKG 2022-2024. Target tersebut, kata Dwikorita akan dicapai dengan lima arah kebijakan pembangunan BMKG.
Diantaranya dengan meningkatkan kualitas SDM BMKG, penataan organisasi yang efisien dan mampi beradaptasi, pemenuhan layanan info BMKG sesuai kebutuhan masyarakat, penguatan dan pengembangan insfrastruktur, serta pengoptimalan big data dan artificial intelegent.
"Ini sangat penting untuk pengadaan yang transparan, bersih dan berkualitas. Untuk itu sejak 2020 proses pengadaan kami terutama untuk kegiatan prirotas nasonal dan kegiatan strategis kami dikawal oleh BPKP, LKPP dan Kejagung dan saat ini kami dikawal oleh Bareskrim dan dalam proses dikawal oleh KPK," pungkas dia. (OL-12)
Sebanyak 62 jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh kembali normal usai gempa bermagnitudo 4,9 di Kabupaten Bekasi.
Sistem peringatan dini gempa bumi memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk mendeteksi gelombang primer (P)—gelombang cepat yang muncul pertama kali saat gempa terjadi.
BMKG membuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) yang resmi beroperasi sejak 11 November 2008.
Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.
Selain gempa dan tsunami, layanan distribusi informasi peringatan dini berbasis televisi digital tersebut juga memungkinkan untuk bencana, seperti kebakaran hutan, aktivitas vulkanik.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved