Selasa 09 Agustus 2022, 20:43 WIB

Dokter: Daya Tahan Tubuh Berkorelasi pada Tumbuh Kembang Anak

Mediaindonesia.com | Humaniora
Dokter: Daya Tahan Tubuh Berkorelasi pada Tumbuh Kembang Anak

ANTARA
Seorang anak mengukur tinggi badan saat mengunjungi Pameran Anak Berani Melukis di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Jawa Barat.

 

DOKTER spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Margareta Komalasari, SpA mengingatkan orang tua tentang pentingnya menjaga daya tahan tubuh atau imunitas anak dan korelasinya terhadap tumbuh kembang anak.

"Sistem imun anak itu belum berkembang sampai si kecil berusia delapan tahun. Periode ini penting dalam memenuhi kebutuhan anak terutama untuk mendukung perkembangan sistem imun," kata Margareta dalam virtual press briefingpada Selasa (9/8).

Baca juga: Perluas Fungsi Transfer Pengetahuan, Perpusnas Jalin Kerja Sama dengan TNI

Selain membuat anak menjadi sehat dan tidak gampang sakit, sistem imun yang baik juga dikatakan Margareta akan berdampak baik pada keterampilan motorik halus dan kemampuan kognitif atau kecerdasan anak.

"Ada penelitian yang menyatakan bahwa daya tahan tubuh itu faktor yang penting sekali, di mana anak yang sistem imunnya baik maka kemampuan motorik halusnya lebih tinggi 26 persen dibanding yang sakit-sakitan. Kemudian, nilai kognitifnya bisa lebih tinggi tiga poin dibandingkan anak yang lebih sakit," jelas Margareta.

"Dua faktor ini (motorik dan kognitif) dibutuhkan untuk mendapatkan tumbuh kembang si kecil yang lebih optimal. Jika tumbuh kembangnya optimal, mereka akan jadi generasi yang pintar, berbakat, dan menjadi generasi emas," lanjutnya.

Mengenai korelasi imunitas dengan kemampuan motorik dan kognitif, Margareta mengatakan anak yang sehat tentu akan lebih aktif bergerak dan bermain sehingga dia lebih terstimulasi. Selain itu, anak yang aktif bergerak juga nantinya akan lebih mudah menemukan minat, bakat, dan potensi mereka.

Sebaliknya, lanjut Margareta, jika aspek motorik dan kognitif terganggu, maka anak akan mengalami berbagai masalah di kemudian hari. Sebagai contoh, anak-anak yang terlambat bicara nantinya cenderung sulit bersosialisasi dengan orang di sekitarnya.

Oleh karena itu, Margareta mengimbau orang tua untuk dapat memaksimalkan aspek kemampuan motorik dan kognitif tersebut dengan mengoptimalkan sistem imun anak melalui intervensi nutrisi yang baik.

"Intervensi nutrisi yang diperlukan adalah FOS, GOS, untuk imunitas, kemudian Omega 3, Omega 6, DHA, untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya. Omega 3 dan Omega 6 adalah asam lemak yang tidak dapat diproduksi tubuh sehingga perlu asupan dari makanan bergizi seperti susu, ikan, dan telur," pungkasnya. (ANT/OL-6)

Baca Juga

Freepik

Ini Daya Tarik Laki-Laki Menurut Perempuan Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 08 Desember 2022, 11:45 WIB
"Yang menjadi daya tarik laki-laki menurut perempuan Indonesia adalah wangi badan. Wangi yang sehat menjadi daya tarik, setelah...
Ist

Menyambut Festival Akhir Tahun Bersama Sheraton Yogyakarta 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 10:49 WIB
Saatnya merencanakan akhir tahun yang gembira bersama keluarga! Sheraton Mustika Yogyakarta telah mempersiapkan rangkaian aktivitas yang...
Ist/DPR

DPR Pertanyakan Langkah Pemerintah Produksi Obat Dalam Negeri

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 10:41 WIB
Sebelumnya upaya memproduksi obat di dalam negeri pernah digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Ribka yakin,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya